Hantu Pohon Bambu Pinggir Sungai

Perkenalkan namaku asep, umurku 18 tahun, aku sekolah disalah satu SMA yang ada dikotaku, dikota Bandung yang indah ini dan hobbyku adalah mancing ikan, aku mulai suka mancing ikan disaat aku masih duduk dibangku SMP. Di sini aku akan menceritakan kejadian beberapa minggu lalu yang aku alami bersama temanku yang bernama yono saat memancing disungai dipinggir kampungku.

Pada saat itu jam 7 malam tiba-tiba yono datang kerumahku, dia mengajakku mancing disungai. Sontak saja aku menolaknya karena jujur saja aku takut jika harus mancing malam-malam disungai pinggir kampung karena menurutku tempatnya menyeramkan jika malam hari. Tetapi yono malah memaksaku agar aku mau mancing dengannya, karena yono adalah sahabat baikku akhirnya aku pun mau.

loading...

Singkat cerita aku dan yono sudah menyiapkan alat pancing dan juga umpannya. Aku pun segera berangkat menuju sungai, sesampainya disungai ternyata disana sangat gelap, tapi untung saja aku dan yono membawa senter untuk penerangan. Yono pun memilih tempat dibatu besar karena katanya disana banyak ikannya tapi aku sedikit takut karena diseberang batu itu ada pohon-pohon bambu yang menurutku agak menyeramkan.

Karena aku tahu dibelakang pohon bambu itu ada satu kuburan tua, tapi karena yono memutuskan untuk tetap memilih tempat dibatu besar itu, aku pun terpaksa mengikutinya karena aku juga takut jika harus mancing sendirian. Aku dan yono duduk dibatu besar dan memasang umpan pada pancingku, aku pun lalu melemparkan kail kearah sungai. Baru 5 menit saja umpanku sudah dimakan ikan dan ikan yang aku dapatkan itu lumayan besar.

Tidak lama setelah itu yono juga mendapatkan ikan, aku melihat jam diponselku ternyata waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, ternyata sudah sekitar 3 jam aku dan yono memancing disana dan hasil tangkapannya pun lumayan banyak. Karena sudah terlalu malam aku mengajak yono untuk segera pulang, tapi yono malah makin asik dengan pancingnya aku pun juga mulai fokus kembali dengan pancingku karena ada ikan yang memakan umpanku.

Aku pun melihat kembali ponselku, ternyata sudah pukul setengah sebelas malam. Aku mengajak lagi yono untuk pulang tetapi yono malah makin fokus pada pancingnya. Aku pun melihat keadaan sekitar dan mataku tertuju pada sesosok yang sedang terdiam didekat pohon bambu. Karena gelap aku menyorotnya dengan senter, tetapi saat aku menyorotkan senter, sosok itu sudah hilang.

Bulu kudukku mulai berdiri, lalu aku memberitahukan apa yang aku lihat barusan pada yono. Tapi yono malah bilang aku itu penakut, tiba-tiba ada angin yang kencang menerpaku dan yono, aku menoleh kearah yono, aku melihat dia menatap dengan sangat ketakutan kearah pohon bambu yang ada diseberang sungai. Aku pun menoleh kepohon bambu itu, ternyata disana ada sosok berpakaian putih dengan wajahnya tertunduk melihat air sungai.

Tapi tiba-tiba sosok itu melihat kearah tempatku dan yono berada. Ternyata sosok itu adalah kuntilanak, dia tertawa cekikikan melihatku dan yono. Sontak saja aku mulai sangat ketakutan, tetapi aku dan yono hanya bisa diam terpaku, tiba-tiba saja sosok kuntilanak itu terbang keatas pohon-pohon bambu itu. Lalu kuntilanak itu mulai terbang mendekatiku dan yono, seketika lututku jadi lemas.

Aku melihat yono juga sangat ketakutan, sosok kuntilanak itu hampir mendekatiku. Dia tertawa, suara tawanya sangat menakutkan akan tetapi tiba-tiba saja aku tersadar dan aku langsung menyeret yono untuk lari. Aku dan yono pun lari meninggalkan alat pancing beserta hasil tangkapannya. Aku lari sekencang-kencangnya dan sosok kuntilanak itu pun sudah tidak kulihat lagi.

Tetapi tetap saja aku masih bisa mendengar suara tawanya yang menyeramkan. Akhirnya aku dan yono sampai dirumahku, yono pun memutuskan untuk menginap dirumahku. Aku baru saja teringat bahwa malam ini adalah malam jumat kliwon. Tamat.

KCH

Bang adi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Bang adi has write 2,686 posts