Hantu Tuyul yang Menyerupai Temanku

Halo para pecinta horor. Kali ini aku akan membagikan ceritaku 2 tahun yang lalu tepatnya bulan Ramadhan. Ok, tanpa basa-basi langsung saja ya ke ceritanya. Saat itu aku dan teman-temanku namany (Adit, Fathan, Vito, Oji, Angga dan aku) sedang bermain petak umpet malam hari. Ya waktu itu sih tepatnya bulan Ramadhan. Jadi kami pada kagak takut sama yang namanya makhluk tak kasat mata.

Kami main selesai shalat terawih, dan pada saat itu kami kebingungan untuk main di tempat yang cocok untuk bermain, lalu aku putuskan untuk bermain di depan rumahku saja, dan teman-temanku pun setuju, kami mulai hompimpanya dan pada saat itu yang jaga pun aku. Teman-temanku pada mengumpat, aku pun mulai menghitung 1 sampai 50 dengan cepat.

(Yah karena kayaknya ada yang memperhatikan *hehe). Selesai aku menghitung aku pun langsung mencari teman-temanku. Teman yang pertama aku temukan adalah Oji dan yang kedua adalah Fathan dan yang ketiga adalah adhit dan yang keempat adalah angga dan aku pun kesusahan mencari vito karena tidak tahu ngumpetnya di mana. Teman-temanku pun membantu mencari, lalu beberapa saat kemudian fathan melihat vito sedang duduk di atas motor lalu fathan memanggil vito

Fathan: “Vito, vito”. Vito pun tidak menjawab sama sekali, wajah dia menunduk. Lalu fathan pun memanggil kami.
Fathan: “hey teman-teman sini aku menemukan vito”
Teman-teman: “ah masa? Dimana”.
Fathan: “sini dong”. (Kami pun kesana dan tidak melihat apa-apa).

Teman-teman: “lah mana vito nya fathan?”
Fathan: “itu di motor lagi duduk”.
Lalu kami pun menengok ke motor dan tidak melihat apa-apa, tapi beberapa saat kemudian, fathan tiba tiba ketakutan gitu, lalu kami pun bertanya.
Teman-teman: “Fathan kamu kenapa?”. Fathan hanya terdiam kaku dalam ketakutan dia pun menjawab dengan takut sekali.

Fathan: “itu vito kan? Sambil menunjuk ke arah bangku motor yang tadi”. Kami melihat lagi dan lagi-lagi tidak melihat apa-apa dan kami pun bertanya. Teman-teman, “memang apa yang kamu lihat fathan”. Fathan langsung lari dengan kencangnya dan berteriak. Fathan, “awas teman-teman ada tuyul”. Lalu kami pun melihat lagi dan kali ini kelihatan tuyulnya, kami pun langsung lari sekencang-kencangnya menuju mushola (ya karena gak ada tempat lain jadi ke mushola saja *hehe). Sampai di mushola tuyulnya pun sudah tidak terlihat lagi, lalu disitu ada pak ustad sedang membaca Al-Quran, lalu melihat kami dan menghampiri kami.

Pak ustad: “kalian kenapa kok lari-larian gitu?”.
Kami: “kami habis di kejar tuyul pak” (sambil ngos-ngosan).
Pak ustad: “oh memang kalian lagi ngapain tadi?”.
Kami: “lagi main petak umpet pak”.
Pak ustad: “oh, ya sudah kalian pulang gih kan sekarang sudah jam setengah 3”.

Kami pun langsung kaget ternyata kami main terlalu lama. Sampai sampai gak kerasa, lalu kami lihat sekitar dan aku bertanya.
Aku: “eh kalian lihat vito gak?”.
Teman-teman: “tidak kok kemana dia ya?”.

Pak ustad pun memberitahu bahwa vito emang sudah pulang dari pas tarawih tadi. Kami pun terkejut jadi tadi siapa yang ikut bermain bersama kami? Pak ustad pun menenangkan kami dan kami pun pulang tapi sebelum pulang lagi-lagi kami melihatnya, lalu kali ini pun kami berusaha berani menentangnya (karena salah satu dari kami membawa Al-Quran) dan dia pun kesini.

Salah satu teman kami yaitu adhit langsung cari surat Yasin dan membacakannya dan kami pun membantu dengan membaca ayat kursi, dan alhamdulillah tuyul nya hilang, dan sebelum kami pulang kami pun memeriksa rumahnya vito dan vito ada disitu, lalu kami bilang.

loading...

Kami: “Vito tadi kamu ikutan tidak main petak umpet bersama kami?”.
Vito: “tidak kok, lagian kalian tinggalin aku, sudah tau aku ribet cari sandal”. (Kami pun terkejut lagi).
Vito: “kalian kenapa terkejut gitu?”.
Kami: “tadi ada sosok tuyul yang menyerupaimu vito, ya kami sangka itu kamu”.
Vito: “oh”. (cuman itu yang dapat di keluarin dari mulutnya vito lalu kami pun pamit buat sahur).

Kami: “ah sudahlah lupakan itu, lagi pula inikan sudah jam 3 kita perlu sahur nanti kita di omelin sama mamah kita”.
Rizki: “oh ya aku lupa pulang”.
Lalu kami pun pulang kerumah masing-masing. Sejak kejadian itu aku dan teman-temanku tidak lagi bermain petak umpet melainkan bermain kena jaga juga ingat waktu, dan kami membuat perjanjian salah seorang dari kami harus membawa jam tangan agar kita ingat waktu. Sekian dari cerita saya. Maaf kalau tidak seram, newbie.

KCH

M.rizki.syahputra

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

M.rizki.syahputra has write 2,694 posts