Hantu Tukang Sayur

Halo pembaca cerita-hantu.com ketemu lagi dengan saya nia anggara. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman almarhumah ibu saya beberapa tahun lalu. Ibu saya tinggal di suatu kota di Sumatera. Seperti kebanyakan orang tua lainnya, beliau selalu mengikuti sholat berjamaah di masjid yang kebetulan tidak begitu jauh dari rumah. Lebih kurang 100 m jaraknya.

loading...

Suatu pagi seperti biasa ketika ibu mendengar suara mengaji dari masjid beliau pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid. Beliau pun berjalan keluar rumah. Suasana saat itu masih gelap gulita dan agak sepi dari biasanya. Tidak kelihatan ada orang yang berangkat ke masjid hari itu. Dari kejauhan tiba-tiba ibu melihat seorang tukang sayur berjalan dan memakai payung. Di daerahku memang ada ibu -ibu yang berjualan sayur dengan cara berjalan kaki sambil menggendong bakul dipunggung.

Sayur yang mereka bawa biasanya tidak terlalu banyak dan mereka punya pelanggan sendiri. Biasanya orang yang malas ke pasar atau ke warung senang membeli dari tukang sayur keliling ini. Kembali ke cerita tadi, jarak antara ibuku dan tukang sayur ini semakin dekat tapi ibuku tidak bisa melihat wajah penjual sayur ini karena payung menutupi wajahnya dan merekapun berpapasan. Ibu merasa agak merinding dan mempercepat langkah ke masjid.

Tapi tiba-tiba ibuku merasa ada yang aneh. Ibuku sadar bahwa hari tidak sedang hujan ataupun gerimis dan suasana masih gelap. Kenapa harus memakai payung. Ibuku menoleh ke belakang dan tukang sayur tadi sudah tidak kelihatan. Padahal jalanan yang dilalui tidak ada belokan dan beberapa rumah pagarnya masih tertutup. Tidak mungkin dalam hitungan detik tukang sayur tadi sudah menghilang. Ibuku pun bergegas menuju masjid.

Pagi harinya ibu menceritakan keanehan ini kepada tetanggaku. Karena ibu baru kembali dari luar kota maka beliau belum mengetahui kejadian tragis di kotaku. Menurut cerita tetangga beberapa waktu yang lalu ada seorang tukang sayur yang bunuh diri karena terjerat utang dengan rentenir. Kadang-kadang tukang sayur ini masih gentayangan mendatangi pelanggannya pada saat subuh.

Mungkin karena belum genap 40 hari rohnya belum diterima disisi NYA. Setelah tahu kejadian tersebut ibu pun mendoakan agar tukang sayur ini diampuni dosanya oleh Allah dan berharap tidak bertemu lagi dengan tukang sayur itu ketika akan sholat subuh ke masjid.

KCH

Nia anggara

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Nia anggara has write 2,686 posts