Hantu Nina Bobo

Namaku Intan, aku ingin menceritakan sebuah kisah yang berjudul hantu nina bobo, yuk kita lanjut ke kisahnya. Malam itu cukup sangat dingin, aku masih memeluk erat perut gendut pacarku. Sepulang menonton film tadi entah kenapa perasaanku sangat tidak enak. Rasanya seperti mual dan jantungku berdebar sangat kencang, keringat dingin di keningku terasa lengket karena tertiup angin jalanan yang dihembuskan oleh motor pacarku.

“Say, aku lagi gak enak badan kenapa ya?” pacarku bilang kalau itu hanya perasaanku saja, karena mungkin dari tadi sore aku belum makan jadinya masuk angin. Seperti ada sesuatu yang mengganjal, jalan bandung ini sudah sangat sepi mungkin karena sudah larut malam. Hanya ada satu atau dua kendaraan yang lalu lalang.

Udara dingin semakin meniup, perasaan aneh juga semakin kencang dan seiring dengan debar jantungku. Sampai ketika motor pacarku melewati sebuah jalan yang berseberangan dengan taman maluku, entah aku mengantuk atau halusinasiku saja. Selewat aku seperti melihat seorang anak kecil sedang berdiri di tengah trotoar jalan.

Dan yang aneh, anak kecil itu berdiri di tempat yang gelap dan sama sekali tidak ada orang. Tidak mungkin jika seorang anak kecil berdiri sendirian di situ. Tapi kenapa anak kecil itu malah berdiri di situ, apa dia anak jalanan. Aku terus melihatnya dan anak kecil itu terlihat sedang terduduk sambil menggunakan baju tidur.

Dia membawa boneka dan rambutnya terurai panjang dengan ikal berwarna pirang dan astaga ini gak mungkin, aku melihat ke tempat gelap dimana anak kecil itu terdiam tapi sudah tidak ada siapapun di situ hanya gelap. Sangat jelas barusan aku melihat anak kecil itu sedang berdiri di trotoar, aku mendekap tubuh pacarku dari belakang sambil tanganku mencengkramnya.

Aku sangat ketakutan, dan aku mulai merasa lemas. Aku sangat yakin dengan apa yang baru saja aku lihat itu bukanlah seorang manusia. “Sayang gini saja ya, kamu mau tidak tidur kost aku. Biar aku tidur di karpet dan sayang tidur di kasur” ucap pacarku. Singkat cerita, aku bermalam di kost pacarku dan aku sangat ketakutan melihat anak kecil tadi.

Bayangan anak kecil itu masih tergambar jelas didalam kepalaku, “Sayang, aku tidur duluan ya aku sudah ngantuk” pacarku pun akhirnya tidur di karpet merah depan tv. Aku pun akhirnya terlelap tidur dan entah berapa lama aku tertidur, tiba-tiba aku merasakan udara yang sangat dingin menusuk kulitku dan aku mencari-cari selimut dengan mataku yang masih tertutup.

Di antara setengah sadar, tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah sentuhan. Sebuah sentuhan lembut tepat di atas kepalaku, tangan dingin dan kaku dengan disertai suara lembut bersenandung lagu tidur yang sering aku dengar ketika aku kecil. “Nina bobo, oh nina bobo. Kalau tidak bobo di gigit nyamuk”.

loading...

Suaranya parau, suara anak-anak dan ketika aku memutar bola mataku ke atas. Tepat di atas kepalaku duduk seorang anak kecil, berkulit pucat dengan rambut pirang dan ikal. Tangannya yang kecil itu sedang mengelus rambutku. Dia mengelusku sambil bersenandung lagu tidur itu. “Nina bobo, oh nina bobo. Kalau tidak bobo di gigit nyamuk”.

Tangan kirinya memegang boneka dan astaga ini kan anak kecil yang aku lihat tadi di jalan, apa yang sedang dia lakukan dan kenapa dia ada di sini. Aku berusaha bangun dari tempat tidurku, badanku kaku dan aku merasakan dingin yang luar biasa. Aku juga tidak bisa teriak, mulutku hanya menganga dan aku melihat pacarku sedang tertidur di depan tv.

Anak kecil itu tidak berhenti mengelusku sambil bersenandung. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku mulai berdoa dan dalam kepanikan itu aku mulai menggerakan badanku. Akhirnya lama-kelamaan aku bisa bergerak dan aku membalikan badanku dan langsung lompat dari tempat tidur langsung memeluk pacarku dengan sangat ketakutan.

Pacarku lalu terbangun, dan langsung memeluk aku. “Sayang, kamu kenapa?” badanku gemetar, air mataku berderai sambil melihat ke arah kasur dan astaga anak kecil itu sudah hilang. Dia menghilang begitu saja, badanku lemas dan pacarku terus menggenggamku sambil menenangkanku. Beberapa menit kemudian, aku sudah mulai tenang dan dengan terbata-bata aku menceritakan apa yang aku alami kepada pacarku.

Pacarku tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya terduduk memeluk sambil menggenggam tanganku dan akhirnya aku pun tidak bisa tidur hingga pagi menjelang. Kami berdua hanya terdiam, esok paginya pacarku mengantarkanku ke rumahku. Sebelum pamit dia berkata, jika ada apa-apa kabari dia secepatnya. Setelah kejadian itu aku selalu terbayang dengan anak kecil itu, kenapa anak kecil itu menghantuiku dan siapa anak kecil itu.

Aku selalu bertanya kesana-sini, karena jujur kejadian itu membuatku insomnia. Beberapa minggu aku tidak bisa tidur, ketika aku memejamkan mata pasti aku langsung mendengar lagu senandung nina bobo itu di kepalaku. Sampai suatu hari ketika aku hendak pergi ke kampus, ibu tiba-tiba menanyakan padaku.

“Intan, kemarin ada anak kecil mencari kamu. Dia datang, lalu ibu bilang kamu lagi ada di kampus dan ketika ibu lihat ternyata anak kecil itu sudah tidak ada. Ibu merinding karena anak kecilnya aneh, rambutnya panjang berbaju putih sambil membawa boneka”.

loading...