Hantu Kepala Perempuan Belanda

Kejadiannya bermula di hari-hari ketika aku sedang begadang, menghabiskan waktu di malam hari untuk mengerjakan skripsi. Jujur aku gak takut mengerjakan skripsi hingga larut malam karena memang tidak pernah terjadi apa-apa jadi perasaanku biasa saja. Sampai suatu malam, ketika aku masih terjaga dengan komputerku yang menyala.

Aku merasakan suasana kamarku berbeda dari biasanya. Kamarku waktu itu sangat dingin padahal aku tidak menyalakan kipas angin, dan jendela pun tertutup rapat. Tapi ini sangat luar biasa dingin, aku beranjak dari karpet lalu mengambil selimut dan kemudian duduk di depan komputer untuk melanjutkan ketikanku. Udara dingin itu semakin menjadi dan membuatku semakin dehidrasi.

Tanpa melihat, tanganku mengambil gelas di dekat meja komputer dan aku melepaskan genggamanku dari gelas. Gelas itu sangat dingin, bukannya aku mengisinya dengan air yang biasa saja. Air dingin itu tumpah di karpet, tanganku menggapai tissue dan mengelap karpet. Lalu terdengar suara gaduh, dan aku langsung menatap atas karena hampir setiap malam ada tikus yang berlari di atap kost.

Kadang suara gaduh itu keterlaluan, terdengar benda seperti jatuh diatas. Aku sudah sering melaporkan hal ini kepada penjaga kost namun tidak pernah di gubris. Aku mengangkat gelas yang tergeletak di karpet yang sudah menyerap tumpahan air. Aku berdiri dan berjalan kecil ke dekat tempat dispenser dan entah dari mana suaranya tiba-tiba, “Dini.. Dini”.

Aku seperti mendengar suara orang seperti memanggil namaku dan suara tertawa kecil. Sontak pandanganku menjadi liar, badanku mematung dan yang terakhir tiba-tiba saja bulu kuduk meremang seketika. Apa aku salah dengar, aku melihat sekeliling kamar dan tidak ada siapa-siapa lalu televisi pun sudah mati. Apa cuma halusinasiku saja, aku meneruskan tulisanku di komputer itu.

Belum lama aku duduk, tiba-tiba suara dari atap itu datang lagi. Kali ini suaranya hampir mirip dengan binatang besar sedang berjalan. Aku menengadahkan mukaku ke atas dan astaga, seraut wajah perempuan putih pucat tiba-tiba saja menyembul keluar dari langit langit kamarku. Bibirnya menyeringai sambil memanggil namaku dan di selingi dengan tawanya yang cekikikan.

Aku hanya terduduk mematung, mataku tegak melihat ke arah sosok menyeramkan itu. Badanku tidak bisa kugerakan, bibirku terbata-bata dan wajah itu bergerak-gerak. Kemudian, lama-kelamaan menjadi sebuah kepala manusia yang muncul di atas langit-langit. Dengan terbata-bata mulutku komat kamit membaca doa.

Hanya itu yang aku pikir bisa mengusir dia pergi dan benar saja kepala perempuan berambut pirang itu hilang. Aku menarik nafas dan menenangkan diri, keringat dingin bercampur dengan ketakutan. Aku hanya duduk terdiam, lemas tidak berdaya. Badanku gemetar, di pikiranku masih terbayang bagaimana sebuah kepala menembus langit-langit kamarku.

Dalam kepanikan itu, tiba-tiba saja aku mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari atas langit kamarku. Suaranya hampir sama seperti tikus berlari, atau jangan-jangan selama ini bukan tikus yang berlarian di atas kamarku. Melainkan, tiba-tiba saja langit langit kost rumah jatuh di depanku dan di saat yang bersamaan jatuh suatu benda tepat di pangkuanku.

Saat kulihat benda itu adalah sebuah kepala seorang wanita yang wajahnya belum lama aku lihat, aku berdiri dan menjatuhkan kepala wanita berambut pirang itu. Aku berteriak-teriak sementara kepala itu menggelinding dan terbang kesana kemari. Aku berdiri lemas dan aku hanya bisa membaca doa-doa lagi. Akhirnya kepala perempuan itu mengapung ke langit-langit yang bolong lalu hilang dalam kegelapan.

Aku segera keluar dari kamar, aku menghampiri penjaga kost yang kebetulan tidak jauh dari kostanku. Aku menceritakan semuanya, lalu mengajak penjaga kost untuk memeriksanya. Dengan membawa sapu lidi dan sebuah senter kecil. Dia memukulkan sapu lidi itu ke langit-langit kamarku dan entah berapa lama kemudian dia berhenti sambil memandangiku dengan ketakutan.

Dia turun dan memberikanku sebuah foto, di dalam foto itu tergambar jelas seorang perempuan belanda yang wajahnya sama dengan sebuah wajah kepala yang jatuh dipangkuanku. Aku tidak mengerti apa yang terjadi dan kenapa dengan foto ini. Lalu apa hubungannya denganku, aku hanya diam dan dalam diam penjaga kost menepuk pundakku dan dengan suara yang berat bapak itu bercerita.

loading...

Kalau dulu kost ini merupakan asrama perempuan belanda. Ketika jepang datang ke indonesia, banyak perempuan yang tinggal di asrama ini. Di bunuh dan di siksa, bahkan ada yang di penggal. Kemudian asrama ini di bakar, lalu asrama ini di bangun kembali dan di jadikan kost. Aku hanya diam mendengar hal itu, yang ada dalam pikiranku adalah, jadi selama ini yang membuat gaduh di atas kost ini bukan tikus melainkan hantu kepala perempuan belanda.

KCH

Dini

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Dini has write 2,694 posts