Hantu Kereta Kuda di Cicalengka

Namaku David, kisah hantu kereta kuda ini terjadi pada tahun 2011 lalu, saat itu aku masih duduk dibangku SMA. Siang hari setelah bubaran sekolah temanku Edwin mengajak untuk menginap dirumahnya. Ada 3 orang temanku Jerry, Munir dan Bhakti ingin ikut bergabung menginap dirumah Edwin. Kami pun pulang dan memutuskan untuk kembali kumpul dirumah Edwin pada pukul 20.00 WIB. Singkat cerita kami berempat sudah berkumpul dirumah Edwin pada pukul 21.00 *hehe biasa jam karet.

“Ayeuna mah ngaliwet weh heula bari babakaran” artinya (ayo sekarang masak nasi liwet sambil bakar-bakar untuk lauknya) cetus Edwin dengan semangat. Kami berlima segera bergegas, karena kami memang sudah cukup lapar. Singkat cerita lauk untuk santap malam hari ini sudah siap, namun nasi liwet masih belum matang, alhasil kami harus menunggu nasi matang. “Piraku rek ditambul?” artinya (masa mau dimakan tanpa nasi?) kata Bhakti sambil tertawa, “tambul weh ku Bhakti jeung family *hihihi” artinya (kalau mau dimakan tanpa nasi, lu saja sama keluarga lu sono) jawab Munir diakhiri dengan ketawa anak-anak yang lainnya.

Sembari menunggu nasi liwet matang. Kami memutuskan untuk menunggunya dengan bercerita, pada awalnya bercerita tentang keseruan-keseruan disekolah, sampai akhirnya Jerry bercerita tentang pengalamannya bertemu dengan pocong dikamarnya, pada saat itu Jerry terbangun dimalam hari dan pada saat dia membuka mata ada sesosok pocong berada tepat didepan wajahnya sedang menatapnya.

Jerry langsung membaca doa sebisa-bisanya dia didalam hati. Karena saking ketakutannya Jerry tidak bisa menggerakkan sekujur tubuhnya dan juga tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun. Dan akhirnya pocong itu pun menghilang, katanya. Selesai Jerry bercerita masing-masing temanku menceritakan kisah-kisah mistis yang mereka alami.

Pada saat aku sedang melamun dan melihat kearah gerbang depan rumah Edwin dan tiba-tiba saja aku melihat kereta kuda yang putih, pengemudi yang sudah cukup sangat tua sambil memecut kudanya dengan lentera disisi-sisinya, aku melihat dari sudut kiri rumah Edwin sampai kanan rumah. Tidak ada keanehan pada saat itu karena memang rumah Edwin dipinggir jalan kecil yang bisa dilalui kendaraan.

loading...

Setelah beberapa menit berselang aku baru ingat ini sudah jam 23.30 WIB dan hari ini adalah malam jumat dengan akal sehat dalam hati berkata “tidak mungkin ada kereta kuda lewat selarut ini, ah mungkin aku hanya salah lihat”. Tapi aku penasaran dan iseng bertanya kepada Edwin yang posisi duduknya sama denganku yang mengarah kegerbang “Win lihat sesuatu nggak?” tanyaku pelan, namun temanku yang lainnya malah terdiam dan melihat kami berdua.

Keadaan seketika senyap dan Edwin menjawab dengan tatapan kearah gerbang dan suara gemetar “lihat kereta kuda”. Sontak aku kaget dan berlari kedalam rumah yang mengagetkan pula teman-temanku yang lainnya dan mengikutiku masuk kedalam rumah. Tidak lama kemudian Munir berkata “ada apa?! Kenapa kalian lari”.

“Sial, kenapa dia ikut lari kalau tidak tahu apa-apa (kataku dalam hati)”. Pada saat itu penjaga rumah yang biasa kami panggil dengan sebutan Babeh bertanya keheranan “ada apa?”. Aku langsung menceritakan semua yang aku lihat. Dan setelah aku ceritakan semua, Babeh pun menjelaskan kalau hal itu sudah tidak aneh lagi. Di sepanjang kawasan jalan ini atau orang asli sini sudah tidak asing lagi dengan penampakan hantu kereta kuda tersebut. Asal kita tidak mengganggu, makhluk tersebut tidak akan mengganggu.

Setelah sekian lama, saat itu ceritanya sedang merayakan reuni teman-teman SMA pada tahun 2016, temanku Raka menceritakan bahwa malam jumat kemarin dia mendengar suara kereta kuda berjalan didepan rumahnya saat malam hari tepatnya jam 1 malam. Dari situlah aku ingat akan pengalamanku saat itu yang pernah melihat langsung hantu kereta kuda tersebut.

Dan langsung bergegas menulis cerita untuk aku kirimkan ke Nightmare Side Ardan FM. Setelah cerita tersebut jadi, aku ingin meminta pacarku Yesi untuk menilai ceritaku karena dia adalah seorang jurnalis, aku pikir nanti jika ada kesalahan dalam penulisan, dia bisa membantu untuk mengkoreksi.

Namun tidak disangka-sangka, bahwa teman sekelasnya pada saat dia sekolah pernah bercerita bahwa temannya itu pernah mendengar suara kereta kuda pada tengah malam, lalu temannya itu iseng mengintip lewat jendela kamarnya, dan kusir dari kereta kuda tersebut tidak berkepala.

Aku kira ini bukan mitos isapan jempol belaka setelah beberapa dari kami menceritakan hal yang sama tentang sosok hantu kereta kuda itu. Dan aku yakin, untuk kalian yang sedang mendengarkan cerita ini mungkin juga pernah mendengar suara tapak kaki hantu kereta kuda tersebut, atau bahkan melihatnya. Itu adalah cerita pengalaman saya melihat sosok hantu kereta kuda di daerah Cicalengka kawasan Bina Muda. Terima kasih.

KCH

David

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

David has write 2.652 posts