Hantu Felix

Dahulu ada seorang mahasiswa yang lahirnya pada tanggal 13, dia anaknya misterius dia suka sendiri dan tidak ingin bergaul dengan siapapun. Kata teman SMA-nya dulu dia gak pernah seperti ini suka parno dan selalu ngomong hal-hal yang aneh, dan biasanya dia bisa lihat sesuatu yang gaib. Namanya felix. Dia mati secara misterius. Banyak yang bilang kalau dia bunuh diri. Tetapi hal itu tidak mungkin karena tidak ada bekas dilehernya, mungkin setelah dibunuh dia digantungin diatas kampus kita ini. Dan pada tanggal 13 dia juga meninggal dihari ulang tahunnya.

Icha: eh guys, kalian penasaran gak sama apa yang diceritain sama anak-anak dikelas tadi?
Happy: memang apa yang mereka ceritain?
Wahyu: ya elah elu, mereka bilang dulu dikelas ini ada seorang mahasiswa yang misterius dan matinya juga misterius. Jadi kita disini mau ngebuktikan gimana meninggalnya dia.

Andik: *haha, b*gonya gak usah kali dicari dimana-mana tanya saja sama yang kenal sama dia.
Icha: oke pertama kita cari orang yang dulunya jadi sahabat dia.
Rivo dan rizki: memang kita carinya dimana coba?
Icha: sudah kita tanya saja sama senior disini

Mereka mencari senior yang kenal banget sama felix. Mereka keliling kesana kemari bertanya kepada semua orang. Mereka hanya menjawab mereka tidak tahu apa-apa dengan ekspresi yang takut. Tetapi, ada seorang laki-laki yang dulu pernah jadi sahabatnya mendatangi kami.

Dimas: hei kalian, kalau boleh tahu kalian lagi cari informasi tentang felix ya?
Happy: iya kak. Kakak siapa ya?
Dimas: ya sudah ikut aku ketaman yuk.

Mereka mengikuti dimas, dengan wajah penasaran.

Icha: jadi, kakak ini pernah jad teman dekatnya si felix itu ya kak?
Dimas: iya.
Wahyu: kalau boleh tahu dia orangnya seperti apa sih kak?
Dimas: dia adalah orang yang periang, tidak pernah marah, sayang sama semua orang dan juga pintar.
Icha: jadi, kalau boleh tahu juga nih kak, si felix itu meninggalnya karena apa sih kak?

Dimas: setelah dia lulus dari SMA dia bertingkah laku aneh, dia seperti suka parnoan, teriak-teriak pokoknya gitu deh.
Wahyu: terus matinya kenapa kak?
Dimas: kalau itu saya nggak tahu, coba kalian cari tahu sendiri saja ya.

Dimas berlari dengan ketakutan. Mereka heran dengan dimas kenapa dia langsung lari dengan cepat.

Ya sudah kita pulang saja dulu yuk soalnya sudah mau sore nih. Mereka pulang kerumah masing-masing. Happy dan icha satu kostan sedangkan yang lain juga dikostan. Kostan kami tidak jauh hanya dekat dengan kampus. Ketika happy dan icha memasuki kamar kostnya dia merasa aneh, karena ada sesuatu yang melintas dibelakang mereka.

Icha: eh, lu lihat sesuatu gak?
Happy: apaan sih cha. Sudah ah gak usah parnoan gitu kenapa?
Icha: hari ini kita makan apaan?
Happy: *ehm, mendingan kita supermaket saja.
Icha: ke supermakrket? *Ehm pergi gak ya?
Happy: sudah ayo pergi

Mereka pergi ke supermarket membeli beberapa makanan untuk mereka makan. Di tengah perjalanan mereka merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada seseorang yang mengikuti mereka. Mereka berjalan dengan hati yang gelisah. Mereka sangat ketakutan dan berlari sampai di supermarket.

Icha: eh lu tadi waktu kita kesini lu merasa aneh gak?
Happy: iya aku ngerasa kayak ada seseorang yang ngikutin kita dari belakang. Ih aneh rasanya.
Icha: sudahlah jangan terlalu dipikirin. Mendingan kita beli makanan yang saja untuk makan nanti malam sama besok.

Mereka memilih makanan di mimimarket tersebut, setelah selesai mereka membayarnya.

Happy: berapa mbak?
Mbak: (dengan wajah aneh dan pucat) Rp 125.000 mbak
Happy: makasih ya mbak

Icha yang menunggu diluar seprti ketakutan tidak tahu kenapa. Mungkin dia melihat sesuatu lagi.

Happy: eh cha, lu kenapa?
Icha: ha? Enggak kok aku nggak kenapa-kenapa. Mendingan kita pergi saja yuk.

Mereka berlari lalu memanggil taksi. Di dalam taksi mereka berdua hanya diam. Sekitar 15 menit mereka sampai kekostan. Icha membayar taksi. Bapak taksi terlihat sangat aneh seperti mbak kasir di supermarket yang tadi.

loading...

Happy: icha ayo buruan.
Icha: iya. Makasih pak.

Mereka berjalanan menuju pintu kamar dan tiba-tiba mereka kaget ketika melihat teman-temannya ada dikamar mereka.

Icha: rivo, andik, wahyu? Ngapain kesini? Sudah malam tahu.
Rivo: *ehm aku takut dikostan. Rasanya aneh.
Icha: lu andik? Takut juga?
Andik: gak sih cuma ngikutin si rivo sama si wahyu *doang.
Wahyu: eh cha kita-kita tidur disini ya?

Icha: hah tidur disini? Gila lu ya?
Happy: sudah tidur saja disini tapi kamarnya bukan disini tapi disebelah.
Rivo: disebelah?
Happy: iya disebelah, disebelah itu kamarku. Muat kok untuk kalian bertiga.
Wahyu: ya sudah deh gak papa

Mereka tidur disebelah dengan hati yang gembira, karena mereka kesini cuma iseng-iseng *doang. Malas dikostan gak seru.

Icha: happy makanan kesukaanku mana?
Happy: nih. Aku ganti baju dulu ya.
Icha: sip. Aku kesebelah ah, mau main sambil ngasih nih makanan.

(*Tok, tok, tok).

Icha: kalian di dalam kan? Bukain pintu *dong.

Mereka di dalam lagi nonton yang enggak-enggak makanya mereka lama buka pintunya biasa cowok kan suka nonton yang begituan.

Rivo: iya bentar, ngapain kesini?
Icha: aku bawain snack nih buat kalian.
Andik: wah enak tuh bagi *dong

Di tengah pembicaraan kami tiba-tiba happy datang marah-marah karena ditinggalin sama si icha. Happy orangnya penakut sih.

Happy: icha. Kok lu tinggalin aku sih. Jahat lu.
Icha: sorry kelupaan gua
Wahyu: apaan sih happy? *Lebay lu.
Andik: iya *lebay gitu saja takut.
Icha: sudah jangan ngebully dia kenapa?

Wahyu: eh tadi kalian lihat gak waktu kita di kampus tadi? Aku ngerasa aneh dekat-dekat sama si dimas tadi. Terus wajahnya juga pucat.
Rivo: dimas? Dimas yang mana sih?
Andik: ya ampun b*gonya? Dimas yang tadi dikampus itu vo.
Rivo: oh dimas itu. Iya sih dia kelihatna aneh sih sebenarnya. Mungkin dia lagi sakit kali ya.
Icha: gak kok biasa-biasa saja.

Lama-lama ada yang ketuk pintu. Kami didalam kamar tersebut kaget. Andik kami suruh untuk membuka pintu tersebut dan ternyata si rizki yang datang.

Rizki: hai teman-teman, kalian lagi apa?
Andik: si*l*n lu! Kita pikir siapa.
Rizki: *hehe, ini aku bawain makanan buat kalian.
Icha: wah enak tuh bagi *dong.

Happy: cha sudah malam. Tidur yuk.
Icha: oke! Guys aku tidur dulu ya.
All: oke good night ya.
Rizki: kan aku baru sampai kok malah tidur sih.

Icha dan happy sudah tidur tinggal para cowok. Mereka nanyain rizki kenapa kesini?

Rivo: ngomong-ngomong lu ngapain kesini?
Rizki: dikostan aku ngerasa ada yang aneh *bro.
Andik: aneh gimana maksud lo?
Rizki: gak tahu yang penting aku ngerasa merinding saja.
Wahyu: tadi aku dikostan juga ngerasa merinding *bro.

Hari sudah semakin gelap mereka semua merasa capek dan lelah dan saatnya untuk tidur. Mereka semua tertidur dengan lelap. Di pagi hari mereka semua terbangun dengan perut yang lapar. Hanya icha sendiri yang terbangun. Icha menyiapakan sarapan pagi untuk semua teman-temannya.

Icha: happy bangun. Sudah mau siang nih. Basuh muka cuci mulutnya oke kita sarapan.
Happy: *ehm, iya *bawel deh.

Ketika happy bangun, happy tidak sadar kalau ada seseorang duduk disebelahnya. Ketika dia melihat kesebelah dia tidak melihat apa-apa. Happy merasa takut dan lari kedalam kamar mandi. Para laki-laki keluar dari kamar.

Rivo: morning semua. Hari ini kita sarapan apa?
Icha: hari ini kita cuma makan nasi goreng saja oke!
Andik: wah enaknya. Ini buatan lu sendiri?
Wahyu: ya iyalah masak emaknya yang bikinin kan gak mungkin.

Happy datang dengan wajah takut dan pucat.

Icha: happy lu kenapa? Kok lari-lari?
Rizki: happy lu lihat sesuatu ya?
Happy: gak apa-apa kok.
Icha: sudah mendingan sarapan yuk. Bentar lagi mau masuk kelas nih.

Mereka sarapan dengan lahap. Hari sudah menunjukkan pukul 8.30 pagi. Saatnya mereka pergi kekampus untuk melanjutkan pembelajaran.

rizki: makasih ya sarapannya.
Icha: ya sama-sama.
Rizki: enak dari biasanya.
Happy: sudah yuk saatnya kita pergi?
Icha: stop! Kalian sudah pada mandi?
Happy: sudah.
rizki: *hehe sudah.

Andik dan wahyu: belum.
Wahyu: tapi sudah basuh muka sama cuci mulut kok.
Icha: lu?
Andik: sudah sama kayak wahyu kok.
Rizki: sudah ayo pergi.

Mereka pergi kekampus dengan hati yang senang. Ketika kekampus rivo berpikir kalau dia membuat rencana. Rencana yang agak misterius. Dia merencanakan untuk pergi kesebuah rumah yang terkenal dengan angkernya. Yaitu rumah darmo.

Rivo: stop semua!
Andik: kenapa?
Rivo: aku ada ide.
Icha: ide apa?

Rivo: gimana kalau kita kerumah angker saja seperti rumah darmo.
Icha: lu b*go ya? Kita ini mau cari informasi tentang kematian si felix bukan mau cari hantu b*go.
Rivo: gitu ya?
Happy: iya.

Di perjalanan mereka sampai dikampus, ketika memasuki kampus mereka merasa aneh, didalam kelas tersebut icha merasa aneh dengan salah satu murid cowok yang terasa familiar bagi icha. Cowok itu terlihat sangat pucat dan ketakutan.

Rivo: icha kok bengong?
Icha: hah?
Rivo: duduk sini.
Icha: hah iya.

Icha merasa aneh ketika melihat cowok tersebut, ketika dia melihat kebelakang laki-laki itu membalasnya dengan tatapan yang tajam dan misterius.

Siswa lain: eh aku baru tahu kalau si felix itu matinya dikelas yang terkunci dibelakang. Dan katanya lagi dia mati karena dibunuh orang.
Siswa lain: hah masa iya?
Siswa lain: informasinya gak pasti juga sih yang benar yang mana.

Ketika mendengar informasi yang mungkin bisa terjadi icha langsung pergi bertemu teman-teman lain setelah jam pulang. 20 menit setelah itu pelajaran sudah dibubarkan teman yang lainnya berlari keluar dan pergi makan siang ditempat biasa. Ketika icha melihat kearah belakang sekali lagi cowok itu tiba-tiba hilang entah kemana? Padahal pintu belakang tidak ada? Lewat mana dia keluar? Icha berlari keluar ketaman tempat biasa teman-temannya makan siang disana. Icha berlari dengan rasa penasaran dan bahagia ketika mendengar informasi dari siswa lainnya.

Icha: teman-teman. Aku dapat informasi tentang si felix.
Rivo: (tersedak) hah?
Icha: iya, siswa lain bilang kalau dia dibunuh sama siswa lainnya. Dan katanya mayatnya ada didalam kelas yang terkunci itu.
Wahyu: benaran?
Icha: iya, bagi minum *dong.

Wahyu: kalau gitu kita tinggal pergi kesana dan lakukan sesuatu.
Rivo: oke nanti malam kita kesini oke!
Happy: kesini? Ih nyeramin.
Andik: sudah santai saja.
Icha: oke nanti jam 7.30 malam kita sudah disini ya.

Mereka merasa senang ketika sudah mendengar informasi seperti itu. Mereka pulang dan mandi karena mereka ingin mencari informasi yang lebih dalam lagi tentang si felix misterius ini. Hari sudah menunjukkan pukul 7.25 malam, saatnya mereka pergi ke kampus.

Happy: icha, aku gak ikut ya?
Icha: ya sudah gak apa-apa. Nanti lu dirumah didatangin arwah si felix lo.
Happy: hah? Gak mau ah. Mendingan aku pergi dari pada ditemanin sama si hantu. Ih nyeramin.

Dikosan cowok.

Rivo: semuanya sudah siap kan?
Rizki: siap *dong.
Andik: kita kesana gak bawa apa-apa?
Wahyu: sudah kita bawa senter sama bawa jelangkung atau apalah gitu. Oke.
Rizki: oke sip.

Mereka berangkat dari kostan masing-masing. Setelah tiba dikampus mereka semua merasa merinding dan ketakutan dengan apa yang akan terjadi setelah ini.

Icha: siap semua?
All: siap!

Mereka masuk dan mencari kelas kosong tersebut. Kelas kosong tersebut terdapat dibelakang kelas mereka. Kelas mereka dan kelas yang kosong tersebut sangat berdekatan.

Andik: eh tuh deh kayaknya kelas yang kosong itu.
Icha: iya ndik mendingan lu saja yang duluan deh buka pintunya.
Rizki: ayok ndik buruan nanti keburu jam 12 malem lagi.
Andik: iya sabar.

Andik membuka pintu kelas tesebut. Kelas tersebut benar-benar terlihat angker dan misterius. Kelas tersebut sudah lama tidak dibuka karena kejadian felix tersebut.

Icha: ayo buruan masuk.
Happy: ih angker banget.
Wahyu: ada kontak lampu gak disni?
Rivo: bentar biar aku cari ya.

Rivo mencari kontak lampu tersebut. Dan tiba-tiba kontak tersebut tidak bisa menyala. Karena mungkin aliran lampu tersebut sudah diputuskan.

Rivo: gak bisa bung.
Rizki: ya sudah gak usah kan ada senter ini.
Icha: jadi apa yang harus kita lakukan?
Wahyu: gimana kalau kita main “hantu jelangkung” atau “charlie-charlie“?
Icha: *ehm mendingan gak usah deh.
Wahyu: kenpa?

Icha: nanti hantu disini pada kesini semua lagi.
Happy: iya gak usah lagi.
Rizki: ya sudah kita tunggu saja dia disini mana tahu dia muncul hari ini.
Icha: ya sudah kita tunggu saja, kalau dia gak keluar juga kita “main jelangkung” atau apalah itu. Setuju?
All: setuju!

Mereka menunggu sekitar 20 menit didalam kelas tersebut. Dan tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dengan tiba-tiba. Ketika disenter hanya vas bunga yang terjatuh karena tikus. Setelah itu salah satu foto terjatuh dengan tiba-tiba seperti seseorang yang sedang menjatuhkannya. Ketika wahyu melihat foto tersebut ternyata foto tersebut adalah felix. Dan datang bayangan hitam dibelakang wahyu dengan tiba-tiba. Wahyu langsung melihat kebelakang ternyata tidak ada apa-apa.

Icha: kayaknya kita harus lakukan sesuatu.
Rivo: apa?
Rizki: sudah main jelangkung saja.

Ketika rizki menyebut jelangkung tiba-tiba happy seperti tidak sadarkan diri. Happy seperti dirasuki sesuatu. Mata happy yang begitu menyeramkan membuat mereka ketakutan. Di dalam kerasukannya happy, Felix dulu pernah menjadi sahabat wahyu dan teman-temannya. Felix sangat dekat dengan dimas, ketika ada masalah rizki bilang apapun sama felix begitu juga sebaliknya. Tetapi konflik muncul diantara mereka. Dimas merasa curiga terhadap felix karena felix dituduh mencuri barang yang paling berharga bagi dimas yaitu gelang pemberian dari ibunya.

dimas: eh felix lu tahu gak dimana gelangku?
Felix: gak, memang lu taruhnya dimana?

Tiba-tiba datang lah wahyu dan teman-temannya.

Wahyu: kenapa?
Rivo: kalian lagi cari sesuatu ya?
Dimas: iya gelang pemberian dari ibuku hilang.
Andik: gelang yang berhaga itu ya?
Rizki: iya.

Ketika rivo memeriksa tas felix, ketemulah gelang tersebut. Felix terkejut ketika melihat gelang itu ada didalam tasnya.

Dimas: kok gelang itu ada didalam tas lu?
Felix: hah? Bukan aku yang curinya riz
Rivo: sudah lu ngaku saja, kan sudah ada buktinya.
Wahyu: maling mana ada yang ngaku.
Dimas: aku kecewa sama lu felix. Lu kan tahu itu berharga banget bagiku dan gelang itu juga amanah bagiku. Tapi lu tega mencurinya.

Kemarahan dimas menggejolak. Dimas mendorong felix sampai terjatuh dan memukul wajah felix. Karena kesalnya si andik memukul kepala felix dengan sebuah besi dibelakang kepala felix dan felix jatuh pingsan tidak sadarkan diri. Mereka bingung harus berbuat apa. Karena hal sepele dan dendam terhadap si felix, mereka melakukan hal yang sekejam itu. Dan akhirnya happy sadar.

Icha: happy lu nggak kenapa-kenapa kan?
Rivo: happy?
Andik: happy?
Happy: hah? Iya?
Icha: kamu kenapa?
Happy: aku tahu penyebab kematian felix itu karena apa.

Wahyu dan temannya merasa gelisah ketika mendengar kata-kata happy.

Icha: apa?
Happy: wahyu, rivo sama andik mereka yang mendorong dan memukulnya pakai besi.
Andik: apaan sih?

Tiba-tiba hantu felix datang.

Andik: felix lu kan sudah mati?
Felix: iya aku mati gara-gara lu.
Wahyu: iya kami tahu, kami minta maaf sama apa yang kami lakukan.
Felix: gak, aku gak mau maafin kalian!

Hantu felix mencekik leher andik dengan tiba-tiba.

Icha: stop jangan lakukan itu oke felix, lu gak boleh gitu, lu mau tenangkan di alam sana? Kalau iya maafin mereka *dong biar lo tenang di alam sana.
Wahyu: iya maafin aku ya felix.

Andik: iya aku juga ya, aku minta maaf yang sedalam-dalamnya.
Rivo: aku juga.
Felix: oke aku maafkan kalian. Tapi ingat aku masih tetap akan ada dimanapun kalian berada.
Rivo: iya gak apa-apa.

Hantu felix memaafkan mereka semua dan felix pergi dengan tenang dan bahagia.

Icha: semua misi kita sudah selesai mari kita pulang.
All: sip.

Mereka pulang tanpa beban dipundak mereka, mereka merasa lega dengan perbuatan mereka sudah dimaafkan oleh si hantu felix.

Icha dan happy: bye.
Rivo CS: bye.

Maaf kalau gak seram ceritanya, baru pemula.

Rani Aisyah Fadilah

hai kenalin gua icha. gua baru masuk di website ini. dan gua masih anak sekolah. dan tujuan gua masuk website ini, gua mau bikin novel tentang horor. maka dari itu gua harus ambil inspirasi dari para uplouder disini. line:badak30 ig: raniaisyahfadilah ig2: raniaisyahpadilla

All post by:

Rani Aisyah Fadilah has write 1 posts