Hantu Gunung Puntang

Namaku salwa, aku bersekolah di bandung tepatnya di daerah ciwastra. Bulan lalu aku mengikuti rekreasi kelas ke Gunung Puntang, tepatnya di taman bougenville. cuaca di sana amatlah mendung dan diselimuti kabut tebal. Awalnya, aku merasa bahagia bisa berekreasi bersama teman-temanku. Tapi aku merasakan keganjalan di tempat tersebut.

Singkat cerita, Ketika aku ingin beribadah shalat ashar aku mengambil air wudhu di sekitar sungai dengan air yang mengalir dari gunung. Tak sengaja kedua mataku tertegun melihat sesosok anak kecil yang sedang bermain air di sungai. Awalnya aku kira ia anak kecil yang juga pengunjung yang sedang bermain-main di tepi sungai.

Anak kecil tersebut melambaikan tangannya seolah ia mengajak ku untuk menghampirinya. Kabut menutupi penglihatan ku sehingga aku tidak begitu jelas melihatnya. Seperti terhipnotis, tiba-tiba aku merasa penasaran dan ingin menghampiri anak kecil tersebut. Tetapi Ketika aku hendak menghampiri anak kecil itu, anak kecil itu sudah tak terlihat lagi. “Mungkin ia telah pergi,” pikirku dalam hati.

Sontak aku terkejut ketika ada seseorang menepuk pundakku. Anak itu tiba-tiba sudah berada di belakangku. Dan anak kecil tersebut berkata, “Kak, main yuk.” Dia memegang tanganku dan hendak menarik aku pergi. Aku refleks langsung melepaskan genggamannya dan berlari ke arah teman-temanku lalu pergi meninggalkan sungai itu.

Rasanya ingin aku berteriak, aku gemetaran. Saat aku memberanikan diri menoleh ke belakang. Terlihat kembali anak itu sedang berdiri menatapku, posisinya masih sama seperti yang pertama kali kulihat ia masih tetap melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku yakin sekali anak itu bukanlah anak manusia, melainkan sesosok tuyul yang tinggal di sungai itu. Dari kejadian itu, aku sangat takut sekali sendiri, karena kejadian tersebut selalu membuatku teringat bahwa Kita tidak pernah sendiri.

loading...

Sepulangnya dari study tour, aku jatuh sakit. Aku demam tinggi dan harus beristirahat selama satu minggu. Kakek bilang, aku diikuti oleh hantu anak kecil penunggu sungai yang ada di Gunung Puntang. Ia menyukaiku dan ingin menjadikanku sebagai temannya. Parahnya lagi saat aku lihat hasil foto-fotoku di sana, terlihat pada salah satu hasil jepretan temanku.

Terdapat wajah anak kecil tersebut sedang berada di sampingku sambil tersenyum menyeringai dan tangannya sedang memegang pundakku. Aku terkulai lemas setiap kali melihat foto itu, sungguh kejadian yang sangat menyeramkan.

Share This: