Hantu Penjaga Rumah Kost

Ceritanya waktu itu aku baru saja pindah kontrakan dari Setiabudi ke sebuah kost dekat Karang Tinggal, Bandung. Malas sih memang, tapi mau bagaimana lagi. Demi membuang kenangan bersama sang mantan aku harus move on. Singkat cerita baru 2 hari aku menempati kost baru. Sebuah kost yang bisa dibilang cukup mewah dengan satu kamar lengkap dengan kasur king size dan belum lagi internet lalu TV kabel.

Sangat cukup dengan harga di bawah satu juta. Mungkin karena dari luar tampak kelihatan seperti rumah mewah jadi tidak banyak orang yang tahu kalau rumah ini adalah kost. Akhirnya aku mengambil kamar paling ujung dekat dengan tangga. Siang itu adalah hari minggu yang panjang. Aku sedang berbaring di kasur setelah seharian aku memperbaiki dinding kost yang terkelupas. Aku memandangi hasil kerja kerasku itu sampai tiba-tiba pandanganku terhenti pada sebuah garis yang memanjang berwarna hitam di langit kamarku.

Garis itu hanya beberapa centi saja, tapi ada yang aneh. Aku bangung lalu terus berdiri sambil melihat ke atas. Lalu aku pun memanggil penjaga kost dari arah balkon. Tak berapa lama, muncul seorang pria penjaga kost itu dikamarku. “Pak, itu kenapa ya?” Tanganku menunjuk ke arah Plafon langit-langit. Bapak itu hanya diam sambil ikut melihat garis besar yang cukup panjang.

Dengan sedikit gugup, Bapak itu langsung meninggalkan kamarku. Aku pun duduk kembali di atas kasur lalu periksa handphone. Hari semakin larut, tidak terasa jam sudah menunjukan 9 malam. Aku menutup semua jendela kamar dan tidak sengaja tanganku menyenggol gelas di ujung meja. Tiba-tiba suasana hening seketika, aku berjongkok dan mulai memunguti pecahan kaca lalu membuangnya di ujung kamar. Suara aneh muncul dan membuatku terperanjat.

Karena memang dasar penakut, aku pun mulai ketakutan. Aku segera membuang serpihan itu ke tong sampah, lalu menutup semua jendela dan menyapu sisa pecahan gelas. Semua itu aku lakukan dengan gerak cepat. Jujur waktu itu aku sangat ketakutan, aku mematikan lampu dan naik ke atas kasur. Hujan yang tiba-tiba turun membuat malam itu sangat mencekam. Tiba-tiba suara itu muncul lagi, dan mataku langsung menatap garis panjang yang melintang di langit kamar. Karena rasanya suara itu berasal dari atap kamarku.

Badanku langsung membeku, dan suara itu pun muncul lagi. lebih nyaring dari pada sebelumnya, aku menutup telinga dan berpikir kalau itu hanya binatang. Dan tiba-tiba hening, sekarang aku mendengar suara tangisan perempuan. Tangisan itu membuatku tersendak, Asma ku kambuh tiba-tiba. Aku bangun mencari obat asma, dalam kegelapan dan terdengar suara tangis yang samar samar didalam kamarku.

loading...

Aku melihat obat asma ku berada di atas meja. Aku berjalan sedikit lemas karena menahan asma ku, ketika aku berjalan ke arah meja itu. Sesuatu muncul dibawah meja. Ada sebuah kepala dengan rambut panjang dan badannya kurus. Lalu mahluk itu bergerak ke arahku dari bawah meja sambil mengeluarkan bunyi yang tidak jelas. Suara teriakan parau dari mulut yang menganga, dia menghampiriku semakin dekat.

Mataku mulai buram dan suara itu semakin keras terdengar, lalu aku tidak ingat apa-apa lagi. Sayup-sayup aku merasa dingin yang luar biasa seperti air yang menempel di pipi ku. Aku melihat dua orang berada di kamarku, seorang pria dan seorang wanita menggunakan gaun putih. Dan seorang pria berdiri sambil memasukan selang ke dalam mulut wanita itu. Wanita itu langsung terkulai lemas dan pria itu memangkunya. Astaga pria itu melangkahi ku seolah dia tidak melihat aku sedang terkapar.

Aku berteriak-teriak minta tolong tapi dia tidak mendengarkanku. Lalu pria itu menaruh wanita itu di atas kasurku dan air mulai membanjiri kamarku. Laki-laki itu mengambil sebuah kursi dan berdiri di atasnya. Mengambil seikat tali dan mengikatnya pada lampu yang menggantung lalu menyambungkannya lewat leher dan menendang kursi. Langit-langit kamar ini mulai retak memanjang karena beban berat dari lelaki tersebut.

Rupanya itu yang membuat garis panjang di langit-langit kamarku. Lalu mataku terbuka, nampaknya aku sudah berpindah tempat lagi. Ini bukan kamarku lagi, samar samar aku melihat seorang pria dan wanita paruh baya. itu Ibu dan Abangku, ketika aku bangun, mereka menangis dan memeluk ku. Suasana saat itu membuatku keheranan. Sebenarnya apa yang terjadi padaku, Akhirnya aku mengetahui dari Ibu.

Kalau hari itu penjaga kost mendengar suara tangisan dari kamarku. Ketika penjaga itu masuk, dia melihatku terkapar tidak berdaya dan dia membawaku ke rumah sakit. Ternyata semua yang kulihat itu adalah hantu penjaga kost itu. Dulu sebelum dibangun kost, rumah itu adalah tempat tinggal pasangan muda tapi karena sang istri ketahuan mempunyai simpanan. Sang suami marah dan akhirnya mengakhiri hidup dan juga istrinya.

Sampai sekarang aku masih kost di rumah itu. Karena semenjak kejadian itu, sosok hantu tersebut tidak pernah lagi menunjukan dirinya kepadaku. Mungkin dia hanya ingin berkenalan, dengan para penghuni baru disana. Minggu depan adalah minggu terakhirku di kost an ini. Aku ingin tahu apakah penghuni kamar setelahku akan mengalami hal yang sama, kita tunggu saja.

loading...