Hantu Bambu Runduk

Pohon yang identik berbau mistis selain pohon-pohon besar dan beberapa nama pohon yang terkenal angker, selain pohon beringin, mangga, pete, sawo dan yang paling langsing tapi rimbun yaitu pohon bambu. Kisah horor pasti selalu menyebut nama-nama pohon itu. Entah itu memang pohon favorit mereka atau ah apalah. Namun karena rumah dan desaku masih ada banyak pohon terutama pohon bambu, tiada salahnya saya akan bercerita tentang hantu bambu runduk (merunduk).

Nama hantu ini terkenal di desa kami. Dan yang pernah mengalami kisahnya pun tidak sedikit. Saya dwi, ari dan arif adalah nama kakak kandung dan kakak sepupuku. Kali ini, mereka berdua yang mengalami. Malam itu seperti biasa anak-anak di desa kami pulang dari mengaji. Mereka saudara seperti sahabat karib, siang malam selalu bersama. Entah mengapa malam itu sangat mencekam, gelap gulita.

Penerangan di desa kami belum maksimal, entah itu sedang padam listrik atau entah belum ada listrik. Saya lupa, *hehe maklum usiaku masih sekolah TK, kecil. Mereka pulang dengan teman yang lain. Tapi, di perjalanan mereka di tinggal lari oleh kawan-kawan. Setelah memasuki gang rumahku, dan di depan rumahku masih banyak kebun kosong serta banyak kelompok rimbunan pohon.

Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, tapi anehnya angin itu hanya ada di rimbunan pohon bambu, dan dekat dengan jalan yang akan di lewati mereka berdua. Tiba-tiba, bambu-bambu itu merunduk, biasanya jika tertiup angin mereka/pohon bambu hanya merunduk seperti biasanya alias normal. Tapi kali ini pohon bambu itu merunduk hingga ketanah seperti tumbang, sehingga menghalangi mereka untuk berjalan.

Sontak mereka terkejut dan lari menuju pintu rumahku. Sambil menggedor-gedor pintu, tapi ibu lama sekali tidak membukanya. Sehingga mereka menangis ketakutan, akhirnya ibu membuka pintu sambil bertanya. Tapi ketika mereka bercerita tentang yang di alaminya barusan ke ibu, dan hendak memberi tahu buktinya. Tiba-tiba pohon bambu itu sudah normal kembali alias di posisi biasa.

Dan mereka pun di tenangkan oleh ibu. Tapi arif tidak berani pulang, akhirnya di antar pulang oleh bapakku. Keesokan harinya, ibuku cerita padaku sambil tertawa kalau kakak ari menangis. Akhirnya aku yang jahil mengejeknya, dan dia marah-marah. Waktu pun berlalu, dan usiaku kini remaja 15 tahun. Tapi kebun kosong alias kebun bambu di depan rumahku masih ada. Dan Kali ini saya mengalami sendiri.

Malam ini adalah malam jumat, entah tanggal dan bulan berapa saya lupa. Seperti biasa di malam jumat ada acara rutinitas pengajian remaja, dan saya pun lupa saat itu bergilir di rumah siapa. Waktu pulang dari acara, seperti biasa melewati gang menuju rumah selalu sendiri kecuali acaranya di area gang rumahku. Saat itu di perjalanan biasa saja, sunyi sepi santapan rutinitas di jam 10 malam.

loading...

Ku langkahkan kaki setapak demi setapak, tiba-tiba ada angin kencang, tapi angin itu hanya di area kebun bambu saja. Ah saya mulai merasa was-was, aku lanjutkan lagi langkah kaki, tiba-tiba kebun itu pada roboh alias tertidur hingga tanah. Ku amati mereka/bambu-bambu itu tapi seakan-akan ada yang melambai-lambai, lalu berbunyi *kretek krek seperti patah dan merunduk lagi mengikuti bambu lainnya.

Ku mulai melangkah cepat dan kuputuskan untuk lewat pintu belakang atau di letter L. Aku tutup pintu dengan suara kencang. *Jder suaranya membangunkan bapak dan ibu. Akhirnya saya di marahi, tapi aku diam saja, sudah itu saya ambil air wudhu dan shalat isya, lalu tidur.

Keesokan paginya, saya cek di depan rumah dan melihat pohon-pohon bambu itu sudah berdiri normal seperti biasa. Padahal semalam seperti ada suara patah, pikirku. Belum hilang rasa heranku, lalu aku teringat cerita ibuku tentang kakak-kakakku. *Huh ternyata saya juga ikut mengalaminya, kataku dalam hati. Sekian.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts