Gedung Basement Kantor

Kejadian ini terjadi ketika aku masih bekerja menjadi cleaning service. Awalnya aku tidak ditugaskan disana namun tiba-tiba saja aku dan beberapa temanku dipindahkan ke gedung kantor itu. Gedung itu terbilang baru, aku saja bahkan tidak menyadari adanya gedung kantor itu. Singkat cerita aku berganti shift dengan temanku dan kebagian malam hari. Hari itu ada acara besar dan selesai sekitar jam 11 malam, terpaksa aku harus menunggu sampai acara selesai untuk membersihkan gedung pertemuan dan sekitarnya.

Setelah acara selesai, beberapa tukang sedang membereskan panggung. Aku dan temanku membereskan sisa-sisa sampah yang berserakan mulai dari gedung pertemuan sampai ke bawah. Selesai di gedung atas, aku membawa kotak sampah ke gedung basement kantor untuk dibuang. Ditengah perjalanan aku pun bertemu manager kantor, dia bilang padaku bahwa di tangga darurat lantai 2 ada genangan air karena tadi ada saluran air yang bocor.

loading...

Aku pun berangkat menuju tangga darurat, aku menuju genangan air itu sambil membawa peralatanku. Sampailah aku ditempat genangan air dan mulai membersihkannya. Aku melihat disekitar, dinding ditangga darurat ini tampak sangat kotor. Seperti sudah lama tidak dipakai, aneh padahalkan ini gedung baru jadi. Dindingnya sudah berlumut dan belum lagi tempatnya yang lembab hampir membuatku sulit untuk bernafas.

Ketika sedang membereskan, tiba-tiba beberapa peralatan terjatuh ke lantai bawah karena tersenggol olehku. Aku pun menuju ke tangga darurat dibawahnya untuk mengambil benda yang terjatuh. Ditangga darurat ini suasana semakin tidak enak, selain cahayanya yang kurang. Dibawah sini tercium bau yang aneh, di kondisi seperti ini tapi tercium olehku seperti wewangian.

Wangi ini, wangi bunga seperti parfum seorang wanita. Tapi bau itu sekarang terasa semakin semerbak di sekitarku. Aku mencoba keluar sebentar dari pintu tangga darurat itu, pintu ini cukup berat namun aku akhirnya bisa membukanya. hamparan parkiran kosong langsung tampak olehku, sepertinya basement ini belum selesai.

Karena terlihat sangat kotor dan tidak terawat, entah kenapa aku sepertinya tertarik untuk masuk lebih dalam. Tidak sengaja aku menendang sesuatu, sebuah nampan terbuat dari kuningan tertendang olehku. Jantungku langsung berdetak kencang, ketika kulihat isi dari nampan itu. Aku melihat bunga-bunga dan semangkuk cairan berwarna merah. Refleks aku memperbaiki nampan itu dalam keadaan panik, aku menaruh kembali bunga-bunga itu di nampan dan menyapu cairan merah itu dengan tanganku dan kembali menyimpannya di mangkuk.

Aku berusaha untuk membereskannya tapi kali ini tercium bau amis yang sangat menyengat. Baru aku sadari bahwa cairan merah itu adalah darah. Merasa tidak bisa membereskannya aku pun langsung pergi ke atas dan langsung meninggalkan tangga darurat. Aku berlari sekencang mungkin hingga meninggalkan barang-barangku.

Aku menuju ke toilet dan membersihkan tanganku, lanjut aku pergi ke ruang ganti. Di ruangan itu sudah tidak ada siapa-siapa, aku bergegas mengganti pakaian dan secepat mungkin untuk pulang ke rumah. Aku langsung menancap motorku pulang ke kostan ku. Akhirnya aku sampai di kost, teman temanku yang lain nampaknya sudah tidur. Aku langsung masuk kamar dan mencoba langsung untuk tidur, mataku terpejam namun tetap tidak bisa tidur.

Pikiranku masih tidak tenang, jantungku masih terus berdegup kencang dan kembali tercium bau wangi bunga dan bercampur dengan bau amis yang sangat menyengat dikamarku. Aku mencoba mencium tanganku tapi bukan, wanginya bukan dari tanganku. Tapi di sekitaran kamarku sampai terdengar suara orang seperti mengunyah. Badanku semakin lemas, kepalaku tiba-tiba saja pening dan keringat dingin mulai terasa.

Tiba-tiba ada sesuatu yang naik ke tempat tidurku. Kini, aku merasakan sesuatu tepat diatas tempat tidurku. Kini suara orang mengunyah itu jelas terdengar, aku paksakan diriku untuk melihat dan astaga sesosok wanita berambut panjang sedang jongkok di atas tempat tidurku. Tangannya menggenggam helai bunga sambil matanya menatap ke arahku. Dia tertawa cekikikan, aku terperanjat dan langsung lari keluar kamarku.

Malam itu aku langsung pulang ke rumah saudaraku dan tinggal disana, beberapa hari kemudian aku baru ke kantor dan mengajukan surat pengunduran diri dengan alasan aku harus pulang ke kampung. Pengunduran diriku pun disetujui dan aku sudah tidak lagi bekerja disana. Belum sampai keluar seorang satpam mengajakku bicara.

Aku pun menceritakan kejadian yang aku alami dan satpam itu pun berkata bahwa ini sebenarnya bukan bangunan baru. Dulunya adalah sebuah kantor, tapi sudah dikosongkan sekitar 3 tahun yang lalu tanpa alasan yang jelas dan tempat paling angker adalah parkiran dibawah itu. Tentang sesajen yang tidak sengaja aku tendang itu, aku tidak mau tau banyak dan yang pasti malam itu merupakan mimpi buruk buatku.

Share This: