Hantu di Perkemahan

Halo, hai! Hai, halo! Hai, hai, halo! Halo, halo hai! *Ehem, nyapa dikit lah biar semangat 45 *hehe. Salam hangat buat kak John, Agata, Bismi, Bayu, Astri, Irmaniar, Gina, kak Dwi, Salma dan semuanya yang sedang membaca KCH, jangan pernah baca ini sendirian *hihi. Kali ini aku mau berbagi cerita dengan judul hantu di perkemahan. Oh ya mengenai idola, aku sama denganmu Gina, aku fans banget sama Mai Davika Horne, *klepek-klepek deh sama Davika apalagi saat lagi beradu akting sama pacarku *hah ngaco.

Iya pacarku, Mario Mauer duh *ngarep. Kenapa sih? Kalian gak percaya? Kalian saja gak, apalagi aku *hihi. Ya sudah lah, anggap saja itu mimpi yang tak sampai *haha. Kali ini di bagi itu sama dengan eh kok malah bahas matematika *peak. Maksud aku, kali ini dicerita Yain, ingin berbagi pengalaman yang tak terlupakan sampai sekarang, karena baru pertama kalinya aku mengalami.

Oke yuk *capcus ke cerita. Ini berawal ketika aku duduk di sekolah dasar kelas 4, aku yang selalu cuek tapi perhatian, selalu *jutek tapi penuh kasih sayang, tak banyak bicara tapi bawel, dan ngeselin tapi ngangenin *yeah percaya diri amat, si amat saja gak percaya diri, loh kok. Iya, inilah aku, aku tak mudah bergaul saat itu, karena bahasa. Ya, bahasa! Aku sangat sulit berinteraksi dengan teman-temanku yang sudah fasih dengan bahasa Perancisnya *weleh, bahasa jawa maksudnya.

Menurutku bahasa jawa memang sulit, sesulit memotong rumput pakai gunting kuku waduh. Tapi hal ini tidak mendorongku (jatuh *donk) untuk belajar berbahasa, aku selalu cuek-cuek bebek dengan temanku yang lain, suatu hari aku menyadari tentang kekuranganku ini, disaat yang tepat aku yang mengikuti ekstrakurikuler pramuka di sekolah ada kegiatan perkemahan sabtu minggu (persami) di sekolah, aku pun antusias mengikutinya dengan tujuan untuk melatih kedisiplinan, keberanian, mendapat ilmu dan tentunya dapat banyak kawan.

Hari yang di nantikan pun telah tiba, aku bersiap berangkat pagi sekali. Aku bergabung kedalam kelompok melati, setelah absen dan mendapat pengarahan dari kakak pembina sebelum memulai acara perkemahan, kami pun mulai mendirikan tenda. Tidak ada yang aneh sampai malam tiba. Ketika waktu shalat maghrib di mushola sekolah, aku yang berada di shaf paling belakang tiba-tiba mendengar suara orang berteriak di shaf depan.

Itu suara temanku, Ira. Ira yang ketika itu shalat dibarisan paling depan dan paling pojok dekat jendela mushola, dan tentunya dia berada di barisan wanita, pingsan seketika setelah berteriak. Kami pun masih dalam keadaan khusuk shalat meskipun di liputi rasa penasaran. Setelah selesai shalat, kami langsung ke TKP, Ira masih pingsan, para guru pun memindahkan Ira kedalam Tenda.

Di saat kami sedang persiapan api unggun, kami dihebohkan mengenai penjelasan Ira ketika shalat tadi, Ira berbicara dengan ketakutan. Dia mengatakan bahwa ketika dia shalat, ada yang meliriknya dari luar jendela, berpakaian putih lusuh berlumuran darah, berambut panjang, matanya merah tersenyum lebar kepadanya dan mendekati Ira, saat di dekati itulah Ira langsung teriak ketakutan dan pingsan.

Aku yang mendengarnya terasa biasa saja, saat itu aku tidak percaya dengan setan yang bisa menampakan diri, apalagi sampai merasuki manusia. Kok bisa ya? Ah itu mustahil, mungkin Ira kecapekan, atau itu cuma imajinasi saja begitu pikirku. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 22.00 malam, inilah saat kami untuk tidur. Karena kejadian yang menimpa Ira, akhirnya kami tidur di kelas biar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Aku tak bisa tidur waktu itu, aku masih terngiang ucapan Ira. Apa benar si begitu? Selalu itu yang ada di dalam benakku. Tiba-tiba, gak tahu kenapa pandanganku seolah tertarik untuk melihat kearah jendela, aku perhatikan keluar jendela, ada kepulan kabut dan kepulan itu menyatu pelan-pelan sampai akhirnya terbentuk menyerupai wanita, berpakaian putih, wanita itu berambut panjang! Dan, dan, dan, ciri-cirinya sama dengan yang di jelaskan oleh Ira. Anehnya, aku tak panik disitu, aku tak takut.

Aku malah makin penasaran, dan aku melihatnya lebih jelas lagi, dan lagi, tiba-tiba kepalaku mulai terasa pusing. Aku tak sadarkan diri. Aku merasa saat itu aku sedang tidur, karena aku merasa seperti bermpimpi. Dalam mimpi itu aku teriak-teriak, menunjuk-nunjuk, aku mengeluarkan kata-kata kasar, kaki dan tanganku di pegang erat oleh teman-temanku. Lalu ada seorang lelaki berkopyah menghampiriku dan memberiku air, lalu air itu di basuhkan ke wajahku.

Begitu lah mimpiku, paginya aku terbangun, membuka mata pelan-pelan, rasanya badanku pegal semua. Aku lihat kearah jendela, sudah terang, aku cek arlojiku sudah pukul 08.00 pagi, ya Allah aku terlambat! Seharusnya aku bangun sebelum subuh karena harus bersiap diri untuk shalat dan olahraga. Tak pikir panjang aku pun mengambil jurus seribu bayangan ala naruto untuk mempersiapkan diri.

Saat aku berkumpul dengan teman-temanku, mereka melihatku dengan ketakutan ada pula yang langsung menghindar. Semua orang sekitarku tidak mau berbicara denganku, aku bertanya mereka malah menjauhiku dengan ketakutan. Aku gak tahu kenapa mereka seperti itu meskipun teman kelompokku sendiri. Lalu ada guru yang bertanya padaku, “bagaimana keadaanmu nak? Sudah enakan? Sudah baikan?”

Hah? Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku? Kok pada nanyain keadaanku? Kan aku gak sakit, aku baik-baik saja. aku pun tersenyum dan menjawab, “saya tidak apa-apa pak, bu” dengan raut yang masih penuh tanda tanya. Ketika aku mulai dewasa dan menyadari bahwa jin bisa berinteraksi dengan manusia, aku baru mengetahui kalau waktu itu ternyata aku kesurupan. Sekian kisahku tentang hantu di perkemahan.
Facebook: Yain Bidadari Angkot

loading...
Yain

fitri yain anrola

MALAIKAT BAYANGAN
konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.

informasi lebih lanjut kunjungi
Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib
http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1

(facebook : Yain
)

(wa : 081280410615
)

makasih sudah baca ceritaku

All post by:

fitri yain anrola has write 37 posts

Please vote Hantu di Perkemahan
Hantu di Perkemahan
Rate this post