Hantu Asap

Assalamualaikum wr, wb. Halo sahabat KCH, nama saya agus. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman seram saya. Saat itu aku masih duduk dikelas 2 SMP sekitar tahun 2004. Saya mengikuti ekstrakurikuler pencak silat yang diwajibkan oleh pihak sekolah. Pada pertengahan semester diadakan ujian kenaikan tingkat pencak silat yang diadakan selama dua hari dan diikuti oleh berbagai sekolah yang kebetulan tempat kegiatannya diadakan disekolah saya.

loading...

Ujian dilakukan dari pagi hingga sore hari disekolah. Kami diberikan waktu istirahat jam 12 dan 5 sore. Berbagai kegiatan yang dilakukan dari pagi sampai sore sangat menguras tenaga karena kegiatannya sebagian besar berupa fisik. Kami diberi waktu istirahat sampai jam 8 malam. Tepat jam 8 malam kami dikumpulkan ditengah-tengah lapangan. Jumlah peserta ujian ada sekitar 50 orang mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama.

Saat itu kami dibagi menjadi 10 kelompok yang terdiri dari 5 anggota. Saya dijadikan ketua kelompok dan anggota saya semuanya dari siswa SD. Dalam kegiatan itu kami ditugaskan untuk melakukan jurit malam diluar lingkungan sekolah. Kelompok saya mendapatkan nomor urut 8. Sambil menunggu kelompok lain berangkat satu-persatu, kami menyempatkan untuk belajar materi yang nantinya akan ditanya disetiap pos.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 11.45 malam dan giliran kelompok saya dipersilahkan jalan. Untuk mencapai pos pertama kami hanya diberi petunjuk untuk mengikuti jalan setapak. Kami pun berjalan menyusuri jalan itu. Awalnya masih disekitar rumah rumah penduduk. Setelah kurang lebih 500 meter jalannya menuju kepersawahan. Antara sawah dengan rumah warga dibatasi dengan pohon bambu dan kebun yang tak terawat.

Tempatnya gelap namun masih terlihat karena ada lampu dirumah warga. Tapi tetap saja tempatnya seram. Anggotaku pada ketakutan melewati jalan itu. Tak disangkal sebenarnya saya juga takut, namun saya memberanikan diri karena malu jika anggotaku melihatku takut. Meski pelan akhirnya kami sampai dipos pertama sekitar 100 meter menuju kesawah. Di sana kami dapat bernafas lega karena ada guru yang menunggu.

Setelah selesai dipos pertama kami disuruh melanjutkan. Pos kedua kurang lebih 1 KM jauhnya. Gak kebayang rasa takutnya melewati persawahan yang dipenuhi pohon jagung waktu itu. Kami bertekat untuk berjalan tapi selalu was-was. Sekitar 400 meter berjalan kami melihat ada bangunan. Pikirku sedikit lega karena akan melewati rumah warga. Namun ternyata salah, setelah kami dekat dengan bangunan itu, ternyata itu adalah pabrik tua yang tidak terpakai lagi.

Rasa merinding pun menghampiriku ditambah lagi jalannya melewati belakang pabrik sepanjang 50 meter. Ketika akan melewati jalan itu tiba-tiba saja udara berubah menjadi agak panas. Salah satu amggotaku menggenggam tanganku kuat-kuat merasakan suasana sekitar. Benar saja setelah setengah jalan dibelakang pabrik itu saya melihat kepulan asap sangat putih seperti kertas. Mungkin itu hanya orang yang membakar sampah.

Tapi setelah saya amati beberapa saat asap itu tidak seperti asap pada umumnya. Dia berkumpul menjadi satu dan tidak terpecah-pecah. Asap itu semakin tinggi dan melikuk-likuk setelah itu merendah kembali dan tinggi kembali. Ternyata dibawah asap itu tidak ada perapian dan asapnya melayang. Kakiku gemetar melihat penanpakan itu. Mulutku serasa dikunci tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Sesaat kemudian aku dikejutkan oleh panggilan anggotaku.

Sontak saja saya menyuruh mereka lari. Karena saking takutnya saya berlari tak melihat jalan akhirnya saya tersandung dan jatuh ketanah. Saya ditolong anggota saya untuk bangun. Kemudian saya mengambil kayu yang membuat saya tersandung dan hendak membuangnya. Tapi ketika saya ambil kayu itu ternyata berbentuk papan dengan cat putih yang sudah kusam. Saya melihat ada tulisan dikayu itu, saya perhatikan lebih dalam. “*Alamak, batu nisan” secara reflek saya melempar kayu itu. Anggotaku pun menjerit ketakukan.

Ternyata saat ini kami berada ditengah-tengah kuburan. Kami perlahan berjalan melewati kuburan itu namun diujung kuburan saya melihat kuburan yang berbeda dari kuburan lainnya. Di atasnya terdapat pohon beringin sangat besar dan banyak ditumbuhi akar-akar menggelantung. Dari kuburan itu mengepul asap putih pekat. “Itu kan asap tadi yang aku lihat dibelakang pabrik?”.

Ternyata bukan saya saja yang melihatnya. Semua anggota saya pun juga melihatnya. Kami menjerit sekeras kerasnya dan ada yang menangis. Tanpa pikir panjang kami berlari secepat kilat meninggalkan tempat itu. Sampai dipos dua kami menceritakan kejadian itu kepada guru kami dan kami diijinkan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Itulah kisahku bertemu dengan hantu asap.

Facebook: [email protected]
Whatsapp: 085230285355

KCH

Agus salim

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Agus salim has write 2,704 posts

Please vote Hantu Asap
Hantu Asap
Rate this post