Hantu Pemakan Mayat

Hai kawan-kawan KCH. Langsung ke cerita ya. Angin berhembus perlahan menerpa wajahku dengan lembut seakan-akan menyambut kedatanganku di desa. Desa yang telah kutinggalkan selama enam tahun silam untuk merantau. Kulirik jamku, waktu menunjukkan pukul 18.45 malam. Langkahku terhenti dan mendengar adzan berkumandang. Rasa heran dalam hati timbul semakin kuat, begitu melihat haji amir menghampiriku.

Haji amir: bukankah kau fauzan.
Aku: benar, pak haji, saya fauzan.
Haji amir: kebetulan, gimana kalau kau menginap dirumahku saja.
Haji amir: sudah lama kau merantau, kita mesti banyak bicara.
Haji amir: ngobrol dirumahku supaya aman.
Aku: lho, memangnya kampung ini sudah tidak aman lagi.

Sesampai di rumah haji amir beliau banyak bercerita tentang kejadian-kejadian yang menimpa desa.
Haji amir: begitulah fauzan, itulah sebabnya desa dan orang-orang pada takut.

loading...

Aku jadi teringat cerita guru saudara seperguruannya yang mendalami ilmu hitam tega membunuh calon istri guru karena cintanya ditolak. Sejak itu dia berubah menjadi pemakan mayat dan menggali mayat-mayat perempuan untuk di makan jantungnya agar ilmu hitamnya semakin hebat. Sayang guru belum sempat menangkapnya karena suharno alias pemakan mayat sudah menghilang.

Haji amir: fauzan, ada apa nak, kamu melamun ya..!!??.

Tepukan pak haji amir membangunkanku dari ingatan yang mengerikan.

Aku: ah, nggak cuma ngeri juga mendengar ceritanya tadi.
Haji amir: perlu nak fauzan tahu, anisa meninggal tadi siang bisa jadi.

Aku memutuskan untuk pamit, namun saat melintasi makam aku melihat 7 orang sedang berjaga di makam anisa. Saat hendak mendekat tiba-tiba dua orang penjaga menghadangku dengan wajah penuh curiga. Beruntung salah seorang dari mereka yakni pak yami masih mengenali siapa aku dan berusaha menghalangi teman-temannya.

Pak yami:maaf nak fauzan, mungkin sebaiknya anda pulang saja dan besok akan saya ceritakan.

Karena penasaran aku mengurungkan niat untuk pulang. Aku bersembunyi dibalik semak semak dan mengintai dari kejahuan. Setelah tiga jam lebih menunggu dipersembunyian, barulah ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu. Lolongan anjing dari kejauhan terasa mendirikan bulu kudukku. Diam-diam aku meraba pedang kyai pekik yang terselip di balik baju.

Tidak lama kemudian dua bayangan hitam berkelebat menyerang beberapa orang yang menjaga makam anisa. Sekelebat muncul 2 bayangan hitam yang langsung menyerang ke 7 penjaga malam. Pak yami berusaha menghentikan, tetapi sayang kepandaiannya belum dapat berbicara banyak. Sementara itu muncul sosok lain yang duduk di makam.

Muncul asap dupa dari makam disusul ledakan keras. Setelah makam terbuka lebar munculah mayat anisa dari dalam kubur dengan tubuh yang masih dililit kain kafan. Naluriku mengatakan hantu itu akan memakan mayat itu. Sementara itu hantu itu mulai mencabik-cabik mayat anisa dan aku pun menghunus pedang kyai pekik. Munculnya pedang itu menarik perhatian pemakan mayat itu.

Sesaat kemudian pertarungan pun terjadi. Mereka berdua saling serang. Sesaat kemudian, hantu itu menjerit sambil bergulingan di tanah, karena pedang kyai pekik menancap di ulu hatinya. Tubuhnya membiru dan tak bergerak lagi. Aku sujud syukur karena pertarungan telah berlalu.

Share This: