Hantu Nenek Penunggu Lift

Cerita ini nyata dan baru saya alami tepatnya hari selasa tanggal 15 mei 2012. Saya adalah seorang karyawan yang bekerja sebagai Quality Control dengan pembagian tugas 3 shift dan minggu ini saya kebagian shift malam. Pukul 23.00 di ruang kerja, Teman saya datang, dia bernama Ully sama seperti saya dia juga asli Surabaya. Dia cuma tersenyum sebentar lalu pergi meninggalkan saya dengan setumpuk pekerjaan.

loading...

“Malam-malam gini enaknya ngopi, mas Dante gak ikut kah?” Katanya sambil meledek. “Males ull, 2012 udah gak jaman makan gaji buta!” sahut saya sambil pasang muka merengut. Lalu dia menghilang dibalik kerumunan pekerja borongan. Saya melanjutkan pekerjaan yang sudah menjadi rutinitas saya. Malam itu agak panas karena AC di kantor sedang rusak, sehingga terlihat beberapa team maintenance wara-wiri terlihat agak sibuk.

“Coba kalau semua mesin di stop, pasti kita nganggur mas”. Salah seorang pegawai borongan dibelakangku sambil membawakan kertas buram yang tadi sudah saya minta. “Hehehe” karena sibuk jadinya saya tidak terlalu menanggapinya. Berterima kasih pun saya lupa. Waktu menunjukkan pukul tepat 00.00 di ruangan kerja. Genset di kantor mati dan seluruh ruangan kantor telah menjadi gelap gulita dan terdengar jeritan karyawan wanita disana sini.

“Mas Black out lagi” Teriak seorang pekerja yang saya tahu namanya astutik. “Ya sabar” Sahut saya. Karena juga takut, saya nyalakan ponsel untuk menerangi sekitar meja kerja saya. Ruangan semakin panas, sehingga saya memutuskan untuk berjalan pelan-pelan keluar ruangan, lagi pula memang sudah ingin buang air kecil. Di luar tidak kalah gelap, tetapi masih ada penerangan dari jalan raya yang jaraknya kurang lebih 500 meter.

“Mas Dante mau kemana?” Seorang security menyapa saya. “Oh pak agus, saya mau ke toilet pak mari” Tak lama sayapun masuk ke dalam toilet. Beberapa saat terdengar seorang wanita menyanyikan tembang Jawa yang sayapun tidak pernah mendengarnya. Kalau tidak salah ada lirik yang bunyinya “ing wetan kulon pating gletak ra di ramut. Podo nangis lan.” (Disana sini banyak yanǥ tergeletak. Tidak ada yang merawat dan menangis semua).

Sentak saya kaget karena ini adalah toilet laki-laki, mustahil kalau ada ibu-ibu. Sampai bisa bernyanyi di dalam toilet laki-laki. Saya keluar dari toilet, ternyata di luar masih gelap. Jam menunjukkan pukul 00.20. Perasaan saya mulai tidak karuan mengingat pengalaman saya yang tempo hari pernah melihat hantu. Karena sudah mulai cemas saya memberanikan diri untuk lari ke tempat peristirahatan laki-laki. Tapi lorong di depan saya gelap sekali, jadi saya hanya berjalan pelan-pelan bahkan terlalu pelan.

Tak lama kemudian nyanyian itu terdengar lagi. ini tercium bau busuk, saya saja sampai mual dan rasa-rasanya mau muntah mencium bau tersebut. Sesaat kemudian ada Jeritan itu berasal dari gudang, rupanya ada salah seorang pegawai kakinya tertimpa lift barang. Semua orang sibuk menuju lift, suasana masih gelap. Entah apa yang dilakukan maintenance waktu itu sehingga kerusakan tidak cepat terselesaikan.

Di saat orang-orang sibuk menolong korban, saya melihat nenek memakai kemben duduk di atas lift. “Ya Tuhan” Aku berteriak sambil kedua kakiku bergemetar. Karena suasana panik tak ada seorangpun yang mendengar jeritan saya. Lalu Genset pun sudah kembali hidup. Sekarang di kantor mulai ada penerangan lagi, wanita tua tadi pun ternyata sudah tidak ada.

“Dek, dek Dante juga lihat yaa?” Pak karmin (petugas kebersihan) menyapa saya. “Oh pak karmin, lihat apa toh pak?” Ah jangan pura-pura dek, mbah tua yang duduk diatas lift tadi. Itu memang penunggunya sini dek. Aku tertegun, jadi dari tadi sosok itu mengikutiku. Apa mungkin yang menyanyikan senandung tembang jawa kuno tadi adalah makhluk itu. Wallahuallam.

Share This: