Hantu di Gudang

Hi namaku Kafka, aku kelas 9 sekarang. Then aku pingin berbagi kisahku waktu masih SD kelas 1. Waktu itu siang bolong, rumahku sepi karena nyokap sama bokap kerja. Entah kenapa aku lagi kepingei banget scooter atau otopet lah. Terus adikku yang cewek minta ikut main karena gak mau sendirian didalam rumah.

loading...

Singkat cerita, aku langsung keluarin tuh otopetku. Jadi nih ya Kakung aku itu kayak beli lapangan, nah lapangannya itu dibuat beberapa rumah. Rumah papaku kedapatan yang dekat gudang FYI gudangnya ada tiga berjajar. Saat aku mau pakai sendal sambil nenteng otopet, entah kenapa kepala aku tuh pingin banget nengok kearah gudang. Saat aku nengok aku kayak ngelihat sesosok cowok, dahinya berdarah, matanya sipit.

Tadi aku pingin banget lari, tapi sebagai Abang yang baik aku ingat adikku. “De, pakai sendalnya buruan yuk” adikku menatapku “memang kenapa bang?”. Aku menggeleng sambil menahan merinding. Saat adikku sudah pakai sandalnya aku langsung teriak “abang lihat hantu! *Hua” tanpa basa basi aku lari duluan diikutin adikku dari belakang sambil teriak-teriak. Dan aku otomatis melepas otopetku.

Saat sampai depan rumahku kan ada rumah lagi yaitu rumah pakde aku, tapi aku biasa manggilnya ayah Agung. Ayah Agung berdiri kaget gara-gara melihatku sama adikku lari sambil teriak-teriak. Dan aku lupa kasih tahu, kalau rumahku itu kalau mau keluar harus melewatin kayak ruangan dan ada lorongnya. Apalagi ruangannya itu disimpan banyak barang barang zaman dulu peninggalan Kakungku, dan ada beberapa foto almarhum Kakung sama Yangti Nanie.

Terus aku sama adikku langsung meluk ayah Agung “ayah aku lihat hantu! Aku lihat!” teriakku. Ayah Agung jongkok sambil usap-usap kepalaku sama adikku. “Ayah temanin aku kedalam ambil otopet dan aku mau kasih tahu hantunya” ayah agung mengangguk mengiyakan. Selama diruangan aku memeluk ayah Agung, aku masih takut. Setelah ambil otopet aku coba mengintip dari jauh tapi gak ada karena kacanya juga agak gelap.

Sampai dirumah ayah Agung, “kan ayah Agung gak lihat tuh Bang. Abang tuh terlalu parno ah” kata ayah Agung sambil ketawa. Aku cuma bisa diam sambil gigit bawah bibir, tapi aku berani sumpah kalau aku benar-benar ngelihat dengan jelas.

KCH

Kafka Zammares DR

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Kafka Zammares DR has write 2,660 posts