Hantu Pengganggu (Hikiko San)

Hikiko San, yang juga dikenal sebagai hantu pengganggu adalah sebuah legenda dari Jepang tentang seorang gadis yang dikalahkan dan diintimidasi sampai mati. Suatu hari seorang gadis (yang merupakan seorang pembully “pengganggu atau intimidasi”) sedang berjalan menyusuri beberapa anak tangga menyusuri jembatan, saat itu dia melihat seorang gadis berjalan sambil memeluk boneka beruangnya.

Tepat sesaat dia melihat lebih dekat, ternyata gadis itu adalah zombie yang sedang menyeret tubuh manusia. Gadis itu berlari tapi kemudian dia tersandung dan akhirnya Hikiko San mendapatkannya, lalu menyeretnya sampai akhirnya dia mati karena dipenggal. Cukup ya sedikit pengenalan tentang hantu pengganggu atau “Hikiko San”, lanjut kecerita ya.

Hai kenalkan namaku (Nana) nama disamarkan, aku seorang siswi dari Sekolah Menengah Atas dan hari ini ketika aku harus pergi kesekolah dasar adikku, sudah tentu untuk membawanya pulang. Biasanya ibuku yang akan melakukan ini tapi dia harus melakukan pekerjaan di kota lain jadi aku harus mengurus adikku dan rumah kami selama dua hari.

Jadi, sekarang jam 21.00 dan seharusnya aku sampai disekolah adikku 30 menit sebelumnya, tapi kereta api melaju sangat lambat karena seseorang telah terjatuh dijalur kereta api, jadi aku harus menunggu sebelum kereta mencapai stasiun terdekat untuk pindah kereta yang lainnya.

Ketika sampai dipintu gerbang sekolah dasar adikku, aku melihat tidak ada seorangpun disana. Yang aneh, mengingat para guru hanya pergi setelah semua siswa telah diambil dan dijemput oleh para orang tuanya. Bahkan keamanan pun tidak terlihat. Saat memasuki pintu depan, aku melihat sesuatu yang membuatku terkejut, aku melihat banyak darah di dinding dan juga dilantai.

Aku berdoa keras untuk adikku, jangan sampai dia tersakiti, bahkan lebih buruk lagi, atau sampai mati. Saat melewati kelas, aku melihat semua benda berada diluar, terlihat seperti ada yang mencoba menahan kursi dan meja, lalu ada yang menarik dan menjatuhkan benda-benda itu keluar kelas.

Aku perlu menggunakan tangga untuk pergi naik kelantai dua yaitu kelas adikku, tapi cahaya dilantai 2 ini gelap, sehingga aku merogoh sesuatu dari saku, lalu menghidupkan sebuah lampu senter darurat yang aku bawa, (ya aku mencoba untuk siap menghadapi keadaan apapun) dan aku ingin bilang kepada para pembaca KCH, bahwa aku sangat menyesal melakukan hal ini.

Di seluruh koridor banyak badan anak-anak dipenggal dan/atau hilang beberapa anggota badan, itu mengerikan. Kenapa para guru tidak melakukan sesuatu? Ketakutan mulai berjalan melalui urat nadi saat aku memasuki semua kelas dilantai 2, dan hanya melihat darah dimana-mana dan potongan-potongan tubuh.

Akhirnya aku sampai dikelas terakhir, aku membuka pintu. Dan jantungku berdegup kencang sehingga membuat pernapasan aku terasa seperti sangat sesak. Tanganku berkeringat dan mataku berkedip cepat untuk membersihkan kotoran yang tidak ada dimata. Aku membuka pintu, dan dihadapanku ada seorang gadis, kulitnya berwarna abu-abu, tak bernyawa, rambutnya panjang dan hitam menutupi wajahnya tapi bahkan tanpa rambutnya, aku tidak bisa melihat dengan jelas mata dan mulutnya. Apa yang aku lihat, sangat mengejutkan sampai kedalam jiwaku.

Di salah satu tangannya terdapat lengan seorang anak-anak, tapi lengannya itu bukan milik lengan siapapun, melainkan lengan milik adikku. Aku tahu itu karena memiliki gelang yang aku buat untuknya sebagai tanda persahabatan dan cinta kita. Lengan itu memiliki bercak darah di ujung di mana seharusnya dihubungkan ke bahu.

Aku takut, dan terdiam kaku tapi aku juga marah. Aku terhentak kedalam banyak emosi untuk berpikir jernih sehingga tubuhku bertindak sendiri dan membuatku berlari menuju anak perempuan tersebut. Lalu aku menarik pakaiannya dengan ketat, sehingga terasa jari-jariku berubah putih akibat hilangnya sirkulasi darah. Aku ingin membunuhnya, tapi jauh dilubuk hatiku, aku tahu bahwa aku tidak akan pernah dapat balas dendam karena dia sudah meninggal. Aku melihat ibu, dia menangis bersama ayah kami didepan kuburan kami.

Ya, musim gugur ini telah membunuhku, sejak aku terjatuh dari lantai 2 dan jatuh tepat dipintu gerbang sekolah. Logam yang tajam, yang berdiri kokoh digerbang telah menusuk tubuhku dan merusak hampir semua organ tubuhku. “Pembunuh” tersebut tidak pernah ditemukan sampai sekarang, dan akhirnya sekolah pun ditutup dan ditinggalkan.

loading...

Aku tidak balaskan dendam adikku, tapi sekarang kita berdua mengawasi orang tua kita, melindungi mereka dari bahaya, menunggu hari dimana mereka akan bersatu kembali dengan kita. Terkadang kematian misterius anak-anak SD dilaporkan sering terjadi dibeberapa sekolah diseluruh Jepang, itu sudah pasti dia lagi, Hikiko San.

Arie R

Arie R

Suka berbagi cerita dan senang membaca website seperti KCH!

All post by:

Arie R has write 81 posts

Please vote Hantu Pengganggu (Hikiko San)
Hantu Pengganggu (Hikiko San)
Rate this post