Hantu Suster dan Anak Kecil di Sekolah

Hai teman-teman pembaca KCH. Perkenalkan nama saya fendy, ini saya mau cerita tentang hantu yang terjadi nyata di tempat saya tinggal saat ini, langsung aku mulai ceritanya. Ini adalah sebuah kisah nyata. Kisah yang terjadi di sebuah sekolah yayasan katolik di Singkawang, Kalimantan Barat. Pagi itu ruangan kelas 4 SD itu sedang melaksanakan ulangan kelas. Suasana menjadi hening karena pada saat itu yang mengawas adalah suster Butet, seorang guru suster yang paling galak di sekolah yayasan katolik itu.

Karena saking galaknya tidak ada seorang siswa pun yang berani berkutik atau berbicara pada saat itu. Sebab jika itu terjadi maka akan berakibat sesuatu yang fatal, seperti sebuah hukuman keras yang sangat membuat anak-anak SD di sana takut. Di sekolah Yayasan katolik St. Ignasius itu memiliki guru-guru katolik yang berpakaian jilbab suster dan bergaun jubah panjang seperti suster di sekolah katolik dalam film telenovela Fransisco.

Tatapan mata suster yang satu ini sangat tajam sampai menusuk ke dalam pikiran siswa-siswi yang sedang menjalankan ulangan matematika sehingga tak ada seorang pun yang berani melirik ke kiri-kanan. Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan diruangan itu. “Bu suster. Aku mau buang air kecil” kata seorang siswa laki-laki yang duduk di bangku no 2 dari belakang itu gugup. Semua mata tertuju kepada siswa itu.

“Apa?” teriak suster itu menjerit keras membuat semuanya ngeri melihat pelototan mata suster itu. “Sa, sa, saya kebelet bu” kata siswa itu sepertinya memang sedang menahan buang air kecil di kantong perutnya. “Tadi ibu bilang apa? Sebelum ulangan mulai silakan ijin ke toilet dulu. Dalam jam ulangan tidak ada seorang pun yang boleh meninggalkan ulangannya, ngerti kamu?”.

“Ngerti bu, tapi”.
“Tidak, duduk kamu!” perintah sang guru.

Sudah di duganya jawaban yang akan dia dapat adalah penolakan, tapi perintah itu tidak membuat sang siswa duduk, dia masih berdiri berharap dapat belas kasihan dari sang guru. Suster yang hampir tak pernah senyum itu pun segera berdiri dari bangkunya di hadapan siswa. Hal itu membuat siswa lain berbisik-bisik bermaksud untuk menyuruh siswa itu untuk segera duduk.

“Kalau kamu mau buang air kecil, buang air kecil saja dalam lemari kalau berani!” kata suster itu menantang. Segera siswa itu berlari menuju lemari kayu yang ada di depan kelas itu dan segera membuka celananya dan buang air kecil di lemari itu. Di saksikan suster sehingga membuat suster itu sangat marah segera menghampiri lemari itu dan mengunci lemari itu kuat lalu mencabut anak kunci itu sambil kesal sendiri.

Ia memerintahkan semua siswa melanjutkan ulangan itu hingga akhirnya selesai setelah 1 jam, di jam pelajaran terakhir. Akhirnya semua siswa pulang, begitu juga semua guru. Seluruh gedung di sekolah itu telah kosong. Hanya ada 1 kelas yang ada siswa itu di lemari yaitu di ruangan kelas 4 itu. Suster itu bahkan telah melupakan siswa yang di hukumnya, dia tidak bermaksud untuk menguncinya dalam lemari selama itu.

Ketika malam suara tangis anak kecil itu menangis nyaring menjerit sendiri memecah setiap ruangan di sekolah itu. Sayang tidak ada seorang pun yang ada di sekitar sekolah itu, apalagi yang mendengar suara yang mencekam itu. Besok paginya ketika ibu Suster itu ingat tentang anak itu, ia segera berlari membuka pintu lemari itu untuk menyelamatkan anak itu. Tapi, dia terlambat. Ia menemukan anak itu sudah meninggal lemas karena kekurangan oksigen di ruang lemari yang kedap udara itu.

Suster itu pun merasa bersalah yang amat sangat, sejak hari itu suster yang paling di takuti semua siswa itu pun mengurung diri di kamarnya, hingga di hari ketiga ia di kabarkan bunuh diri di dalam telaga sumur yang sangat dalam terletak di belakang sekolah di dekat toilet wanita. Sepertinya dia di hantui oleh roh anak kecil yang masih menjadi mitos hantu anak kecil yang masih bergentayangan di sekolah sampai saat ini, di tambah rasa bersalah yang membuat dia tidak sengaja membunuh siswa itu.

Tapi semua guru dan tim yayasan sekolah merahasiakan kematian suster itu karena tidak di temukan jenazah suster itu di dalam kedalaman sumur itu. Tapi satu-satunya bukti yang di temukan adalah sebelah sandal berwarna putih milik suster butet itu yang terletak di pinggir sumur itu sejak menghilangnya suster itu. Semenjak kejadian itu sekolah memilki tingkat SD, SMP, hingga tingkat SMA di dalam satu gedung yang sama, hanya terpisah blok itu sering mengalami kejadian mistis, sering sekali memdapat gangguan hantu anak kecil dan hantu suster yang menjadi mitos tragedi sekolah itu sampai saat ini.

Kejadian itu sudah terjadi 20 tahun yang lalu. Tapi cerita ini masih saja menjadi sejarah di sekolah ini, sebagian orang menganggap itulah mitos. Tapi ini semua nyata, Karena saya mendapatkan cerita ini dari paman saya sendiri ketika tidak lama setelah kejadian itu. Ketika paman masih SMA di sekolah ini, paman saya selesai mengikuti kegiatan ektrakuliler di sekolah itu yang biasanya dimulai dari jam 3 sore sampai jam 5 sore.

loading...

Hari itu paman saya mengikuti olahraga tennis meja di ruangan khusus tennis meja. Padahal jam extrakurikulernya sudah habis tapi paman saya dan satu teman tetap ingin meneruskan karena keasyikan bermain, hingga sekitar jam 18.00 sore seorang suster berdiri di depan pintu dan mengedor pintu 3 kali. *Dor, dor, dor, “Pulang nak sudah malam, hari sudah mulai gelap” kata suster itu lembut.

“Iya sus, bentar lagi ya” jawab teman paman saya tanpa menoleh ke arah suster itu, seolah tak mempedulikannya. Suster berlalu meninggalkan mereka. Mereka terus melanjutkan permainan mereka sampai sekitar kira-kira 10 menit seorang suster kembali datang di depan pintu. “Pulang nak, jangan sampai adzan maghrib. Saya mau matikan lampunya” peringatan suster itu sekali lagi lebih tegas.

Tetapi tetap membuat teman paman saya cuek dan tidak peduli pada suster yang ada di depan pintu itu. Paman saya pun menjawab suster itu untuk menjelaskan, “bentar lagi sus, sudah mau ke (kata paman sambil menoleh ke pintu di sebelah belakangnya dan melihat susternya menghilang) kelar kok. Loh susternya mana?”. Paman saya merinding merasakan sesuatu yang aneh, terus dia menatap arah jendela melihat langit sore hari sudah menjadi gelap, lalu berkata.

“Kawan, pulang yuk! Sudah malam sekali”.
“Tanggung, ini sampai the last one ini saja” kata teman paman saya.

Ketika suara adzan pun mulai terdengar dari kejauhan dengan saling deru menderu. Menyadarkan paman saya sudah semakin malam. Bulu kuduk paman saya terus berdiri, karena mengkhawatirkan peringatan suster itu. Tetapi Mereka tetap melanjutkan permainan untuk beberapa sisa point terakhir. Tiba-tiba, *plank! Suara pecahan gelas kaca yang sangat nyaring menyerang lantai di dekat pintu.

“Pulang!” teriak suster itu memecahkan ruangan sunyi itu. Lalu dengan cepat sosok suster itu menghilang dan lampu ruangan itu mulai bermatian. Mereka berdua sangat kaget dan shock seketika, lalu berlari secepat mungkin ke arah pintu keluar sambil berteriak “hantu”. Nah begitu ceritanya, kataku panjang lebar mengakhiri cerita tentang mitos di sekolahku ini ketika pelajaran kosong karena guru pelajaran kami tidak masuk gara-gara hujan lebat.

KCH

andy chen

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

andy chen has write 2,678 posts

loading...