Hantu Kuntilanak Penghuni Pohon

Sebelum aku menceritakan kejadiannya, aku akan menggambarkan kondisiku dulu. Pertama aku adalah mahasiswa tingkat akhir, aku tinggal sendiri dibandung. Jika ada yang ingin bertanya aku berasal dari mana maka dengan bangga aku akan bilang kalo aku dari kota Malang. Di Bandung aku tinggal di kost yang cukup mewah, Karena cuman aku penghuni yang memakai motor. Teman kost yang lain adalah mahasiswa bermobil dan kalo dari luar kost ku itu tidak terlihat seperti kost.

Seperti rumah besar dengan model mediterania dengan pilar-pilar besar jendela tua. Aku senang tinggal disini. Karena kamarnya bagus, cat putih dan lantai kayu yang dingin menyerap panas. Kamar mandi yang luas dan sebuah jam dinding tua. Malam itu aku tidak bisa tidur saat arah jam menunjukan angka 2 di jam dinding kamarku. Aku masih memegang stick console game didalam kamar, berpetualang di game 3D sampai aku merasakan suasana kamarku berubah.

Udara kamar tiba-tiba menjadi lebih dingin, awalnya aku tidak menghiraukan hal itu tetapi suasana kamarku semakin lama semakin dingin. Dan aku mulai merasa kedinginan, akhirnya aku bangkit dari karpet bulu di kamarku berdiri ke meja yang berada disudut kamar. Dari atas meja, aku mengambil remot ac dan melihat angka 18 derajat celcius. Sore tadi aku lihat 22 derajat celcius, aku menaruh remot itu kembali. Kaki ku melangkah ke meja yang lain, dan segelas air putih aku minum.

Sebelum akhirnya aku kembali ke karpet berbulu dan meneruskan petualanganku. Dan mana stick console nya, stick game yang aku taruh di atas karpet itu berpindah tempat sedikit lebih jauh dan hampir mendekati televisi. Aku mengerutkan dahi, perasaan tadi aku taruh sticknya disini kenapa bisa pindah sendiri. Mungkin aku memang tidak sadar kalo aku menaruhnya disana. Mataku masih terbuka lebar, mengatur sang jagoan dilayar kaca besarku. Tiba-tiba lampu dikamar mati-hidup, aku tetap tidak bergeming.

loading...

Aku hanya melihat ke arah lampu sebentar sampai gangguan berikutnya datang lagi. Kali ini gangguan itu lebih ekstrim, dalam keheningan malam di kost an ku itu. Tiba-tiba saja aku mendengar ketukan keras dari arah pintu. “Siapa ya?” tak ada jawaban dari arah pintu, aku pun diam. Aku menekan tombol pause pada stick game ku dan terdengar kembali ketukan di pintu. Aku berdiri untuk kedua kalinya dari karpet itu, aku berjalan ke arah pintu dan cepat membuka pintu kamar. Ketika aku membuka pintu kamar, astaga tidak ada siapa-siapa diluar.

Keringat dingin mulai keluar, lorong didepan kamarku gelap dan sepi. Saat kaki melangkah keluar kamar, pandangan aku arahkan ke arah bawah kamarku dan itu adalah lobby tengah kost an lalu aku menutup pintu. Aku duduk dan bermain lagi lalu lambat-lambat aku mendengar seseorang sedang bersenandung, suaranya kecil tidak terlalu jelas. Kali ini aku mulai sedikit ketakutan, karena suara senandung itu adalah senandung seorang wanita, tapi kan di kost an ini semuanya laki-laki.

Suara senandungnya itu aneh seperti nyanyian sunda dan suaranya bukan seperti manusia pada umumnya. Suaranya fals dan parau, aku mulai jelas mendengar nyanyian itu. Senandung itu terus dinyanyikan berulang-ulang, aku mulai penasaran dan aku pun berdiri lalu mulai mencari asal suara itu ternyata dari jendela. Aku menghampiri jendela kamar, membuka gorden sedikit dan mengintip keluar kamar. Namun tidak ada siapa-siapa dihalaman depan kamar.

Nyanyian itu terdengar lagi, aku semakin menajamkan telingaku. Aku celingak-celinguk mencari asal suara itu dan astaga, mahluk apa itu. Aku memandang kaget ke arah tempat tidurku, itu seorang perempuan tengah duduk diatas kasurku, dia seorang perempuan tapi dari mana masuknya. Perempuan itu posisinya duduk membelakangiku, dia terus menyanyikan lagu itu sambil tertawa cekikikan dan aku memberanikan diri mendekati perempuan itu.

Perlahan-lahan aku menjulurkan tanganku dan mengumpulkan sekuat tenaga untuk menyentuh perempuan itu, tiba-tiba perempuan memutar kepalanya dan sekarang perempuan itu bertatapan denganku dengan kepalanya yang berputar 180 derajat ke arah belakang. Perempuan aneh dan pucat itu cekikikan tidak jelas, aku benar-benar panik. Aku langsung menutup wajahku sambil berteriak, Tiba-tiba suasana mendadak sepi.

Aku menengadahkan kepalaku, dan perempuan itu sudah hilang dari hadapanku. Aku tidak pernah menceritakan tentang pengalamanku itu pada orang di kost cukup aku yang tau, hingga terakhir aku tau kalo perempuan itu adalah kuntilanak penunggu pohon yang ada dihalaman depan kost an ku itu. Konon kuntilanak itu sudah ada ketika lahan masih kosong didekat kost an ku, tapi karena lahan itu sekarang dijadikan bangunan. Kuntilanak itu pindah ke pohon besar yang ada didepan kost an ku.

Share This: