Hadiah Ulang Tahun

Assalamualaikum reader KCH. Langsung saja ke ceritaku yang ke-90 ya dengan judul hadiah ulang tahun. Habisnya aku lagi gak sehat nih *hehe. Sore itu dengan rok panjang dan baju sampai siku aku duduk di teras rumah, menatapi air rintik hujan yang mulai turun. Rambutku yang panjang sepinggang dan bergelombang mulai menari-nari di terpa angin. Maklum entah kenapa sore itu aku malas memakai hijab, *toh gak ada yang lihat jadi gak apa-apa *hehe.

Angin yang memasuki pori-poriku mulai terasa berbeda, ada apakah ini? Apa ini angin sepoi-sepoi? Kok bertiupnya pelan sekali. Aku teringat akan sosok teman yang telah tiada, di terpa angin sepoi-sepoi ini aku mulai teringat dengannya. Ya saat masa SD aku dulu kami selalu bermain bersama, tepatnya di teras rumahku. Tiba-tiba aku mencium bau bunga mawar, sumpah walaupun aku perempuan, aku paling gak suka yang namanya bunga apalagi boneka.

Kalau sekedar selfie dengan bunga dan boneka sich ada *hehe. Aku mulai menutup hidungku, langit yang tadinya tidak terlalu hitam kini mulai hitam. Aku merasakan hawa yang berbeda di terasku. Apakah dia merindukanku? Tapi kenapa harus dia yang mengunjungiku. Tepat di pagar rumahku, kulihat seorang gadis seusiaku berdiri sambil memegang bunga mawar.

Ya aku tahu itu dia, temanku yang meninggal karena tertabrak mobil. Tapi itu sudah beberapa tahun berlalu. Aku bahkan sudah sangat lama tidak mengunjungi makamnya. Apakah dia marah padaku karena aku tidak mengunjunginya? Entahlah. Dia tiba-tiba menghilang dibarengi adanya asap dan angin laksana sepoi-sepoi. Aku menghembus nafas lega.

Tetapi ada sesuatu yang memegang pundakku. Oh ya Allah kenapa dia harus menyentuhku, aku menutup mata, memohon agar dia lekas pergi. Jika dia sudah pergi saat aku membuka mataku, aku berjanji akan mengunjunginya besok, serta membawa bunga mawar kesukaannya. Saat kubuka mataku, di depanku terdapat dua tangkai mawar putih dengan dihiasi cairan merah, apalagi kalau bukan darah.

Saat aku ambil bunga itu, seseorang membisikkan sesuatu untukku “selamat ulang tahun bismi” bisiknya. Ya aku baru teringat kalau hari ini adalah ulang tahunku. Mengapa aku begitu pikun sampai-sampai tidak mengingatnya. “Nida kamu merupakan kado spesial di hari ulang tahunku, terima kasih karena sudah mengunjungiku dan aku berjanji akan mengunjungimu juga besok” kataku sambil tersenyum kepadanya yang berada tepat di sebelahku, wassalamualaikum.
Facebook: Bismi jasein

loading...
Bismi Jasein

Bismi Jasein

Facebook: Bismi jasein
I Fans Anime Naruto and Boruto Naruto Next Generation From Aceh

All post by:

Bismi Jasein has write 90 posts

Please vote Hadiah Ulang Tahun
Hadiah Ulang Tahun
3.3 (65%) 4 votes