Hantu Perempuan Menyukaiku

Malam itu aku sedang tidak sadarkan diri, suara alunan musik berirama cepat berdentum ditelingaku. Pandangaku menjadi buram, setelah tersadar tempat ini sudah sepi. Salah seorang waiters ingin menolong membawa ku ke mobil, lalu aku bilang tidak usah. Padahal untuk berdiri saja aku masih sempoyongan, kali ini badanku sedang menempel pada lempengan dinding lalu aku membuka pintu, aku keluar dan lanjut berjalan.

loading...

Untung saja mobilku diparkir dekat dengan pintu masuk, jadi tidak perlu repot-repot mencari apalagi dalam keadaan seperti ini. Beberapa kali aku menggerakan kepalaku dengan cepat, berusaha untuk membuatku tetap sadar. Aku menjalankan mobilku sambil mengambil botol air mineral dan meminumnya, itu membuatku agak sedikit tersadar. Mobilku berjalan pelan, jalanan cihampelas malam itu cukup sepi. Namun ketika aku keluar dari mall itu.

Sebuah bus besar menghalangi jalan dan membuat beberapa mobil didepanku berhenti. Aku sudah ingin cepat sampai kerumah karena sudah tidak kuat ingin tidur. Lalu aku berbelok ke kanan, kearah jalanan satu arah yang akhirnya aku harus belok ke kiri ke jalanan yang sepi dan tidak nampak seorangpun dijalanan itu.

Ketika aku mulai menyusuri jalan yang sepi itu, perutku terasa mual sepertinya aku akan muntah. Aku mempercepat laju mobilku hingga aku memasuki jalan Dr. Saleh ketika aku memasuki sebuah terowongan besar, jalan itu sudah diportal dan sepertinya aku akan muntah. Aku membuka pintu mobil untuk keluar lalu jongkok dan aku pun muntah, sampai entah dari mana aku melihat seorang wanita, dengan rambut sebahu tidak jauh berdiri didepanku.

Wajahnya cantik, aku pun langsung tersadar dan berdiri. Lalu dia bertanya “apa kamu baik-baik saja?”. Aku pun menjawab, “aku baik-baik aja”. Dia berbalik dan melangkah pergi, aku memanggilnya “hei, kamu dari mana mau kemana? gimana kalo aku anterin pulang, mau gak?”. Dia pun berbalik sambil tersipu malu, dia pun masuk kedalam mobil dan duduk disebelahku.

Aku bertanya padanya “rumahnya dimana?” dan dia menjawab dengan suara yang lirih. Mobilku terus mengikut arah yang dia tunjukan, hingga sampailah pada sebuah jalan yang cukup sepi. Aku pun tidak tau dimana pastinya jalan ini, hanya ada beberapa rumah dan dikelilingi pohon yang cukup besar. “disini?” tanyaku, wanita itu diam. Aku pun agak mendekat kepadanya memegang tangannya dan dia pun masih terdiam, aku masih memegang tangannya dan lebih mendekatinya lagi.

Jantungku sedikit berdegup, namun aku mulai merasa ada yang aneh. Rambut wanita ini kini terlihat lebih panjang, tangannya mulai terasa dingin, dan saat aku lihat. Wanita itu kini sudah berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan. Rambutnya semakin panjang, mukanya pucat dan kedua bola matanya merah. Aku pun langsung keluar mobilku, sekelebat bayangan putih melintas didepanku.

Aku masih belum bisa melihatnya dengan jelas, perasaanku mulai tidak enak dan ketika aku hendak akan masuk mobil lagi. Tiba-tiba saja bayangan putih itu melintas dengan cepat kearahku dan terbayang melayang kearah sebuah pohon. Perlahan aku mengarahkan pandanganku kearah pohon lalu. Astaga! Sesosok menyeramkan duduk diantara batang-batang pohon.

Makhluk itu terlihat sangat menyeramkan, mukanya aneh dengan mata yang besar dan merah lalu rambutnya terurai panjang tidak beraturan. Kakinya pucat sambil dia gerak-gerakan lalu sesaat kemudian dia tertawa cekikikan “hihihi.. hihihi”. Aku langsung masuk kedalam mobil dan menekan klakson sekencang-kencangnya “tolong.. tolong” Dan tidak lama beberapa orang pun datang, tanpa bercerita apa-apa aku langsung masuk mobil dan lanjut pulang.

Selama dalam perjalanan pulang, aku mencoba untuk tidak mengingat kejadian-kejadian menyeramkan itu sampai akhirnya aku tiba di kos dan langsung tidur. Entah aku tertidur berapa lama ketika aku terbangun, aku masih mengenakan baju yang sama. Aku lihat ruang sekitar kamarku gelap, aku bangun dari tempat tidurku dan mencari saklar lampu. Kali ini sakit dikepala ku sudah hilang, aku langsung menyambar handuk dan langsung mandi.

Tapi aku mendengar suara, aku langsung memalingkan wajahku dan sekelebat sebuah bayangan melintas begitu cepat datangnya dari arah pintu kamar mandi. Sekarang, astaga aku merasakan sentuhan dipunggungku, dan aku melihat tangan pucat. Sedang memegang punggungku. Aku membalikan wajahku sambil memejamkan mata, tanganku meraih kran air dan mematikannya perlahan. Aku menggerakan badanku perlahan keluar dari tempat kamar mandi dan masih aku rasakan tangan itu menempel dipunggungku.

Aku tertahan oleh sesuatu ketika akan menarik handukku, aku tidak bisa bergerak dan ingin sedikit berteriak “ampun.. ampun” suaraku mungkin terdengar olehnya. Lalu beberapa saat kemudian terdengar suara rintihan serta suara yang seperti berbisik “sayang, aku gak mau sendiri” aku benar-benar ketakutan. Aku berlari keluar kamar dan astaga sekarang sosok perempuan itu sudah berdiri didepan pintu.

Aku terduduk lemas, perempuan itu tertawa cekikikan seakan menertawakanku. aku memegang lutut dan menyembunyikan kepalaku. Aku tidak mau melihat sosok perempuan itu dan hantu perempuan itu bergerak, aku bisa mendengar suaranya. Suara dari tulang-tulang yang bertabrakan dan aku bisa merasakan perempuan itu sedikit menyentuh kepalaku sambil berbisik “aku suka kamu” dia tertawa-tawa dan badanku lemas.

Tubuhku bergetar semua, sampai akhirnya aku pun tidak sadar. Semenjak saat itu kehidupanku makin tidak jelas, setiap hari aku sering melihat sosok wanita itu. Kadang dia hanya lewat saja, dan sekarang temanku menjauh satu-persatu karena setiap dekat denganku mereka suka tidak nyaman dan jika mereka berfoto bersamaku hasil fotonya selalu janggal dan itu semua terjadi sampai sekarang. Aku pernah meminta tolong kepada paranormal dan dia bilang kalo hantu perempuan itu menyukaiku dan tidak akan mau pergi sampai aku mati dan hidup bersamanya di alam lain.

Share This: