Hantu Penunggu Rumah Minimalis

Manusia seringkali sibuk akan kehidupannya sendiri, kadang karena kesibukannya itu manusia suka lupa akan kehidupan disekitarnya. Baik didalam lingkungan kadang kita juga sering menghiraukan apa yang terjadi disekitar lingkungan. Hal ini yang terjadi kepadaku, selain aku ternyata ada sosok hantu penunggu rumah minimalis yang pernah dibeli oleh orang tuaku pada tahun 2012. Namaku didit, sekarang aku berkuliah disalah satu universitas yang ada di kota Bandung.

Menginjak semester 3 saat itu membuat aktivitasku menjadi sangat sibuk sekali, selain aku juga senang mendesain rumah, dan gambar rumah yang aku idamkan, aku juga harus rela mengorbankan hidupku menjadi hanya beberapa jam saja, bahkan aku jarang sekali pulang ke rumah. Setiap hari aku berada didalam kost, jika pulang ke rumah pun aku sambil mengerjakan tugas. Saat itu sudah hampir 3 bulan aku tidak pulang ke rumah dan hari itu aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Rumahku terbilang sangat jauh, maka dari itu aku jarang pulang ke rumah.

Malam itu aku sampai ke rumahku, perjalananku menghabiskan selama 3 jam. Kulihat jam tanganku menunjukan pukul 10 malam, sampai didepan rumah terlihat lampu rumah mati. Biasanya kalau lampu sudah mati, berarti orang tuaku sudah pada tidur. Benar saja beberapa kali aku ketuk pintunya, tidak ada jawaban apa-apa. Aku mengambil kunci yang biasanya di simpan di bawah pot bunga, hingga akhirnya aku bisa masuk kedalam rumah minimalis milik orang tuaku.

Suasana sudah sepi, hanya suara detik jam saja saat itu yang terdengar. Rumah minimalis ini bisa dibilang cukup besar, dengan ruangan dan lorong-lorong, serta lukisan besar yang terpampang di dinding. Aku bergegas ke lantai 2 kamar rumahku, mengganti pakaian dan aku turun sebentar untuk menyimpan pakaian kotor di kamar mandi. Ada yang tidak biasa, jam segini ayahku biasanya nonton televisi. Tapi hari itu, dia sepertinya sudah terlelap.

Aku coba mengintip kedalam kamar orang tuaku, aku lihat mereka sudah tertidur lelap. Aku tidak berani untuk membangunkannya, aku langsung menuju kamarku lagi membuka laptopku dan lanjut mengerjakan tugas-tugasku. Banyak sekali, kemungkinan aku akan begadang lagi malam ini. Untungnya besok aku masuk kuliah sore jadi bisa bersantai dirumah. Kulihat jam menunjukan pukul 11 malam lebih, malam itu aku hanya ditemani suara denting jam yang menggema disetiap sudut ruangan rumah minimalis ini.

loading...

Tiba-tiba aku merasa lapar, lalu pergi menuju dapur untuk melihat makanan yang ada. Dan ternyata semuanya habis, mungkin orang tuaku pikir aku tidak akan pulang lagi malam ini. Sehingga tidak ada makanan yang disimpan, karena tidak ada aku pun memutuskan untuk kembali mengerjakan tugas. Tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka.

Aku lihat sekilas, ibu masuk kedalam kamar mandi. “Bu, ada makanan ngga? lapar nih pingin makan” ibuku yang berada didalam kamar mandi tidak menjawab. Sementara itu, aku menunggu ibuku keluar dari kamar mandi. Tapi didalam kamar mandi itu, tidak terdengar suara apa-apa. Aku bangkit dan segera ke kamar orang tuaku, saat aku intip. Meskipun gelap, tapi aku bisa melihat dengan jelas ayah dan ibuku masih tertidur.

Lalu yang ke kamar mandi itu siapa, aku lalu membuka pintu kamar mandi dan tidak ada siapa-siapa. Bulu kuduk mulai berdiri, aku lari kelantai atas kamarku. Pikiranku saat itu mulai tidak jelas dan tiba-tiba terdengar suara sangat gaduh dilantai bawah dan seperti ada suara orang berlari-lari. Aku pun langsung membuka pintu kamarku dan suara itu hilang, kali ini kembali hening. Kali ini samar-samar terdengar suara batuk, tapi ini bukan suara batuk.

Suara seorang wanita yang lebih mirip seperti tertawa sambil cegukan. “Bu?” aku mencoba memanggil ibu, dan mulai berjalan perlahan menuju kedalam kamar orang tuaku. Namun langkahku terhenti ketika dari arah dapur ada sesuatu yang bergerak-gerak. Seperti sebuah warna putih yang aku pikir itu gorden tapi ternyata itu bukan gorden.

Sebuah sosok sangat tinggi, hampir menempel ke langit-langit rumahku. Sebuah kain berwarna putih, bergerak pelan-pelan. Sosok tinggi itu mulai bergerak semakin membungkuk dan wajahnya mulai terlihat. Sosok wajah berwarna merah kehitaman dengan rambut panjang dan kepalanya melenggak-lenggok melihatku. Aku segera berlari ke kamar orang tuaku berniat untuk membangunkan mereka, tapi mereka tidak ada, kamar ini kosong.

Jantungku mulai berdetak kencang, keringat dingin mulai bercucuran. Orang tuaku tidak ada, dan pertanyaanku pun terjawab ketika ada suara mobil masuk kehalaman rumahku. Aku lihat dari jendela, itu adalah orang tuaku yang baru saja pulang. Jadi selama tadi aku berada dirumah ini aku sendirian, aku segera berlari kearah pintu depan dan membuktikan apa yang aku lihat.

Ternyata itu memang orang tuaku yang baru saja pulang. Saat aku tanya, mereka benar-benar baru pulang dari rumah saudaraku. Bulu kuduk berdiri, jadi yang tadi aku lihat itu siapa? Aku coba mencari tahu dan bertanya asal mula rumah minimalis ini sebelum dibeli oleh orang tuaku, namun sampai saat ini aku tidak pernah tahu jawabannya.

loading...
KCH

KCH

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

KCH has write 2.808 posts