Hantu Kiriman Part 2

Hai pembaca KCH, kembali lagi nih dengan sambungan dari “hantu kiriman” dan inilah part 2. Mari mulai lanjutkan ceritanya dan selamat menikmati (semoga) *hehe. Dia pun segera berinisiatif menyuruh adiknya untuk tidur dahulu dirumah tetangganya. Kata temanku sebenarnya saat itu dia takut sendirian dirumah itu, tapikan malu sama adiknya biar kelihatan berani gitu, terus dia pikir ngapain juga dia yang pergi, ini kan rumahnya sendiri harusnya yang ganggu yang harus pergi.

Dengan segenap keberanian yang dia kumpulkan dia mengambil sebatang tongkat, dan berlari mengejar sumber suara anjing tersebut, dari sudut kesudut, dari kamar kekamar, dari depan kebelakang, akhirnya dia capek sendiri ngejarnya, gimana gak capek yang dikejar kedengaran suaranya saja tapi wujudnya tidak terlihat. Karena kecapekan dia pun berhenti mengejar sambil bilang “*nj*ng si*l*n, kurang ajar, keluar kamu kalau berani”.

loading...

Walaupun katanya menyesal suruh suara anjing itu menampakan diri karena dia berpikir gimana entar kalau yang keluar makhluk hitam besar, berambut acak-acakan dan kelihatan organ tubuhnya terus ditambah lagi mukanya hancur, kan bisa pingsan *haha (masih sempat mikir juga ya) tapi untungnya suara anjing itu tidak menampakan diri. Akhirnya dia pergi kedapur mengambil garam, bawang merah, bawang putih, cabai atau bisa dibilang bumbu dapur dibawa semua dan disebarin keseluruh rumah bahkan sampai halaman, tetapi suara itu gak mau hilang.

Dengan kondisi yang sudah kelelahan dia pun akhirnya teriak “masa bodoh, aku mau tidur saja, ngantuk, ngapain ngurusin makhluk gak jelas”. Dia kemudian tidur dengan terlebih dahulu berdoa dan menutup telinganya dengan bantal agar gak dengar suara anjing itu katanya “biarkan saja ribut mudah-mudahan entar suaranya serak” dan dia pun tertidur dengan pulas.

Paginya dia dikagetkan dengan suara pintu diketuk rupanya tetangganya datang mengantar adiknya pulang dan pagi itu suara anjing itupun sudah hilang pikirnya mungkin benar-benar sudah serak itu anjing. Ketika membuka pintu tetangganya bertanya sambil cengengesan (maksudnya sih nyindir) “mau ada masak buat kenduri ya, kok bumbu dapur sampai berserakan gitu?”.

Dia pun menjawab dengan mengatakan (sebenarnya malu) “si*l*n” sambil berlalu meninggalkan tetangganya yang terus saja cekikikan didepan pintu. Sekian. Eh ya. Waktu mau menulis cerita ini baru habis baca cerita SIM by Nutasha dan aku suka. Di tunggu lagi cerita serunya.

Yandi Lalu

yandi

Facebook – Yandi Lalu »

Instagram – @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts

Please vote Hantu Kiriman Part 2
Hantu Kiriman Part 2
Rate this post