Gedung Belakang Kost Eksklusif

Akhir-akhir ini aku kurang bisa tidur di dalam kost meskipun dapat bilang aku ini tinggal di kost eksklusif, mewah, serba lengkap dan bebas namun terkadang aku baru bisa tidur sekitar jam 1 atau 2 pagi, biasanya jam 9 atau jam 10 malam aku sudah terlelap. Tapi sudah hampir 1 bulan lebih, aku tidur pagi terus. Temanku bilang kalau aku harus merubah tempat tidurku, supaya dapat suasana baru dan lebih nyaman.

Oh ya, namaku Windy dari kota Semarang, namun kini aku tinggal di Jogja. Lanjut ya. Mungkin temanku itu benar pikirku, kamarku harus sedikit ditata ulang. Karena ketika aku perhatikan, banyak sekali barang yang menumpuk tidak jelas. Sejak aku pindah di kost ini, kamar ini belum pernah di cat sekalipun. Warna dindingnya putih kotor yang membuat kamar semakin kusam, tanpa menunggu lagi esok harinya aku membeli beberapa kaleng cat.

Biar tidak bosan, aku mengecat dinding kamarku dengan warna merah, warna favoritku. Aku pikir biar sedikit kamarku terang dan cerah, sorenya setelah pulang dari kampus aku mulai menyingkirkan barang dan membuang barang yang sudah tidak terpakai lagi. Membungkus dengan dus besar lalu menyimpan barang itu di gudang kost.

loading...

Aku mulai mengambil tangga di garasi, dan sore itu di kost eksklusif ini tidak ada siapa-siapa, karena yang kost disini rata-rata sudah bekerja, jadi jam segini kost masih sepi. Aku pun mengecat dinding dalam waktu kurang dari 3 jam. Aku benar-benar sangat lelah, aku pun memutuskan untuk istirahat. Aku mencuci tanganku lalu segera berbaring di atas kasur.

Barang-barangku masih diluar kamar, didalam kamar hanya ada ranjangku saja. Lama-lama aku mulai mengantuk dan akhirnya menutup pintu kamar lalu memutuskan untuk tidur sebentar, sebelum lanjut memasukan barang-barang ke dalam kamar. Aku butuh orang untuk mengangkat barang-barangku jadi aku menunggu teman-temanku pulang.

Entah berapa lama aku tertidur, tiba-tiba aku dibangunkan oleh suara angin yang menggoyangkan gorden kamar. Bunyinya memang tidak seberapa, tapi lumayan cukup mengganggu. Aku bangun dari tidurku, menggosok mataku dan aku melihat jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Aku segera bangun dan mengintip keluar jendela.

Tapi diluar masih sepi, pada kemana orang-orang dan apa mereka belum pada pulang. Aku kembali ke atas kasur saja, sambil menarik selimutku dan merebahkan kembali tubuhku. Posisiku itu membelakangi tembok dan menghadap pintu, sebelum aku terlelap tiba-tiba saja ada yang aneh dengan pintu kamarku.

Pintu kamarku seperti berasap, asap yang aku perhatikan keluar dari celah kecil antara pintu dan lantai. Asap itu berasal dari celah kecil di pintu itu, mataku masih memandangi asap hitam aneh itu dan astaga asap hitam itu sekarang membentuk sebuah silhouet. Kemudian silhouet itu semakin jelas dan dari celah kecil di pintu itu muncul sosok makhluk yang mengerikan. Badanku kaku, nafasku mulai sesak dan aku tidak tau harus berbuat apa.

Sosok yang muncul dari celah pintu itu semakin jelas terlihat. Sosoknya hitam dengan tubuh kecil seperti anak-anak, dan giginya tajam seperti gergaji. Anak kecil hitam itu kini mendekatiku sambil merangkak ke atas kasur dengan badan-nya yang kaku. Anak kecil itu terus mendekatiku, dia hanya memakai cawat dari kain putih yang terbuat dari kain kasar.

Aku tidak bergeming sedikitpun, anak kecil aneh itu merangkak terus ke arah kasur lalu menyeringai sambil menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Aku menutup mataku, sayup-sayup anak kecil itu berkata “kak, ayo kita bermain”. Makhluk itu menarik tanganku dan mengajak bermain, aku sangat ketakutan. “aku gak mau main, cepat pergi sana” tidak ada cara lain untuk mengusir anak kecil itu.

Aku mengumpulkan seluruh tenaga dan menendang makhluk itu. Kini makhluk itu sudah hilang, dan entah kemana perginya. Pintunya masih tertutup dan aku kebingungan, aku tidak bisa tidur karena aku tidak tau harus berbuat apa dan sampai akhirnya teman kost datang.

Aku langsung menceritakan kejadian itu, dan setelah bercerita aku baru tau. Kalau anak kecil itu adalah penghuni gedung belakang, makhluk menyeramkan seperti anak kecil itu sering menampakan diri dan biasanya dia masuk ke dalam kamar kost melalui celah-celah kecil seperti lubang angin, celah diantara pintu, lalu jendela yang terbuka.

Anak kecil yang menyeramkan itu juga sangat menyukai warna merah, sejak hari itu aku menganti kembali warna tembok menjadi warna putih. Karena bukan hanya aku saja yang menyukai warna merah tapi makhluk halus lainnya juga sangat menyukai warna merah. Apalagi jika ada kain merah di kamar kamu, mereka akan datang kepada kamu disaat kamu sendirian.

KCH

Windy

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Windy has write 2,670 posts