Hadiah Ulang Tahun Pertama di Umur yang ke 17

Hai semua sobat KCH jumpa lagi dengan aku gina. Kita mulai saja ceritanya ya. Aku bingung, kenapa ini bisa terjadi dalam hidupku, 2012 bulan agustus yang lalu adalah hari ulang tahunku yang ke 17 dan mendapatkan hadiah yang sangat spesial dari tahun tahun sebelumnya lebih dari sekedar barang mewah. Aku tidak menyesal dan juga tidak bahagia mendapatkan hadiah yang luar biasa ini tapi kenapa hadiah yang seperti ini harus aku dapatkan?

Ya, mendapatkan indera keenam adalah hadiah luar biasa. Aku terlahir seperti anak normal, dari kecil aku tidak mempunyai keahlian supranatural tapi itu hanya sampai umurku yang ke 16. Kalau kalian sudah membaca cerita pertamaku yang berjudul “jadi yang tadi itu siapa?” itu yang aku katakan untuk pertama kali melihat hantu dan pada saat itu umurku masih 16 tahun, tapi waktu kejadian yang aku alami itu, aku tidak pernah ambil pusing aku mengira itu hanya kebetulan saja.

Karena saat kejadian itu aku gak pernah ngalami hal-hal aneh lagi, sampai tiba saat aku berumur yang ke 17 tahun. Begini kejadiannya. Malam itu tepat jam 12.00 kedua orang tuaku dan kakak serta adikku memberikan kejutan ulang tahun dengan membawa kue dan kado. Setelah make a wish dan membuka kado dari mereka satu persatu kemudian aku beranjak lagi untuk tidur dan begitu juga mereka.

Di saat tidur, malam itu aku bermimpi sangat aneh. Aku melihat ada seorang kakek menggunakan peci dan baju muslim yang dengan tiba-tiba menarik tanganku dan kemudian ia menghembuskan udara dari mulutnya ke mataku dan tanpa berkata apapun, kemudian ia menghilang. Tiba-tiba aku langsung terbangun begitu saja dari mimpiku dan aku berpikir “mimpiku tadi aneh. Siapa ya kakek tadi? Perasaan aku gak pernah melihatnya dan apa maksud yang di lakukannya itu kepadaku, menghembus-hembus udara ke mataku di kira aku kelilipan apa. Ada-ada saja”, *hehe.

Mimpi itu pun tak ku hiraukan lagi. Sampai suatu hari kejadian aneh menimpaku. Sore itu aku berada di rumah temanku bernama Kiki. Ia adalah teman sebangkuku. Kami berniat ingin belajar bersama mengerjakan tugas dari guru killer makanya aku datang ke rumahnya. Setelah tugas selesai kami kemudian menonton televisi di kamar kiki, tapi sewaktu masuk ke kamarnya aku merasa aneh seperti banyak sekali orang di dalam kamarnya dan penuh sesak. Padahal ketika itu di kamar hanya ada aku dan kiki saja. Di dalam kamarnya, aku sampai gak bisa gerak dan diam saja seperti patung sampai kiki heran melihatku.

K: kiki
A: aku

K: woi gin. Loe kenapa sih kok duduknya kayak gitu. Macam sempit saja kamarku. Sampai kakinya di tekuk lagi. Anggap saja ini kamar loe sendiri. Bebas saja, mau guling-guling kek loe. Jangan kaku gitu kenapa.
A: *hm ki. Aku gak apa-apa. Tapi rasanya kamar loe ini sempit banget ya.
K: oh my god, gin. Luas gini kamarku, loe bilang sempit. Loe kan bisa lihat sendiri kamarku. Sudah setengahnya lapangan bola (Lebay).

Iya juga sih, pikirku. Kamar Kiki malah lebih lebar dari kamarku, tapi rasanya kok sesak, sempit dan penuh ya? Akhirnya aku pamit pulang saja, dari pada aku kehilangan napas lama-lama disana. Bisa rumit urusannya, *hihi. Di perjalanan pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda motor, aku masih merasa aneh dengan yang aku rasakan di kamar Kiki dan tiba-tiba aku berhenti begitu saja di tengah jalan.

loading...

(Jalan kecil di kanan kiri rumah penduduk). Karena aku melihat ada seorang anak kecil yang mau nyeberang tapi anehnya entah kenapa ia kok gak menyeberang-nyeberang. Malah diam tepat di depanku. Padahalkan aku mau lewat. Sampai akhirnya aku klakson itu anak dan aku suruh minggir. Tapi ia gak minggir juga. Akhirnya aku turun dari sepeda motorku dan berniat ingin memarahi anak nakal itu.

Anehnya orang-orang yang lalu lalang di jalan itu malah keheranan melihatku dan malah parahnya ada yang sampai bulan lambang X tanda kurang waras. Apaan sih orang-orang ini? Di kiranya aku gila apa! Batinku. Cerita berlanjut ke hadiah ulang tahun pertama di umur yang ke 17 part 2.