Hantu Baik

Terlihat siswa sedang memanjat pagar besi yang berada di atas gedung sekolah, siswa itu mulai memanjat perlahan-lahan dan sudah siap berdiri di atas pagar besi siap untuk melompat. Tiba-tiba seorang gadis berteriak dari belakang melihat siswa itu siap terjun ke bawah.

“Jangan bunuh diri” teriak gadis itu dari belakang andi.
“Mau apa kamu cegat aku, aku tidak kenal denganmu dan apa urusanmu?” bentak andi.
“Aku tahu kamu punya masalah, tapi apa dengan bunuh diri bisa menyelesaikan semua?” kata siswi itu.
“Memang tidak, tapi setidaknya hidupku tidak terus harus menderita begini” kata andi.

“Apa yang membuatmu berbuat seperti itu?”.
“Aku menderita penyakit leukimia dan aku juga tidak akan lama juga hidup, lebih baik aku selesaikan sekarang” kata andi.
“Jika kau mati, kamu tidak akan bahagia di akhirat karena percuma Tuhan tidak akan memasukanmu di pintunya melainkan menutupnya” kata siswi itu dengan mata berkaca-kaca.

“Kau ini siapa?” tanya andi heran.
“Aku hanya ingin membantumu secara baik-baik”.
“Aku tidak butuh di bantu, karena penyakit ini aku juga akan mati, sebaiknya aku mengakhirnya sekarang” kata andi yang mulai melompat.

Tiba-tiba tangan dingin memegang tangan andi, dengan begitu erat sekali andi menoleh ke atas. Gadis itu memegang tangan andi wajahnya di penuhi air mata, dia menangis tersedu-sedu, andi berontak untuk lepas dari tangan gadis itu, andi memukul tangan gadis itu, tapi pegangan gadis itu semakin erat. Urat-urat tangan gadis itu sampai keluar, dia mencoba mengangkat andi dengan kekuatannya sendiri, andi berhasil di angkat dan gadis itu mengatur nafasnya yang mulai kehabisan tenaga.

“Siapa kau ini, kenapa kau segitunya untuk menyelamatkanku?” tanya andi heran.
“Karena dulu temanku mati disini, aku tidak bisa menolongnya” kata gadis itu sambil menundukan wajahnya.
“Aku sudah bosan dengan hidupku, aku tidak punya kawan dan sekarang aku punya penyakit ini, Tuhan tidak adil” kata andi.
“Penyakit bukanlah penghalang hidupmu, jika Tuhan tidak adil kenapa anggota tubuhmu lengkap semua?” kata gadis itu.

“Jika kamu ingin menikmati hidup, pandai-pandai bersyukur jadi orang” kata gadis itu.
“Tahu apa kamu? Kau hanya tahu bicara tapi tidak dapat melakukanya” bentak andi.
“Semua orang memang hanya tahu menasehati orang tapi setidaknya ada saran untuk setiap manusia yang di dunia ini, jika manusia tidak dapat saran apa mereka bisa berubah?” kata gadis itu.

Gadis itu mulai berdiri perlahan kulitnya pucat tatapan gadis itu begitu hangat di mata andi, siapa gadis itu (gumam andi dalam hati). Gadis itu berjalan meninggalkan andi, dan gadis itu menoleh kepada andi.  “Aku bisa jadi temanmu jika mau, dan aku tidak akan meninggalkanmu” kata gadis itu tersenyum kepadanya.

Gadis itu berjalan meninggalkannya, andi mencoba mengejarnya membuka pintu tangga tapi gadis itu sudah tidak ada. “Kemana dia cepat sekali” kata andi. Lalu andipun kembali ke kelasnya duduk dan berpikir siapakah gadis itu, dia sangat baik menyelamatkan andi. Jam pulang sekolah pun tiba, hujan turun begitu lebat andi tak sabar menunggu hujan dia menerobos hujan untuk pulang.

Dia menoleh ke atas terlihat gadis itu berdiri di pagar pembatas, dia duduk memandangi hujan melihat ke atas langit, andi penasaran dengan gadis itu belum mengetahui namanya andi berlari ke lantai paling atas. Sesampainya disana hanya suara-suara gemuruh yang ada, gadis itu tidak ada sama sekali, hanya kesunyian menemani. Andi kecewa tak berhasil menemukan gadis itu dan kembali turun ke bawah. Saat andi membuka pintu gerbang sekolah.

“Jangan menyerah dengan hidupmu ya! Aku selalu melihatmu” teriak gadis itu dengan senyuman manisnya. Andi yang mendengar kata-kata gadis itu, hatinya begitu senang dan semangat hidupnya mulai bangkit, andi hanya mengangguk dan berjalan pulang kerumah. Keesokan paginya andi berjalan masuk sekolah andi terlihat gadis yang kemarin, dia sedang duduk di dekat tiang badannya masih kelihatan pucat, andi mendekatinya.

“Hay” sapa andi.
“Hay juga bagaimana kabarmu?” tanya gadis itu lembut.
“Aku baik terima kasih ya kamu sudah buat semangat hidupku bangkit lagi” kata andi.
“Iya sama-sama, sesama manusia harus saling membantu walaupun aku bukan manusia lagi” kata gadis itu.

