Guling Angker

Hi, selamat malam. Ini cerita kisah nyata di tempat kost-kostan saya dulu waktu remaja. Saat itu saya pusing cari kostan murah meriah tapi indah. Akhirnya saya dapat kostan nyaman tapi sedikit menyeramkan karna lokasinya jauh dari keramahan dan ini cerita sumbernya dari teman kostan saya yang pagi-pagi sudah syok. Gini awalnya. Teman saya saat itu pulang dari kerja tepat jam 5 sore.

Lalu dia ke kamar mandi untuk mandi melepas gerah, dia sempat ketuk pintu kamar saya untuk meminjam shampo karna kebetulan dia kehabisan. Saya pun kasih tanpa basa basi. Setelah mandi dia tertidur pulas dengan ruangan gelap cuman cahaya rembulan yang menerangi tembus dari kaca jendela yang tertutup gorden. Saat dia terbangun tepat jam 11 malam dia kehausan dan minum segelas air dan tertidur kembali sembari memeluk guling yang entah darimana datangnya.

Pikirnya mungkin aku yang kasih guling itu. Karna ngantuk berat dia tak pedulikan semua keadaan itu. Saat pagi menjelang dia sadar kemana guling yang semalam dia peluk. Dia terperanjat lalu mengetuk pintu kamarku yang saat itu aku lagi sarapan bubur kesayangan. Temanku bertanya penuh cemas dan sedikit penasaran dia bertanya padaku apakah aku memberi guling putih ke kamarnya? karna dia pikir aku tau dia tak punya guling.

Aku jawab polos “gak kok”. Dia terbelalak lalu siapa semalam yang aku peluk? Kami terdiam sejenak. Lalu aku memeriksa ke kamarnya ternyata tak ada guling putih yang dia maksud. Sedikit rasa takut, heran bercampur kami berdiskusi. Untuk menanyakan hal ini kepada tetangga kost yang lama, siapa tau dia tau jawabannya alhasil jawabannya adalah pocong kesepian.

Dahulu kala di belakang kost kami ada pemuda yang mati gantung diri, setelah kematiannya banyak kejadian aneh termasuk kejadian semalam yang teman kami alami. Tak sekali itu pocong itu pun beraksi menggangguku. Pas aku mau ke toilet kebelet buang air kecil, aku temui kamar mandi tertutup. Terdengar suara yang mandi tapi kenapa lama yah, aku balik kamarku kembali menunggu di kamar saja maksudku.

Beberapa menit kemudian aku kembali ke kamar mandi, ternyata masih tertutup rapat tapi tak berisik, tak ada tanda orang mandi. Aku ketuk-ketuk dan berbicara “hai siapa di dalam?” alhasil hening gak ada jawaban. Akhirnya aku beranikan diri masuk, ternyata tak ada seorang pun di dalam sana. Jadi siapa yang mandi tanyaku dalam hati. Tak pikir panjang aku langsung buang air lalu lari kecil karna ketakutan menuju kamarku.

loading...

Tak lama aku SMS temanku, aku tanya dia apa kamu yang mandi dan jawabnya gak. Aku SMS lagi kamar sebelah jawabannya sama. Aku panik tegang ketakutan. Serentak ada yang ketuk pintu, aku terkaget lalu ku buka pintu kamarku ternyata nihil gak ada siapa-siapa. Tiga minggu berturut-turut aku di ganggu bersama temanku. Kami murka dan kami sepakat pindah kost cari bersama biar mahal asalkan damai. Kami berencana kost satu kamar berdua biar ada teman. Alhamdulilah kami mendapatkan tempat layak huni tanpa gangguan aneh. Terimakasih good luck.

Share This: