Hantu Apartemen Part 3

Cerita sebelumnya hantu apartemen part 2. Halo sahabat KCH, lanjutkan disini ya. Yuli cerita ke saya itu siang sekitar jam 13.00 dan di unit cuma ada saya, yuli, dan teman kita edelweiss. Kita di kamarnya edelweiss lagi cerita gitu sambil mainan laptop. Gak tahu kenapa padahal siang, tapi kita merasa merinding. Lagi cerita gitu, pintu unit ada yang ketuk-ketuk, terus yuli yang buka. Saat yuli buka, yang dia lihat itu pramugara teman kita.

Terus yuli seperti lagi ngomong gitu, karena saya dan edel lagi di kamar jadi gak dengar yuli ngomong apa. Tiba-tiba yuli histeris teriak! Saya agak lupa sama yang ini (maklum sudah 7 tahun lalu). Kalau gak salah pas yuli teriak, dia langsung tutup pintu dan edel nyamperin yuli. Mereka langsung ke kamar dan si yuli cerita. Dia bilang saat buka pintu ada mas pramugara, dia cuma pakai baju kaos dalam gitu terus sama yuli di tanya “eh mas, lo ngapain disini? (sambil dorong-dorong mas itu)”.

Tapi mas itu diam saja alias berdiri saja tanpa ngomong apapun. Tapi yuli tetap manggil “mas, mas, mas!” saja dan dia tetap diam, dari situ yuli langsung tutup pintu terus teriak. Kita semua merinding siang itu, terus si yuli langsung telepon pacarnya suruh ke unit kita, akhirnya pacarnya datang dan yuli cerita sambil nangis. Terus mereka langsung pergi kalau gak salah (lupa), dan yuli ketemu sama mas pramugara itu di lift.

loading...

Yuli bilang “mas lo ngapain sih tadi ke unit aku? terus pakai kaos dalam *doang?” pramugara itu bilang “aku gak ke unit lo, nih aku habis dari mobil (sambil nunjukan kunci mobil), aku juga pakai kaos ini (warna biru)”. Ah bohong lo, kata yuli. Dan pramugara itu sampai sumpah-sumpah kalau benar-benar gak ke unit kita tadi. Terus yang ke unit siapa dong? *hii.

Dan setelah itu laily pernah cerita. Dia malam itu mau ke bawah beli makan. Laily satu kamar sama edelweiss, dan kamar mereka bisa kelihatan dari bawah (jalan raya). Edel lagi di kamar dan laily turun ke bawah. Saat sampai di bawah, laily lihat kamarnya itu. Dia lihat kalau lampu kamarnya kedap-kedip, laily kira mau putus bohlamnya jadi sekalian beli bohlam.

Laily langsung SMS edelweiss “del, lampu kamar kita kedap-kedip ya?” edel jawab “enggak kok, Li (alias terang-terang saja)”. Laily jawab lagi “tapi aku lihat dari bawah lampu kamar kita kedap-kedip, makanya aku tanya kamu”. Edelweiss langsung merinding.

Memang di lantai 17 itu seram banget, pas lift ke buka terus baru selangkah di lantai itu saja ngerasa ada yang aneh. Setiap saya habis main terus mau ke atas, saya biasanya sambil dengarin musik lewat headset sambil nyanyi-nyanyi gak jelas atau baca ayat kursi biar gak ngerasa takut. Kadang kalau saya pulang terbangnya sampai larut malam, saya selalu minta pembantu saya nunggu saya di lobby terus ke atasnya bareng-bareng.

Dari kejadian-kejadian itu kita semua ingat ke belakang bahwa saat masuk unit ini kita gak ucap salam/permisi mungkin penunggunya marah. Dan kadang setiap malam jumat, suka saya bacakan surat Yassin dan setiap kita masuk ke unit, kita ucapkan salam deh.

Itu saja kisah nyata dari saya. Intinya kita juga harus menghargai mereka apalagi di tempat baru karena kita gak tahu mereka suka apa enggak sama kita. Setidaknya kasih salam dan bukankah di dalam Islam ketika kita masuk ke rumah harus mengucap salam? Walau itu rumah kita sendiri. Karena ketika kita ucap salam (assalamualaikum), mereka menghindar. Terima kasih semuanya, insya Allah lanjut lagi nanti. Wassalamualaikum.

loading...
KCH

Irmaniar

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Irmaniar has write 2.797 posts