Gilang, Gila! Part 2

Cerita sebelumnya Gilang, gila! “Gin, Gin. Gi-na. Ak-ak-aku. Aku minta tolong. Tolong aku. *Huft, huft (ngos-ngosan)”. Aku kaget dan heran “Hah? Minta tolong apa, Ben?”. Ben kemudian menceritakan apa yang ia alami tadi malam seusai BBQ-an dengan teman-temannya. Awalnya aku tidak percaya apa yang dikatakan Ben. “Mungkin itu halusinasimu saja, Ben”.

Tapi Ben berusaha menyakinkanku. Aku gak tahu, Ben itu bohong atau jujur. Di hari kedua setelah aku bercerita cerita turun-temurun itu “jangan di baca cerita petaka“. Pagi-pagi buta “*dert, dert, dert” aku mendengar getaran ponselku “ada yang telepon? Pagi-pagi buta?” aku langsung beranjak bangun dan meraih ponselku dimeja “Rika? Ngapain dia?” Pembicaraan ditelepon

R: Rika
A: Aku

loading...

R: hallo. Hallo. Gin. Gin loe disana. (Suara Rika terdengar panik).
A: ya. Ada apa Rik?
R: Gin. Loe bisa tolongin aku?
A: apa?

Telpon terputus “tut, tut, tut”. Aku kebingungan, kenapa dengan Rika? Aku mencoba menghubunginya, tapi “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan, coba menelepon beberapa saat lagi”. Aku coba kirim pesan lewat via SMS, BBM, WA, sama sekali nihil. Aku kemudian menelepon temannya Rika, Gilang. “Sudahlah. Loe gangguin aku saja. Biarkan saja anak itu, besok aku tanya” dengan nada santai, aku mendengar Gilang sepertinya tidak perduli “Gilang. Rika itukan teman loe” suara dari seberang mati.

Pagi harinya sekitar jam 6, aku sudah sampai dikampus. Sengaja datang lebih awal. Sekitar jam 7, Uli datang menghampiriku. “Loe kemana saja. Aku cariin gak nongol-nongol”. Aku yang berada ditaman sambil membaca buku sedikit kaget ketika tiba-tiba Uli datang lalu berkata seperti itu. “Ada apa Li?” Uli menjawab sambil menunjukkan pesan dari Rika dan panggilan tak terjawab darinya “tolong aku Li? kan Gin. Apa maksud si Rika ya?” aku tanya “kenapa gak loe angkat teleponnya. Panggilan tak terjawab sudah ke-7 kali”.

Uli jawab dengan santainya “*hehe, gak dengar. Pulas aku tidurnya”. Ya, Gilang, Yusuf dan Ben. Kemana mereka? Aku dan Uli mencari-cari mereka, dikoridor kami bertemu sama Yusuf. Membaca pesan itu dan mendengar penjelasan kami, ia kaget “Rika? Aku juga mau bilang nih, kalau dia semalam kirim pesan ke aku. Nih sama tulisannya. Tolong aku Yusuf. Makanya aku cari-cari kalian”.

Aneh banget. “Rika sudah datang?” tanya Uli. “Aku telepon, gak aktif ponsel anak ini. Aku cemas sama dia” kata Yusuf. Aku semakin kebingungan. Gilang sama Ben, belum muncul lagi. Tiba-tiba dering ponsel Uli berbunyi. “Hallo. Hallo Rika?” suara Rika? Suara Rika seperti ketakutan, terdengar suara Rika yang cemas diarah sana “Uli, Uli. Tolongin aku. Uli. Cepat” kami sangat terkejut mendengat suara Rika yang dispeaker Uli. Kemudian “tut, tut, tut”.

“Hallo. Rika, Rika. Hallo” suara Uli tak direspon. “Aduh, bagaimana nih” kata Uli yang panik. Kami semua panik. “Kita kerumah Rika seusai kelas. Gin, loe ikut ya?” kata Yusuf. “Aku? Maaf. Aku gak bisa. Kalian tidak menganggapku sebagai teman”. Aku langsung beranjak pergi, melihatku mereka berdua hanya terpaku diam seribu bahasa.

Malam harinya, Yusuf datang kerumahku dan membawakan berita buruk kepadaku sampai aku dan keluargaku yang mendengarnya kaget. “Ini mustahil” apa kabar buruk yang dibawa oleh Yusuf? Penasaran? Ikuti terus kisahku ya guys di “Gilang, gila part 3” yang asli memang benar adanya.

Fiolin Fradah

Sezgina F.S Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina F.S Fradah has write 94 posts