Handphone Kematian Bagian 3

Sebelumnya handphone kematian bagian 2. Malampun tiba pukul 21.05 aku segera masuk ke kamarku karena aku sebenarnya takut kalau harus menunggu di rumah sendirian. Sesampai aku di kamar, aku mendengarkan musik lewat headset sambil berbaring di kasur kamarku, tak lama kemudian dalam pendengaranku, aku mendengar seperti ada suara seseorang yang mengemudi motor lalu tertabrak oleh mobil truk.

*Ssiiittzzzcc drrakk*. Dengan panik aku pun langsung melepas headset dari telingaku lalu aku segera berlari keluar rumah untuk mengecek keadaan apakah benar ada orang yang kecelakaan. Sampai di gerbang rumah aku pun berjalan ke tengah jalan raya dan melihat kiri kanan, menoleh depan belakang, namun jalanan itu memang sepi tak ada kendaraan yang lewat.

“Loh! Kok gak ada apa-apa sih? Terus yang aku dengar tadi apa ya? Apa aku yang salah dengar karena terlalu tinggi menekan tombol volumenya?” gerutuku penasaran.

Lalu aku pun masih penasaran aku ingin memastikan keadaan, dan aku berjalan ke perempatan lampu merah yang berjarak 5 menit dari rumahku dengan detak jantung yang kencang, rambut terikat 1, memakai baju T-shrit berwarna merah dan celana pendek berwarna hitam. Aku segera melihat kanan kiri di perempatan jalan dan tetap sama, disana tak ada kejadian apapun. Di saat aku berbalik badan ingin kembali ke rumah, mataku terpana dengan sekumpulan pasir di seberang ujung perempatan.

“Apa itu ya? Kok banyak pasirnya?” tanyakku dalam hati.
“Ah sudahlah, mungkin itu hanya pasir yang berjatuhan dari sebuah truk pengangkut pasir”.

Malam semakin larut, akhirnya aku memutuskan untuk segera tidur supaya aku tak merasakan hal aneh lagi. Jam menunjukan pukul 22.54 mataku masih saja belum bisa terpejamkan. Dan otakku masih berpikir tentang kejadian aneh tadi, tepat pukul 23.10 handphone yang aku temukan berbunyi. “Kring, kring, kring”. Suara telepon itu semakin keras bunyinya.

“*Hih! Siapa sih malam-malam begini telepon. Kayak gak ada hari lain saja?” ucapku dengan nada kesal.

Lalu aku pun menjawab telepon itu.

loading...

“Iya hallo, selamat malam. Dengan siapa ini?” aku ucap sampai 2 kali tak ada jawaban, dan disaat aku ingin mematikan teleponnya orang itu menjawab.
“Kembali-kan, hand-phone sa-ya” dengan nada suara pelan dan sedikit di seret-seret kalimatnya.

Aku pun dengan senang hati mendengarnya ternyata si pemilik handphone itu mencari handphonenya. Aku pun langsung menjawab.

“Oh iya mas ini handphonenya sama saya, kapan kita bisa bertemu biar saya antar handphone *Tut. Tut. Tut* (suara telepon di matikan)”.
“ya kok mati? Hallo mas? Mas? Kan aku belum selesai bicara sudah di matikan saja gak sopan”.

Selanjutnya handphone kematian bagian 4.

Salim

Salim

“,…Daku menuliskan kisah dari dimensi lain tanpa pena serta tanpa lampu”.

Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena orang lain tidak dapat melihatku, dan aku sangat mudah melihatmu di tempat yang terang.

Terima kasih yang sudah membaca ceritaku !!

FB : Sa Lim.

All post by:

Salim has write 31 posts

Please vote Handphone Kematian Bagian 3
Handphone Kematian Bagian 3
3.5 (70%) 2 votes