Hantu Kost

Hai aku Najla, aku akan menceritakan kisah kedua tentang hantu di kost. Oke langsung saja ya! Waktu itu, aku sedang di kost-kosan bersama temanku. Kita mengobrol sambil memakan makanan kecil. Kita mengobrol terlalu asyik sehingga kita lupa waktu. Tanpa disadari, jam sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB, temanku memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum ia pulang, kita berfoto-foto untuk kenang-kenangan.

Setelah temanku pulang, aku bersiap-siap untuk tidur. Namun, bahuku terasa sakit sekali. Tetapi aku tidak menghiraukannya dan kembali tidur. Saat pagi-pagi aku terbangun, aku merasa kakiku sangat sakit seperti ada yang menahan nya, Akhirnya aku mencoba-coba menimbang berat badanku untuk suatu alasan. Betapa kagetnya aku ketika melihat berat badanku. Berat badanku 3x lebih besar dari aslinya, yaitu dari 50kg menjadi 150 kg. Ketika aku melihat ke kaca, badanku tidak terlihat besar sama sekali. Aku telah mencoba berkali-berkali menimbang berat badanku, namun tetap 150kg. Kemudian aku menelfon temanku yang bernama Lia, kebetulan dia mempunyai indra ke-6.

Saat ia sudah sampai di kos-kosan ku, Aku menceritakan apa yang terjadi dari kemarin malam. Kemudian Lia berkata kepadaku “Bolehkah aku melihat fotomu yang kemarin?”, kemudian aku mengizinkan Lia untuk melihatnya. Betapa kagetnya aku dan Lia ketika melihat di foto itu, ada seseorang yang duduk dibahuku. Tampangnya seperti anak kecil. Mukanya berdarah, bajunya kotor, mulutnya tersayat-sayat dan matanya mengeluarkan suatu cairan hitam. Seketika, aku langsung kehabisan kata-kata dan aku pun pingsan.

loading...

Saat pingsan, aku berada di suatu bangunan yang sangat sepi. Kemudian aku melihat anak kecil yang tampangnya sangat menyeramkan sedang berlari-larian sambil berkata “Pergi! Pergi! Aku mau hidup tenang!” berulang-ulang kali. Karena aku penasaran, aku berkata “Siapa kamu?”. Tiba-tiba anak kecil itu berhenti tepat di depanku sambil berkata “Aku dibunuh” berulang-ulang kali sambil menangis dan berteriak. Tiba-tiba aku melihat ada Lia didepanku sambil berkata “Bangun… ayo bangun.” sambil menangis.

Aku langsung bertanya kepada Lia “Siapa anak kecil itu? Siapa Li” . Kemudian Lia mengatakan “Dia adalah anak kecil yang diculik dan dibunuh oleh pamannya sendiri 10 tahun yang lalu. Ia dibunuh disini, dikamarmu. Setiap orang yang tinggal dikamar ini akan dihantui dan dibunuh oleh anak itu karena ia ingin hidup tenang disini”.

Setelah aku mendengar cerita itu, aku langsung berkata “Maaf ya dek, kita akan pergi”. Setelah aku berkata seperti itu, bahu dan kaki ku tidak terasa sakit lagi. Kemudian aku merencanakan untuk pindah dan mencari kost an baru. Sekian cerita dariku terima kasih yang sudah membaca, hati-hati dibahumu ada yang duduk dan ada yang menahan kakimu ya.

Share This: