Handphone Baru

Namaku Alya Arabella Candra. Kalian bisa memanggilku Alya. Ini kisah tentang handphone baru, yang baru aku beli bulan lalu. Suatu hari aku ingin membeli handphone baru dikarenakan handphoneku yang dulu kacanya pecah. Saat kulihat-lihat aku memilih satu handphone yang kelihatannya menarik dan cocok untuk dikenakan pada masa modern, walaupun menurutku handphone itu sudah jadul. “Mbak, handphone yang itu berapa?” Tanyaku.

“Harganya 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah).” Aku bergumam,”Murah sekali. Beli yang ini sajalah”. Aku segera mengambil handphone itu dan menuju kasir. Isi handphoneku di setting datanya, dan 3 jam kemudian data handphoneku sudah ada. “Makasih, Mbak.” Kataku gembira. “Ya, Dek. Hati-hati ya dengan handphone itu!” Pesan Mbak itu. Aku bertanya sendiri pada diriku “apa maksudnya hati-hati?”.

Aku mengabaikannya. Mungkin karena handphonenya merk lama, jadi mungkin saja bisa meledak atau gampang rusak. Aku menuju rumah dan segera mengecek kembali semua datanya. Tiba-tiba di data gallery aku menemukan foto aneh. Foto itu berupa tulisan. Tulisannya “Jangan gunakan handphoneku!”. Aku kaget sekali, esoknya aku ke toko itu lagi. Aku bercerita pada mbaknya.

loading...

Mbaknya menjawab “Saya tidak tahu semua itu. Tanggunglah nasib dan masalahmu sendiri. Tanyakan saja pada orang dibelakangmu itu”. Aku kaget. Dibelakang? apa maksudnya? Saat aku melihat kebelakang, tidak ada apa-apa. Tetapi, penjual itu sudah hilang, sampai sekarang aku tidak tau keberadaan toko itu. Saat aku pulang dan kembali lagi toko itu sudah hilang entah kemana. Sekian, ceritaku.

Share This: