Hantu Penjaga Rumahku

Hai perkenalkan namaku Amanda christ hollyne. Aku tinggal di nunukan, kalimantan utara. Sejak mulai duduk di bangku SD aku sudah bisa merasakan hal-hal yang tidak bisa orang normal rasakan. Saat itu aku masih kelas 8 smp, saat selesai belajar untuk ulangan kenaikan kelas besok, aku langsung naik ke kamarku yang berada di lantai 2. Saat masuk ke kamar, tiba-tiba indra penciumanku mencium bau seperti kemenyan dan bunga melati.

Tapi, aku tidak menghiraukan nya. Setelah selesai menaruh buku ku di meja belajar. Aku dibuat kaget dengan suara tangisan seorang perempuan dari lantai bawah. Aku pikir yang menangis adalah adik sepupuku yang mungkin saja sudah bangun dari tidurnya. Tapi, semakin lama bau tadi semakin membuat kepalaku pusing ditambah suara tangisan itu membuatku berpikir yang tidak-tidak.

Segera aku berlari ke lantai bawah dan mengecek sepupuku. Ternyata adik sepupuku masih tidur. Aku lalu menuju ke dapur dan menanyakan tanteku siapa yang menangis. Tante malah menatapku bingung, dia bilang tidak ada yang menangis. Sejak kejadian itu aku jarang berada di kamar. Saat malam selasa aku duduk di dekat tangga sambil memegang komik kesukaanku. Tiba-tiba mama lewat dan menyuruhku tak usah duduk di dekat tangga. Aku mengiyakan.

Lalu aku teringat surat undangan sekolah untuk orang tua. Aku segera berlari mengejar mama tapi ketika sampai di kamarnya sungguh kagetnya aku ternyata tidak ada siapa-siapa. Aku berpikir lagi bukan nya mama ke lantai 2 ya. Aku memanggil mama dan mengecek ke kamar ku dan kamar mandi dengan panik. Ketika aku berteriak mencari-cari mama. Aku mendengar seperti suara mama dari lantai bawah. Segera aku kebawah dan menanyakan mama kapan turun dari lantai 2. Mama menanyakanku apa aku ngigau.

loading...

Aku mengatakan dengan jelas melihat mama menaiki tangga bahkan berbicara padaku. Mama bilang mama dari tadi ada di ruang tamu. Aku langsung lemas. Apakah yang tadi itu “dia” lagi? Keesokan paginya saat sarapan aku menceritakannya pada nenek. Kata nenek kemampuanku semakin meningkat. Dan berkata padaku apa yang aku lihat adalah sosok penjaga rumah kami. Nenek bilang sosoknya itu tinggi dan berbadan besar. Suatu hari nanti aku pasti bisa melihatnya kata nenek, selesai.

Share This: