Hantu di Jalan Raya

Hello sahabat KCH. Aku mau berbagi cerita lagi nih tentang hantu di jalan raya, ketagihan curhat di forum KCH deh jadinya *hehe. Ini kisah nyata yang terjadi sekitar 3 tahun yang lalu, langsung ke ceritanya yuk! Jadi saat itu aku bersama pacarku si gusti (sekarang mantan pacar) menghadiri resepsi pernikahan sepupu si gusti, rumahnya lumayan jauh di luar kota, perjalanan sampai 5 jam, jalan raya yang di lalui jalan poros dan masih banyak hutan karena memang belum ada pembangunan untuk ke arah luar kota.

Singkat cerita aku berangkat dari rumah subuh jam 04.00 sepanjang perjalanan aku tidur saja, sedangkan si gusti asyik nyopir sambil nyanyi-nyanyi. Pukul 09.30 aku sampai di rumah pengantin, acara berjalan lancar hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 16.40 sore. Aku bersama gusti berpamitan untuk pulang. Saat itu acaranya hari kamis, jadi kami pulang pas sudah masuk ke malam jumat. Pas di dalam mobil si gusti bilang gini “yank nanti jangan tidur lagi ya? Temenin aku ngobrol, kan ini maljum” ujarnya.

“Oke deh, tapi kita beli cemilan dulu ya? Biar aku gak bete” pintaku kepada gusti. “Siap bos” jawab si gusti. Selama perjalanan seperti biasalah aku ngobrol sama dia, tiba-tiba aja aku mencium bau wangi di dalam mobil itu. “Yank kamu pakai parfum pengantin ya” tanyaku penasaran. “Mana ada, memang kenapa” tanyanya balik kepadaku. “Kok sepintas tadi aku nyium bau wangi banget kayak wewangian orang pengantin gitu” jawabku. Tapi enggak lama bau itu menghilang dan aku pun kembali cuek.

Hari berganti malam, aku lihat jam di hp sudah masuk jadwal shalat isya. “Yank pelan-pelan saja ya jalannya, kan sudah malam, gak buru-buru juga kan kita?” pintaku pada gusti. “Iya, iya ” jawabnya singkat. Pas perjalanan masuk ke jalanan yang sepi sekali, di sekeliling terbentang sawah dan hutan kecil tiba-tiba si gusti kebelet buang air kecil. “Aduh kebelet nih, mana sudah malam, gelap” katanya. “Tahan saja deh yank, bentar lagi masuk perkampungan kok, pasti ada warung kita bisa rehat sebentar” jawabku.

Saat memandang ke depan, tiba-tiba mataku melihat ada segerombolan orang ngumpul di tengah jalan raya “yank pelan yank! Itu di depan kok ramai ada apa ya? Ada kecelakaan ya?” seruku ke gusti. “Mana? (sambil perlahan laju mobil) enggak ada tuh? Mana?” kata si gusti. Aku pun langsung mengambil kaca mata yang di dalam tasku dan memakainya. Benar saja banyak orang di tengah jalan raya, entah sekitar 5-8 orang. “Yank itu stop” pintaku.

Lalu dengan cekatan si gusti nge rem mobilnya “Apaan sih? Ngaco deh kamu, aku gak lihat apa-apa disini yank!” jelasnya si gusti. Tapi aku benar-benar ngelihat banyak orang di tengah jalan yang jarak nya 50 meter dari jarak mobil yang kami tumpangi. “Astaga! Astaghfirullohh” aku baru sadar, kalau manusia-manusia itu kakinya tidak ada yang menyentuh tanah alias menggantung. Mereka semua menatap ke arah kami.

“Yank mundur, cepetan!” pintaku ke gusti dengan nada sedikit gelisah. “Mundur jauh yang!” teriakku. Lalu gusti memundurkan mobilnya. Aku langsung lemas “kamu ngelihat apa? Terus gimana ini? Kita stop di jalan sepi kayak gini? Mana mungkin? Kita tabrak aja itu hantu gimana yank?” pinta si gusti dengan nada ketakutan. “Jangan, jangan di tabrak, yang ada kita celaka. Kita stop di sini saja sampai mereka pergi” jelasku.

“Gila kamu! (sambil menghempas tangannya di setir) ini malam jumat, ini jalan trans di daerah ini. Kalau kita ada apa-apa kita mau apa?” kata gusti. Saat itu aku juga panik dan di tambah si gusti yang ngomel-ngomel ketakutan. Tiba-tiba dari belakang mobil kami ada mobil yang melaju kencang, aku lihat ke belakang itu mobil box, dan “Brak!”. Mobil itu tiba-tiba oleng. Iya mobil itu oleng tepat di segerombolan hantu-hantu itu berdiri. “Kamu lihat kan? Mereka cuma ingin mencelakakan pengendara di jalan raya ini, kebayangkan kalau tadi kita menerobos lewat, apa yang terjadi sama kita?” jelasku ke gusti.

“Ya Tuhan?” jawabnya singkat. “Sekarang kita jalan maju pelan-pelan” pintaku . “Kita nolongin mobil box itu? kamu yakin?” kata si gusti. Saat itu aku benar-benar bingung, jalanan sangat sepi hanya ada mobil kami dan mobil box tersebut. “Enggak, kita lurus saja, kita pulang” jelasku ke gusti. Mobil kami berjalan pelan melewati mobil box yang oleng tadi. Mataku mengarah ke tempat sopir, tapi aku tidak menemukan sopir box nya itu. “Gas, gas cepat!” pintaku ke gusti.

Sekejap gusti menambah laju mobilnya. Ada yang aneh dan janggal, kemana si sopir box tadi? Kenapa enggak ada satu orangpun yang keluar dari mobil box itu, tanda tanya besar di fikiranku. Dan benar saja setelah beberapa meter dari tempat itu aku melihat di spion kalau mobil box itu hilang. Seperti tidak terjadi apa-apa. “Coba kamu lihat di kaca spion, mobil box nya hilang!” seruku ke gusti. Sontak si gusti kaget “Ya Allah” jawabnya singkat.

loading...

Jelas-jelas aku dan gusti melihat mobil box itu oleng, tapi sekarang tiba-tiba menghilang. Aku benar-benar syok. Gusti pun syok. Dia mempercepat laju mobilnya berharap segera masuk ke perkampungan. Jalan raya yang kami lewati memang jalan trans penghubung Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Jadi sangat amat sepi, tidak ada pembangunan. Hanya perkampungan dan itupun saling berjauhan jaraknya. Setelah kami memasuki perkampungan, kami rehat di warung pinggir jalan. Kelihatan banget wajah si gusti syok. Gak habis fikir juga yang baru kami alami. Sekian cerita dari saya.

KCH

Nelly Nella

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Nelly Nella has write 2,694 posts