Hantu Wanita Rambut Pirang Penunggu Stadion

Kejadian ini terjadi tepatnya saya tidak ingat, mungkin kira-kira sekitar 10 tahun yang lalu. Perkenalkan sebelumnya, nama saya arif dan saya tinggal di Denpasar, Bali. Di sini saya akan menceritakan kisah yang berjudul hantu wanita rambut pirang penunggu stadion. Siang hari saya di ajak teman-teman satu komplek untuk jalan-jalan ke gelanggang olahraga (GOR) lila bhuana yang jaraknya cukup jauh dari rumah, kira-kira 1 kilometer lebih.

Siang itu kurang lebih jam menunjukan pukul 12.30 an, saya dan 6 orang teman saya berjalan kaki kesana. Hanya untuk gambaran saja untuk para pembaca yang gak tahu seperti apa tempatnya. Tempat itu sering dijadikan tempat event-event acara olahraga yang bersifat umum. Di sana terdapat stadion sepakbola dan gedung olahraga yang sudah cukup lama berdiri dengan pintu-pintu kaca yang bisa untuk melihat ke dalam gedung.

Keadaan yang agak kurang terurus, dan hampir di setiap pojok bangunan terdapat sarang laba-laba, dengan suasana yang sunyi dan sepi di waktu itu, jelas bagi siapa saja yang berkunjung kesana pasti bulu kuduknya bakal merinding. Tak berapa lama akhirnya kami bertujuh orang tiba di depan stadion yang usianya mungkin sudah puluhan tahun. Entahlah saya tidak begitu peduli, karena yang ada di fikiran hanya ingin bersenang-senang saja di sana.

Siang itu gedung stadion di kunci dan bahkan hampir tidak ada sama sekali akses masuk ke dalam lapangan. Akhirnya salah satu teman saya nekat untuk memanjat pintu pagar besi yang kira-kira setinggi 2 meter lebih. Karena teman-teman yang lain pada ikutan, akhirnya saya ikut juga. Tapi sebelum giliran naik, mata saya seperti di arahkan untuk melihat sesosok penampakan perempuan mengenakan daster biru muda dengan rambut pirang di kepang dua sedang duduk membelakangi, tepat di tangga dalam stadion.

Mungkin karena saya terkesan anaknya polos dan cuek tentang hal-hal yang begitu, maka saya urungkan niat untuk menghardiknya. Biarkan saja perempuan itu duduk di sana tanpa saya ganggu fikir saya. Sesampai di dalam stadion, kami mengitari lapangan sambil sesekali bercanda gurau. Sambil sesekali mata saya menerawang jauh tanpa teman-teman saya tahu, saya mencari-cari tempat tadi di mana wanita berambut pirang itu duduk.

Namun sampai waktunya kami pulang, saya tidak menemukan sosok tersebut. Saya lalu mengingat kejadian janggal tersebut dan bertanya pada diri saya sendiri. Kalau kami bertujuh saja masuk dengan cara naik pagar setinggi 2 meter lebih, lantas perempuan itu gimana caranya masuknya? Pakai daster panjang pula, jangan-jangan. Ah sudahlah, biarkan saja.

loading...
KCH

Arif lukman

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Arif lukman has write 2,694 posts