Hantu Bermulut Robek Part 2

Cerita sebelumnya hantu bermulut robek. Keesokan paginya lita memasuki kelas, terlihat papan tulis digambar dengan wajah lita, bertulisan “gadis topeng” lita emosi dan menghapusnya. Sahabatnya hanya masuk dan tidak berbicara dengannya, hanya melihat lita menghapus saja sambil mengobrol dengan temannya. Hati lita marah dan benci kepada mereka, “apa salah lita” (gumamnya).

Tiba-tiba seorang lelaki mengabarkan bahwa yang kemarin berkelahi dengan lita, mati dengan tragis, matanya ditusuk oleh gunting dan kepalanya ditusuk-tusuk. Selepas pulang sekolah lita mengikuti pemakamannya, terlihat gugun juga mengikutinya dan mengajak gugun untuk berbicara diatas bukit kecil.

“Hay kak gugun, aku punya sebuah hadiah untukmu” ucap lita memberikan hadiahnya yang dibungkus kado berwarna pink.
“Wah apa ini?” ucap gugun membuka isi hadiah dari lita .
“Kak gugun suka?”.
“Ini sarung tangan, bagus juga”.
“Iya aku jahit sendiri itu *hehe”.

“Kamu pintar ya”.
“Makasih, aku suka dengan kak gugun, aku sangat mencintai kak gugun” ucap lita.
“Maaf aku sudah punya pacar, dan aku tidak mungkin pacaran denganmu, kamu kan bisa cari yang lain, kan kamu cantik”.
“Apa aku cantik?” tanya lita yang membuka maskernya, di pipi kiri lita terlihat jahitan semua.

Gugun yang melihat itu shock, dan memalingkan wajahnya lalu meninggalkan lita sendiri. Keesokan paginya saat kakak-kakaknya lita sedang makan bersama-sama sambil menonton berita ditelevisi, dikabarkan bahwa gugun menghilang tanpa jejak, polisi sudah mencari kemana-mana, namun masih belum ditemukan.

“Bukannya kemarin kamu sama dengan gugun?” tanya sandra.
“Tidak kami hanya berbicara dipemakaman, lalu pulang kak” jawab lita yang sedang makan.
“Tapi kan kamu yang terakhir bersama dia?” tanya mila.
“Dia bersama temannya, lalu aku pulang sendirian”.

Lita pun pergi sekolah dengan menaiki bus, semua orang memandang lita karena memakai masker. Sesampainya disekolah lita melihat wanita berwajah rata dengan menggunakan gaun merah dengan gunting, lita takut dan berjalan cepat ketoilet, untuk cuci muka. Tiba-tiba wanita dengan wajah rata dibelakang lita. Lita berteriak-teriak.

“Kamu kenapa mutan?” ejek murid yang melihatnya. Lita tak menjawab dan pergi dari toilet, lalu kedalam kelas, saat duduk terlihat kursi lita bertuliskan dengan mutan (wajah mengerikan), sahabatnya lita tak pernah mendekati lita selama mendapatkan musibah, perasaan lita marah emosi dan kecewa dengan sahabatnya yang dia kenal sejak sekolah dasar.

Sepulang sekolah terlihat nabila dan putri sedang berjalan pulang sekolah sambil mengobrol. Tiba-tiba dari belakang wanita berwajah rata dengan gaun merah langsung menusuk mereka dengan gunting besar kearah kepala mereka dan menusuk perutnya bertubi-tubi. Saat wanita itu melihat dikaca atas, ternyata selama ini yang membunuh mereka adalah lita sendiri.

loading...

Lita dipenuhi dengan dendam dan amarah hingga berani membunuh temannya sendiri. Lita pun pulang dan mencuci guntingnya yang bersimbah darah itu dan menaruh baju bekas darah didalam lemari. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dan saat lita buka ternyata polisi.

“Apa kamu yang namanya lita” tanya polisi itu.
“Iya saya lita ada apa pak?”.
“Begini kami mau tanya sesuatu, apa anda terakhir kali bersama gugun?”.
“Iya kemarin bersama saya, tapi selepas itu langsung pulang pak”.

“Bukanya kalian berpacaran?”.
“Itu hanya rumor pak”.
“Jadi kamu tidak tahu tentang gugun?”.
“Iya pak saya tidak tahu sama sekali, kami tidak terlalu akrab”.
“Baik terima kasih atas informasinya”.

Lita pun memasuki kamarnya dan menjahit pakaiannya, lalu kakaknya datang dari balik pintu.

“Dik, bukannya kamu kenal dengan gugun?” tanya sandra.
“Iya memang kenapa kak?”.
“Kemarin terakhir kali kan bersama kamu, dan kakak lihat sendiri”.
“Iya tapi setelah itu kami berpisah kak”.
“Kakak merasa ada yang kamu sembunyikan”.
“Aku bilang tidak tahu ya tidak tahu!” ucap lita kasar.

Saat tengah malam, lita tertidur lelap. Kakak lita, mila memasuki kamar lita dan membuka isi lemarinya, saat dibuka terlihat baju gaun bernoda darah banyak sekali. Mila pun membawa baju itu dan menunjukan kepada kakaknya sandra.

“Kak aku menemukan baju lita dengan noda darah” ucap mila menunjukannya.
“Tidak mungkin”.
“Apa mungkin lita yang membunuh semuanya?”.
“Jika benar kita harus lapor kepada polisi?”.
“Jangan kak, bisa-bisa karir kita hancur kita kak. Kita sudah susah begini, nanti kita tidak dapat pekerjaan sama sekali”.
“Iya kamu benar juga, kita harus simpan rahasia ini, jangan kasih tahu orang-orang”.

Fajarpun tiba ke-3 bersaudara sedang menikmati sarapan paginya, lita sudah menggunakan seragam sekolahnya sambil sarapan. Kakak-kakaknya juga siap untuk bekerja, lita memakan sarapan paginya dengan masker seperti biasa sambil mendengarkan berita pagi. Tiba-tiba lita batuk-batuk dan mengeluarkan darah.

“Kamu kenapa dik?” tanya mila khawatir.
“Tolong aku kak” ucap lita.
“Kak telepon ambulans kak cepat!”.
“Tidak usah, aku sudah memasukan racun tikus didalam makanan itu”.
“Kenapa kak?”

Mila hanya terdiam, melihat adiknya sekarat. Saat sandra memeriksa lita sudah mati atau tidak, tiba-tiba lita menggoreskan luka ditangan kakaknya sandra dan lita pun mati. Baca cerita selanjutnya di hantu bermulut robek part 3.

Gugun

gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

gugun has write 43 posts