Hantu Kemamang

Hai sobat KCH. Aku khalisa. Aku ingin menceritakan kisah horor yang pernah aku alami mengenai Hantu Kemamang. Kejadiannya sekitar sepuluh tahun lalu ketika aku masih SMP. Kebetulan waktu itu keluargaku baru saja pindah rumah ke daerah Jawa Tengah. Rumah baruku ini berada di pedesaan. Di depan dan belakang rumahku adalah pekarangan kosong, sebelah barat adalah rumah imam masjid, dan sebelah timur adalah pekarangan yang ditumbuhi rimbunan pohon bambu. Menurut warga sekitar, pekarangan yang berada di timur rumahku adalah tempat yang angker. Seangker apa sih? Kita langsung ke ceritanya saja ya.

Ketika itu, sekitar pukul setengah 7 malam. Aku baru saja pulang dari masjid. Tak seperti biasanya, malam itu setelah shalat maghrib berjamaah, aku langsung pulang. Biasanya aku mengaji terlebih dahulu. Jarak masjid ke rumahku hanya sejauh 100 meter. Waktu itu aku pulang sendirian, karena ayah dan adikku yang pertama masih berada di masjid. Tak terasa aku sudah sampai di halaman rumah. Betapa terkejutnya aku melihat ada kebakaran di sebelah timur rumahku. Apinya melahap semua daun bambu itu.

loading...

Aku mengusap-usap mataku, apakah itu nyata atau tidak. Aku takut apinya merambat ke rumahku. Karena jarak bambu itu dengan rumahku hanya sekitar 15 meter. Aku langsung berlari ke dalam rumah sambil berteriak memanggil ibuku. Saat itu ibuku sedang mengulek sambal di dapur. Aku langsung menarik tangan ibu agar segera keluar dari rumah. Saking takutnya aku hanya bisa mengeluarkan kata “ayo cepat keluar ma! ada api, ada kebakaran”.

Aku takut bercampur kesal. Ibuku tidak segera keluar, malah seolah tidak percaya dengan yang aku katakan. Akhirnya setelah aku berteriak sambil menangis, ibuku mau mengikuti langkahku untuk keluar rumah. Setelah kami sampai di depan rumah, ternyata apinya sudah tidak di atas lagi, melainkan di bawah. Apinya masih menyala-nyala dan masih besar, tapi tidak sebesar tadi. Aku berkata “lho. Kok apinya sudah di bawah? Tadi ada di atas sana mah. Membakar semua daun bambu”.

Lalu ibuku berkata “mungkin tadi sore ada orang yang membakar sampah. Tapi bakar sampah kok apinya besar sekali ya? Ah sudahlah ayo kita masuk”. Akhirnya aku, adikku yang kedua, dan ibuku kembali ke dalam rumah. Kami sepakat besok akan melihat bekas kebakaran tersebut. Pada keesokan harinya setelah aku pulang sekolah, waktu itu hari jumat, jadi aku pulang cepat. Aku dan ibuku memeriksa lokasi kebakaran semalam, betapa terkejutnya kami, pohon bambu itu masih utuh dan daunnya pun masih hijau rimbun.

Tidak ada bekas terbakar sama sekali. Ibuku bertanya kepada tetanggaku apakah semalam membakar sampah? ternyata tetanggaku tidak membakar sampah apapun. Lalu ibuku menceritakan kejadian yang kami lihat semalam. Tetanggaku berkata dengan logat jawanya “Oh. Itu hantu kemamang, tapi beruntunglah kalian, dia tidak bergerak mengejar kalian”. Mendengar itu aku merinding dan ingat bahwa semalam adalah malam jumat. Aku juga jadi percaya kalau hantu itu memang ada.

Di daerahku, hantu kemamang adalah hantu yang berupa api yang melayang-layang di udara. Kadang bentuknya kecil, kadang juga besar seperti membakar sesuatu. Menurut beberapa orang, kalau apinya kecil bisa bergerak mengejar orang yang melihatnya. Nah itulah tadi cerita horor hantu kemamang yang pernah aku alami.

KCH

khalisa

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

khalisa has write 2,691 posts