Hantu di Sekolah

Hai sahabat KCH ketemu lagi dengan aku Rere, aku mau cerita tentang kisahku saat aku masih SMA kelas 2. Konon katanya sekolah tempat aku belajar dulu memang terkenal angker, banyak versinya sih asal usulnya sebelum jadi sekolahan. Siapa sih yang gak kenal aku, cewek tomboy yang berdandan seperti selebritis biasa anak band, *widi songong! *Hehe.

Karena aku begitu, banyak yang gak suka sama aku termasuk semua guruku. Aku yang terkenal mokong (bandel) disekolah tapi aku gak bego-bego amat loh, aku peringkat ke-5 diantara ke-42 murid (IPS). *Widi, songong lagi! *Hehe. Memang sih aku akui kalau aku ini bandel *poll, sudah jarang masuk sekolah (cabut), jarang ngikut pelajaran malah asik numpang tidur di pos satpam, berantem sama kakak kelas, adik kelas keseringan sampai-sampai aku dapat SP yang ke-3 akhirnya aku di D.O. dari sekolah. Lah, kok malah curhat? *Hehe.

Nih pengalamanku saat pertengahan semester sebelum aku di D.O. Langsung saja kecerita. Waktu pulang sekolah sekitar jam 2 siang, aku dan teman satu gengku dipanggil guru BP. Dan tibalah diruang BP, aku beserta teman satu geng dihukum karena berani cabut saat mata pelajaran bahasa inggris. Di hukumlah kita bertiga, hukumannya menulis di 5 lembar halaman kertas folio. “Aku berjanji tidak akan bolos mata pelajaran bahasa inggris lagi”.

What?! Gak kriting gimana coba nih tangan. Hits banget tuh hukuman saat zamanku dulu, gak tahu deh kalau sekarang *haha, dan setelah itu kita bertiga ditinggal pergi sama guru BP gak tahu kemana. Beberapa jam kemudian saat mau maghrib selesailah hukuman itu dengan tulisan yang cekeremes (asal-asalan) biar cepat langsung pulang gitu.

Nah saat mau pulang guru BP baru datang dan bilang jangan pulang dulu masih adzan maghrib, tunggu sebentar saja disini apa kalian shalat saja dulu baru pulang.

Lusi: gak pak kita langsung pulang saja, kita semua pada capek nih tangan sudah stroke sebelah kayaknya.
Lindy: kalian gak curiga sama pak guru BP (bisik).
Guru: *hmm. (singkat).
Aku: ya sudah kita pulang pak

Pas keluar dari ruangan BP Lindy merasa ada yang melempari dia pakai batu segede bola bekel pasti tahukan bekel?! Mainan masa kecil, *hehe.

Lindy: *awh, ada yang lempar batu kebadanku, siapa ya? Kamu ya Lus atau kamu Re?

Lindy dan Lusi malah debat dan aku langsung motong pembicaraan mereka.

loading...

Aku: stop! Ramai saja kalian ini, ayo cepatan, gak tahu apa sekolah sudah pada sepi, sudah gelap juga merinding nih aku.

Langkah kami semakin cepat biar cepat sampai diparkiran sekolah. Ketika sampai dilorong aula, tiba-tiba gerbang aula tertutup dengan sendirinya, langsung kami lari ketakutan dan berteriak, *argh. Kami bertiga coba buka gerbang itu tapi tidak bisa kebuka. Rasanya mau nangis tahu gak kalau kalian diposisi kami bertiga. Kami berteriak minta tolong tapi gak ada yang mendengar. Gak lama kemudian pak Dono satpam disekolah kami datang coba bukain gerbangnya yang kebetulan lewat habis shalat dimasjid dekat sekolah.

Pak Dono: kalian kok bisa terkunci memangnya kalian belum pulang dari tadi?
Aku: cepatan pak bukain gerbangnya, kami takut gerbangnya terkunci sendiri.
Pak Dono: ayo cepetan pulang gak aman kalo disini lama lama
Lusi: tapi pak guru BP belum keluar dari ruangannya.
Pak Dono: maksudnya pak Dani?

Ya ampun pak Danikan sudah meninggal 4 hari yang lalu, kalian pada kemana saja kok guru sendiri meninggal gak tahu. Langsung kami lari keparkiran terus tancap gas. Gak hanya itu, kalian masih ingat gak diberita ada kerasukan massal di sekolahan? Teman sekelas aku juga pernah mengalami kejadian itu, hampir setiap hari ada pelajaran kosong gara-gara temanku kerasukan dan akhirnya meninggal karena jatuh dari lantai 3 disekolah. Panjang ya ceritaku, maaf bikin bosan dan gak seram. Sekian dari ceritaku.
Fb: Blink rey

KCH

Rere

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rere has write 2.657 posts