Hantu Palasik

Namaku Ana, aku mau berbagi pengalaman sekaligus cerita mengenai sosok hantu palasik. Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas yang ada di kota Padang, tapi aku bukan asli orang Padang melainkan berasal dari pulau jawa, aku merantau kuliah di kota Padang. Dan sekarang baru 2 semester aku berkuliah. Pengalaman menjadi mahasiswi sangat menyenangkan. Aku tinggal di kos khusus untuk putri saja.

loading...

Teman-teman disini banyak juga yang pendatang sepertiku. Kos ku berjarak agak jauh dari pusat kota, dan disini masih diberlakukan jam malam. Daerahku sudah sangat sepi sebelum jam 9 malam. Konon katanya, disini masih percaya dengan mitos keberadaan hantu palasik, yaitu makhluk jadi-jadian yang mengambil bayi sebagai korbannya.

Beberapa bulan yang lalu, sempat terjadi kehebohan dikampung sebelah, ada seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan tiba-tiba dan orang-orang mengira dia didatangi oleh hantu palasik. Dan benar saja ketika bayinya lahir,  ari-ari bayinya itu mendadak hilang seketika. Suasana akan terasa sangat  panas setiap palasik akan datang, walaupun langit sangat cerah dan udara sedang sejuk.

Aku sendiri pernah terbangun suatu malam, karena jendela kamarku tiba-tiba terbuka mungkin karena lupa aku kunci rapat, lalu ketika itu dilangit aku melihat sekelebat bayangan yang seperti batok kelapa terbang dilangit. Tidak mungkin batok kelapa itu bisa terbang dengan sendirinya, mungkin saja itu kepala palasik, tapi aku tidak mau terlalu memikirkan lebih lanjut mengenai hal itu dan aku buru-buru menutup jendela.

Ibu kos ku juga pernah bercerita, waktu dulu para penduduk pernah menangkap hantu palasik, ketika itu suami korban melihat dengan mata kepalanya sendiri istrinya yang tengah tertidur dijilati oleh palasik. Dia langsung berteriak dan bergelut sendiri dengan hantu palasik itu, kejadian itu membuat heboh para warga, lalu warga berdatangan dan mereka mendekat kerumah itu, kemudian menangkap dan langsung membakar hantu palasik yang berbentuk kepala dengan organ-organ tubuh yang terbuai tanpa kulit. Sekian cerita dariku, terima kasih telah membaca.

Share This: