Hantu Janji

Holla sobat KCH, ketemu lagi sama aku Nastuti Larasmita dari Kaliman Barat khususnya kabupaten Ketapang. Ini cerita aku yang kedua (2), oh ya ngomong-ngomong aku suka loh baca cerita KCH tiap hari, aku baca cerita di KCH mulu sampai teman kerja sudah pada paham banget kalau aku sudah duduk didepan komputer sebelah pojok pasti kerjaanku baca cerita hantu mulu *hehe.

Aku memang gak pernah lihat yang begituan secara langsung dan aku sebenarnya penasaran pingin tahu saja kayak gimana sih wujud aslinya. Aku terhitung seorang wanita yang berani juga, bukannya nantangin sih tapi aku pulang kerja saja sudah jam malam, jadi mau gak mau harus benar-benar beranikan diri.

Oke next sesuai judul jangan berjanji kalau gak ditepati karena janji itu adalah hutang, kalau sudah janji tapi gak ditepati bakal berakibat fatal. Khususnya daerah Kalimantan Barat bagian suku Dayaknya punya cerita tersendiri yang mungkin kalian pikir sangat mustahil tapi tidak bagi kami karena mereka memang benar ada dan sangat sadis apabila kita gak hargai keberadaan mereka.

Cerita ini bibiku yang alami, waktu itu mereka masih pasutri yang masih muda otomatis aku masih kecil belum tahu apa-apa. Jadi ceritanya gini, saat itu suami bibi kerjanya jauh perginya pagi pulangnya malam atau bisa juga besoknya baru pulang lagi. Tapi hari itu paman janji sama istrinya kalau nanti malam dia pasti pulang. Pagi menjadi siang, siang jadi sore, dan sore akhirnya malam.

Sampai malam tiba sudah saatnya jam paman pulang tapi paman belum sampai kerumah juga, bibi gak tahu kalau paman gak bakalan pulang soalnya tadi pagi paman sudah janji sama bibi kalau dia pasti bakalan pulang. Sampai larut malam ketika bibi tidur pulas tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya, karena bibi bukanya lama jadi pintunya bukan diketuk lagi tapi digedor-gedor.

Oh ya sebagai gambaran situasinya ditempat bibi itu kampungnya belum ada penerangan listrik cuma pelita saja yang dibuat sendiri. Lanjut lagi, bibi sampai ketakutan siapa yang datang malam-malam begini minta dibukain sampai gedor-gedor seperti gitu, mustahil sekali kalau suaminya yang pulang minta bukakan pintu kayak gitu. Bibi kira itu paman tapi gak mungkin paman yang pulang sedangkan waktu yang sudah dijanjikan bakalan sampai rumah sudah lewat.

Suara gedorannya hilang dan tiba-tiba pindah kepintu belakang, gedorannya makin kuat pingin banget menerobos masuk. Bibi sampai ketakutan karena dia mengelilingi rumah bibi cari jalan buat masuk kerumahnya, sedangkan bibi didalam rumah cuma sama anaknya yang masih kecil-kecil. Sampai berapa lama kemudian suara itu hilang dan bibi lanjutkan tidurnya lagi sampai besok pagi paman sudah pulang dan istrinya yang cemas karena kejadian tadi malam ngomel-ngomel, “makanya kalau memang gak bakalan pulang jangan janji bakalan pulang, kalau kamu janji pulang tapi gak pulang entar yang pulang bukan kamu tapi jelmaan jin yang menyerupai kamu”. Si paman cuma bisa minta maaf saja dan jelaskan semua kenapa dia gak bisa pulang tadi malam.

Kami sebut namanya hantu janji karena apabila seseorang berjanji pada seseorang untuk datang atau pulang kerumah tapi pada kenyataannya gak datang atau pulang, maka mereka lah yang akan datang tapi dalam wujud manusia atau orang yang berjanji itu lah. Mereka gak bunuh sih tapi ngeri juga kalau harus tidur sama hantu harus melakukan aktivitas layaknya suami istri sama hantu.

Karena selain menyerupai, mereka juga akan melakukan aktivitas seperti orang tersebut, mereka akan makan dan tidur sampai orang yang berjanji itu datang. Namun kami khususnya orang suku dayak bisa tahu dan bisa lihat ciri-ciri mereka itu seperti apa. Dari wujud aslinya mereka seperti binatang punya ekor yang panjang, dan apabila mereka berwujud manusia memang seperti manusia asli, tapi kita bisa lihat pada garis dibawah hidung dan diatas bibirnya.

loading...

Pada dasarnya manusia asli akan ada garis pada daerah itu, tapi apabila dia adalah jelmaan maka garis pada daerah itu tidak ada, dan jelmaan ini apabila berjalan maka dia seperti membawa banyak barang dibahunya dia seperti merasa capek dan keberatan tapi kita gak bisa lihat secara langsung yang ternyata dibahunya itu adalah ekornya yang dinaikan pada bahunya agar tak terlihat orang.

Dan jika dia duduk maka dia akan mencari tempat yang ada lubangnya yang langsung kebawah dan akan memasukan ekornya pada lubang itu, agar orang lain gak lihat ekornya. Tapi apabila kita mau melihatnya maka kita harus turun kebawah dan buat penerangan dibawah maka ekornya akan terlihat. Apabila kita sudah mengetahui dan melihat ekornya dia akan menghilang dengan sendirinya.

Jadi pada kesimpulannya jangan suka berjanji kalau memang gak bisa ditepati, alam lain bisa saja menggantikan sosok kita dan berpura-pura menjadi diri kita. Oke next time aku bakalan upload lagi cerita-cerita dimasa aku masih kecil yang kita pikir mustahil tapi memang nyata dan benar terjadi.

loading...
KCH

Nastuti Larasmita

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Nastuti Larasmita has write 2.748 posts