Hampir Menjadi Tumbal Ilmu Leak

Hai guys ini cerita yang ke 3 dari Agus cahya, baca juga ya ceritaku yang sebelumnya malam valentine berdarah. Hm langsung saja deh. Pada tahun 2014 aku dan teman-temanku (Arya, Vina, Reva) sedang berkemah di hutan, lalu di saat kami sedang membuat api unggun tiba-tiba ada hembusan angin kencang hingga merusak tenda, sehingga kami pun sempat *cekcok.

Vina: “Gus kamu itu gak punya tenda yang bagusan dikit apa?”.
Aku: “ini tenda bagus *kok sudah sering aku pakai kemah, mungkin memang nasib kita saja yang lagi apes”.
Vina: “ah alasan loe saja, kalau peralatannya belum siap jangan ngajak kemah dulu *donk”.
Reva: “sudah-sudah jangan berantem, lihat disana ada gubuk, kita kesana saja yuk!”.
Arya: “kok aneh ya ada gubuk di tengah hutan?”.
Reva: “tidak usah banyak mikir kita kesana saja yuk”.

loading...

Kemudian kami berempat menuju gubuk itu. Aku mengetuk pintu (*tok, tok permisi ada orang di dalam?). Kemudian di bukalah pintu oleh seorang gadis cantik, aku pun merasa aneh melihat penampilannya seperti orang kerajaan Bali kuno (pakai kain selendang di dada saja dan kamen/kain menutupi bagian bawahnya, dan memakai banyak perhiasan emas).

Gadis itu mempersilahkan kami masuk dan menyediakan makanan yang banyak untuk kami. Karena penasaran akhirnya aku bertanya pada gadis itu, (mbok adalah sebutan mbak untuk orang bali).

Aku: “maaf kami lancang singgah ke rumah mbok, soalnya tadi tenda kami rusak, kami boleh tahu gak namanya mbok siapa?”.
Gadis: (senyum sambil berkata) “namaku Ayu Artika”.
Reva: “tinggal sendirian ya mbok?”.
Ayu: “iya ini sudah aku sediakan makanan untuk kalian silahkan makan”.

Dengan perasaan yang aneh kemudian aku mengambil 1 buah apel dan aku permisi mau ke toilet, lalu aku buang air kecil di buah apel tersebut dan alangkah kagetnya aku ketika buah apel itu berubah menjadi apel busuk. Dengan spontan aku menyuruh teman-temanku untuk lari dari gubuk itu, karena itu adalah gubuk seorang penganut ilmu leak, kemudian teman-temanku melihat wajah gadis itu berubah menjadi setengah manusia setengah setan.

Bertaring, matanya merah, lidahnya panjang menjulur keluar sambil mengeluarkan api dari mulutnya. Kami semua lari terbirit-birit hingga sampai ke perumahan warga, kami ceritakan pada warga disana. Dan warga disana menjelaskan apabila kami memakan makanan itu kami akan meninggal dan akan di jadikan tumbal ilmu leak. Sekian dulu ceritaku mohon maaf bila kurang seram. Terima kasih sudah membaca ceritaku.

loading...