“Apa?”.
“Tidak kok”.
“Aku andi” kata andi menyodorkan tangannya.
“Aku lita” kata gadis itu menerima tangan andi.

Tangan gadis itu begitu dingin bagaikan es batu, andi tak terlalu memikirkannya mungkin karena masih terlalu pagi untuk sekolah.

“Kamu kelas berapa?” tanya andi.
“Aku di kelas B” kata lita.
“Oh gitu ya”.
“Sejak kapan kamu punya penyakit itu?” tanya lita.
“Sudah 1 bulan ini, aku tidak tahu hidupku akan berapa lama lagi yang harus aku lalui untuk ini” kata andi.
“Aku akan selalu melihatmu, dan kasih semangat buat kamu andi, setidaknya kamu harus semangat untuk hidup kalahkan sakitmu” kata lita menepuk pundak andi.

Aku tersenyum mendengar kata-kata lita, terlihat orang-orang yang melewati andi meliriknya dengan tatapan aneh.

“Kenapa orang melihatku begitu ya?” tanya andi heran.
“Heran kali karena kamu punya teman secantik aku *hehe” tawa lita.
“*Hehe iya juga ya, iya sudah aku masuk kelas dulu ya” kata andi.
“Oke hati-hati ya, perhatikan langkahmu bila berjalan” kata lita.

Saat andi menaiki tangga, tiba-tiba langkah andi meleset dan andi hampir jatuh, untungnya lita berada dibelakangnya menyelamatkannya.

“Aku sudah bilang perhatikan langkahmu andi” kata lita.
“Terima kasih banyak lita” kata andi.

Jam pelajaran pun di mulai, semua murid-murid mulai belajar, tidak dengan murid jahil yang melempari andi dengan kertas dikepalanya andi yang tahu itu hanya diam tak memperdulikannya. Saat siswa itu ingin melemparinya lagi, tiba-tiba lemparannya berbalik mengenai siswa jahil itu, semua kertas melayang melemparinya, lita melemparinya ke guru, siswa itu pun terkena hukuman.

Andi yang melihatnya begitu heran. Siswa itu terlihat ketakutan sekali melihat andi ternyata siswa itu melihat wujud asli lita yang penuh dengan darah segar di kepalanya. Jam istirahatpun tiba, andi berjalan ke arah kantin untuk membeli makanan dan minuman, tiba-tiba hidung andi mimisan, dan darah jatuh ke bajunya, kepala andi mulai terasa pusing dan andi jatuh pingsan, andi di bawa di UKS. Mata andi perlahan-lahan terbuka bangun dari pingsannya, terlihat ibunya dan lita di sampingnya, lita melihat andi begitu sedih.

loading...

“Hay sudah bangun” sapa lita hangat .
“Apa aku bisa sembuh dari sakit ini lita ?” tanya lita
“Tenang saja penyakitmu masih bisa sembuh, besok pulang sekolah kita cari air kelapa muda” kata lita memegang tangan andi.

“Kamu sudah bangun nak, ayo kita pulang kamu istirahat dirumah ibu akan panggilkan dokter” kata ibu andi.
“Iya ibu oh iya itu temanku bu” belum andi selesai bicara lita menolak andi memberitahukan bahwa lita teman andi.
“Apa nak?” tanya ibu andi.
“Tidak apa-apa kok bu, ayo pulang”.

Ibu andi membantu anaknya berdiri dan berjalan ke arah mobil yang di pakai ibunya,lita menunjuk hatinya dan tersenyum kepada andi dan berkata.

“Jika kau ingin menikmati karunia Tuhan, maka pandai lah bersyukur andi, ingat penyakit bukan lah penghalang untuk hidup, penyakit bisa sembuh jika kita melawannya” kata lita.

Andi mengangguk tersenyum, lita melambaikan tangannya.

“Bye, bye jumpa lagi besok, cepat sembuh ya” kata lita melambaikan tangannya.

Andi hanya tersenyum ke arah lita. 3 hari kemudian andi datang kesekolah setelah badannya enakan untuk bersekolah, andi berjalan melewati pagar sekolah memasukan sepedanya dan memakirkan sepedanya di dekat pohon mangga. Andi menghela nafasnya dan berjalan mencari lita di kelasnya, terlihat murid sedang bercanda tawa dengan murid lainya tetapi andi tak melihat ada lita di kelasnya. Saat andi berbalik untuk ke kelasnya, lita berada tepat dibelakangnya.

“Apa yang kamu cari andi?” tanya lita lembut.
“Tidak apa-apa kok, aku hanya cari kamu lita” kata andi.
“Bagaimana keadaanmu? Baik-baik saja kan, selepas pulang sekolah kita beli kelapa muda untuk mempercepat kesembuhanmu” kata lita.

“Air kelapa bisa memang?”.
“Aku tahu air kelapa itu membuang racun dari tubuh andi, jadi tenang saja kamu akan sembuh kok” kata lita menyemangati andi.
“Orang aneh” kata siswa yang lewat bersama temannya.

Bersambung di hantu baik part 2.

Gugun

Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Gugun has write 48 posts

Please vote Hantu Baik
Hantu Baik
Rate this post