Hantu di Pohon Besar

Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalaman bertemu hantu kuntilanak yang menyeramkan di sebuah pohon besar. Oh iya perkenalkan namaku ani. Kisahku ini berawal ketika ayah dan ibuku mengajakku untuk pindah ke suatu daerah di bogor karena ayahku harus kerja di sana selama 2 tahun, mau tidak mau aku dan ibuku harus ikut ayahku ke bogor.

Di sana keluargaku menyewa sebuah rumah yang bisa dibilang cukup bagus dan nyaman untuk di tinggali. Rumah itu berada agak masuk ke dalam jadi jauh dari keramaian. Di dekat rumah itu ada sebuah pohon besar tinggi, ketika aku melihat pohon itu untuk pertama kali aku merasakan ada sesuatu yang ganjil di tempat itu tapi aku tidak memperdulikan hal itu.

Selama satu minggu aku tinggal di rumah itu, aku merasa biasa-biasa saja nggak ada hal yang membuatku takut, hingga pada suatu hari aku berada di rumah sendirian. Ibuku sedang pergi ada urusan di luar, sedangkan ayah masih kerja dan mungkin pulangnya agak malam. Untuk mengusir rasa bosan aku memilih untuk menonton tv sambil maen gadget.

Tiba-tiba aku mendengar ada orang yang mengetuk pintu rumahku, ku kira waktu itu adalah ibuku, pas aku buka ternyata nggak ada siapa-siapa. Aku pikir mungkin itu orang iseng, pintu ku tutup kembali. Selang berapa lama aku mendengar seperti ada yang berjalan *srek, srek, srek, di samping rumah. Tanpa pikir panjang aku langsung tengok lewat jendela, ternyata nggak ada apa-apa, perasaanku waktu itu semakin tidak karuan, lalu siapa yang mengetuk pintu dan berjalan di samping rumah tadi.

loading...

Beberapa saat kemudian aku mendengar ada seseorang yang menangis, setelah aku intip lewat jendela aku lihat ada seorang gadis sedang duduk di bawah pohon besar di samping rumahku. Karena aku penasaran aku dekati dia, aku tanya “mbak nggak apa-apa kan, kenapa mbak nangis di sini?” tapi dia nggak menjawab apa-apa, ketika aku sentuh pundaknya dia langsung memperlihatkan mukanya padaku.

Dan betapa terkejutnya aku ketika ku lihat wajahnya hancur, penuh darah, tangannya panjang menjulur ke depan, kukunya tajam, bajunya putih agak kecoklatan karena kena tanah. Saat itu aku nggak bisa apa-apa, tubuhku terasa kaku sulit untuk di gerakan, mau bicara pun sulit, yang kulakukan saat itu hanya bisa memejamkan mata dan membaca doa sebisaku, tak berapa lama tubuhku dapat ku gerakan.

Ketika ku buka mataku, kuntilanak itu sudah tidak ada, tapi aku di buat terkejut lagi, ternyata kuntilanak itu berada di pohon besar itu sambil tertawa cekikikan. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung lari masuk rumah pintu dan jendela-jendela langsung ku tutup rapat-rapat, aku langsung masuk kamar. Langsung ku peluk guling yang ada di dekatku, ku tarik selimutku menutupi seluruh tubuhku.

Jantungku rasanya berdegup kencang, keringat dingin bercucuran, rasa takutku sangat sulit untuk ku obati. Tak lama kemudian aku dengar ada yang mengetuk pintu, aku semakin takut, tapi aku berpikir kalau itu pasti ibuku, karena waktu sudah mulai menunjukkan pukul 09.00 malam, ku beranikan diri untuk membuka pintu, meskipun rasa takut karena hal tadi belum sepenuhnya hilang.

Langkah demi langkah aku maju ke depan pintu, pas ku buka pintu aku tidak langsung menatap ke depan. Aku lihat ke bawah dan yang ku lihat adalah kain kafan, semakin ke atas ternyata yang ada di depanku adalah pocong dengan wajah yang sangat mengerikan, wajahnya penuh darah, dan matanya melotot. Baru pertama kali ini aku dikejutkan dengan penampakan hantu pas di depan mata.

Pandanganku mulai kabur, aku jatuh pingsan tak sadarkan diri. Ketika aku membuka mata, aku sudah ada di kamar tamu ditemani ibu dan ayahku, mereka sangat khawatir denganku. Aku cerita sama ibuku kalau aku nggak mau di tinggal di rumah sendirian, aku terus diganggu oleh makhluk halus yang iseng, orang tuaku awalnya tak percaya dengan omonganku.

Namun setelah bertanya pada tetangga dekat, ternyata memang benar bahwa di sekitar pohon besar itu memang banyak penunggunya, dan selalu jahil jika ada penduduk baru di sekitarnya. Lepas dari kejadian itu ketika ayah dan ibuku pergi aku juga ikut pergi, sampai sini dulu ya maaf kalau ceritanya kurang seram, sampai jumpa lagi.

KCH

Niken probo rini

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Niken probo rini has write 2,694 posts