Hantu Juga Ikut Petak Umpet Bagian 2

Hai kita bertemu lagi di lanjutan hantu juga ikut petak umpet yang sebelumnya, mungkin gak usah perkenalan karena sudah baca post sebelumnya kita langsung saja. Cerita ini beda waktu dan beda tempat dan teman yang ikut juga semakin banyak. Hari itu pada malam minggu (kira-kira 2 tahun setelah kejadian sebelumnya) saya dan teman-teman sejawat bingung mencari kesenangan di malam itu, terlintas di pikiran si Andre (adik kelasku) itu untuk bermain petak umpet.

loading...

Kami pun menyetujuinya dengan di awali hompimpa (menentukan siapa yang jaga) dan Imam yang bergiliran jaga kali ini. Permainan berjalan lancar sampai beberapa permainan (lupa gak ngitung berapa kali) dan tiba saat saya jaga. Saya berjalan kesana kemari di iringi dengan kesunyian dan kesepian, saya menemukan satu persatu teman dan pada akhirnya kurang 1 lagi yaitu Negro (nama asli Nugraha Kencana).

Saya ingat bahwa satu temanku ini suka memanjat pohon dan saya pun menyusuri kanan-kiri pohon yang menurut saya dapat di panjat hingga tiba di suatu pohon mangga yang agak miring ke jalan. Di situ saya melihat kaki seseorang (tubuhnya di tutupi dedaunan yang lebat) dan saya bilang.

“Nah! Ketemu juga lu kadal. Sini turun lo!” seru saya dengan lega temukan dia.
“….” (dia diam tak bersuara dan saya mulai curiga disitu).
“Gro, turun lo jangan nakut-nakutin aku lah, aku dah capek nih” bentak saya dan Negro pun keluar dari belakang pohon mangga tersebut.

“Apanya yang turun Jar?” kata dia sambil menghampiri saya dan saya pun kaget bukan main saat dia keluar dari situ.
“Loh Gro lo gak di atas?” seruku sambil menunjuk kaki itu (masih ada kakinya).
“Enggak, aku dari tadi disini lihatin lu lewat bolak-balik” kata dia.
“A*j*ng itu siapa?” dalam hati sambil merinding setengah mati. “Lah itu siapa Gro?” kataku sambil heran karena hanya tinggal dia yang belum ku temukan.

Kaki itu pun semakin besar dan seperti akan jatuh, kami pun lari terbirit-birit ke arah jaga sambil melihat kaki itu membesar. Saya dan Negro pun sampai di tempat jaga dan cerita kepada teman-teman dan memutuskan untuk menghentikan permainan dan pergi ke Alun-Alun. Sekian cerita saya dan mohon maaf jika tidak seram, tapi ini juga pengalamanku yang gak bisa aku lupakan *hehe.
Fb: [email protected]

loading...
KCH

Fajar Apriyanto

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Fajar Apriyanto has write 2.751 posts