Hantu Kepala Tanpa Badan

Namaku Ika, kejadian ini mungkin adalah kejadian paling mengerikan dan menyeramkan yang pernah aku alami bertemu dengan hantu kepala tanpa badan. Kejadian ini aku alami sekitar setengah tahun yang lalu, namun masih segar di ingatanku seperti baru kemarin terjadi kejadian yang mengerikan ini. Aku kuliah disalah satu universitas negri di kota Bandung, sore itu aku baru saja pulang dari kampus untuk bimbingan, rasanya lelah sekali.

Tanpa menunggu lebih lama aku menyerbu pintu kost ku didaerah dago dan langsung membaringkan diri ditempat tidur. Waktu itu jam menunjukan puku 03:00 sore, aku langsung memejamkan mata karena kelelahan. Baru saja aku memejamkan mata tiba-tiba terdengar suara benda yang pecah dari arah dapur. Sontak aku terbangun dari tidurku “siapa sih nich, main didapur jam segini pasti nunik dech” kataku dalam hati.

“Duh nik ngapain sih? ganggu orang tidur aja, berisik tau” kataku sedikit kesal kepada nunik teman kost ku. Namun tidak ada jawaban dari nunik, jarang sekali nunik tidak menjawab pertanyaanku. Karena penasaran, dengan rasa malas aku berdiri dari tempat tidur. Aku membuka pintu kamar dan menuju kearah dapur, sesampainya aku didapur. Aku tidak menemukan siapa-siapa disana, namun anehnya aku menemukan sebuah gelas yang pecah dan pecahannya masih ada berserakan didapur.

“Aneh, kalau dari tadi tidak ada siapapun didapur, lalu mengapa gelas ini bisa pecah! Mungkin hanya kucing yang menyenggol”. Dengan perasaan ragu aku membersihkan pecahan tersebut dan membuangnya ketempat sampah. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar, ketika aku membuka pintu kamar, tiba-tiba berhembus angin yang sangat kencang dari arah jendela kamarku dan otomatis jendela kamarku yang sedang terbuka langsung tertutup sendiri dengan suara yang sangat kencang.

loading...

Dan aku melihat, seperti ada sekelebat bayangan hitam melintas diluar jendela. Astaga, perasaanku sekarang benar-benar tidak enak. Aku memutuskan untuk pergi keluar saja dan menunggu nunik sampai pulang. Tapi, ketika aku berbalik, tiba-tiba ada yang mencengkram dan menarik kedua kakiku dari arah belakang! Sampai aku terjatuh, aku yang kaget dan panik langsung berteriak sekencang yang aku bisa “tolong.. tolong” namun cengkraman dikedua kakiku telah makin bertambah kuat dan sekarang menyeretku ke arah kamarku sendiri.

Aku berteriak semakin kencang “tolong.. tolong” tiba-tiba saja cengkraman dikakiku lepas. Ketika aku rasa sudah bisa bergerak, aku langsung berdiri dan secepat yang aku bisa berlari keluar. Tapi ketika aku akan lari dari tempat itu tiba-tiba, cengkraman itu sekarang malah berpindah dari kakiku ke arah rambutku. Sekarang rambutku terasa seperti dijambak “lepaskan.. lepaskan aku” entah bagaimana itu bisa terjadi, aku pun tidak tau.

Sampai akhirnya aku terbangun dari pingsanku dan jam sudah menunjuka pukul 03:00 dini hari. “Ya ampun sudah jam 3 dini hari, nunik sudah pulang belum ya” ketika aku hendak bangkit dari karpet aku pingsan tiba-tiba angin kencang itu berhembus lagi. Tiba-tiba, jendela kamarku terbuka lagi dan Ya Tuhan. Ini adalah pemandangan yang pernah mengerikan yang pernah aku lihat. Sebuah kepala tanpa badan berwarna hitam legam dan mukanya rata. Ya Tuhan! Apa ini, kepala itu mengeluarkan suara seperti dengkuran yang sangat mengerikan, kepala berwarna hitam legam itu sekarang mulai melayang mendekatiku.

Aku sontak berlari kearah pintu, gagang pintunya macet. Tak bisa dibuka “tolong aku.. buka.. buka pintunya.. nunik tolong!”. Entah siapa itu, yang pasti pintu kost ku terbuka dan kulihat kepala itu lagi. Akhirnya semuanya menjadi gelap, aku bangun dengan nunik dan pak usep disampingku, pak usep adalah penjaga kost yang sudah hampir 10 tahun menjaga kost. Aku menceritakan semuanya kepada nunik dan pak usep.

Pak usep mengatakan, “memang dulu sekitar 6 – 7 tahun lalu pernah ada orang yang bunuh diri di kost an ini dengan cara memenggal kepalanya sendiri karena frustasi. Namun itu menjadi rahasia untuk umum karena takut kost an ini menjadi tidak laku”. Pak usep pun berkata, “bahwa kepalanya memang sering terlihat melayang-layang dihalaman rumah, sedang badan tanpa kepalanya sering terlihat didaerah dalam rumah terutama dapur”.

Dan ketika aku tanya dimana lelaki paruh baya itu bunuh diri, pak usep menjawab “lelaki itu bunuh diri tepat didepan jendela kamar yang aku tinggali sekarang”. Setelah kejadian itu aku dan nunik pindah dari kost an itu.

Share This: