Hari Rabu Malam Kamis

Hi pembaca setia KCH, nama saya dunk (25) tahun saya tinggal di kota I (Jawa Barat). Langsung saja ke inti kisah nyata. Kisah ini di alami saya waktu masih SMP kelas 1, waktu itu kalau nggak salah hari rabu malam kamis (tanggal dan tahun lupa) saya pribadi memang waktu itu bisa di bilang maniak main PS, dari lingkungan daerah tempat tinggal saya. Sampai ke luar daerah saya sendiri, sore itu sekitar jam 5 lebih sebelum maghrib, saya pergi ke rental PS langganan saya kira-kira 500 meter dari rumah.

Walau pun sudah sering bahkan setiap hari lewat jalan itu, akan tetapi rasanya sangat jauh berbeda seperti biasanya. Memang jalan yang saya biasa ke rental PS sering kali ada gerombolan pemuda setempat yang biasa mabuk-mabukan. Tapi ya, saya abaikan saja, lagian masih senja belum terlalu gelap dan pas saya lewat pohon mangga yang cukup rimbun dan di apit dua kuburan cina.

Saya mendengar ada orang yang memanggil nama saya “dunk mau kemana?” spontan saya lihat kanan kiri depan belakang nggak ada orang, pas lihat ke atas ada. Dan saya kenal sebut saja namanya pak pardi (nama samaran) “itu pak, saya mau ke rumah pak darma (nama samaran) mau main PS” jawab saya. Dan saya terus jalan tanpa menanyakan pak pardi, maghrib-maghrib masih nongkrong di atas pohon.

Disaat mau sampai tempat rental PS, kira-kira 3 rumah dari tempat rental. Kenapa banyak orang, tepat di rumahnya pak pardi, saya pun sempat bertanya pada teman biasa main PS “tam, rumah pak pardi ramai banget ada apaan?” tanya saya. “Pak pardi meninggal, tadi jam 4 an” jawab dia kaget. “Meninggal kenapa?”.

“Pulang, dari kebun yang ada pohon mangga biasa jalan lu kesini” terus yang ada di atas pohon siapa? Gumam saya dalam hati. Ah masa bodo, pas mau main PS. Sialnya banyak yang main, dan harus nunggu 2 jam baru bisa main. Sambil nunggu 2 jam, saya rebahan di dalam ruangan rental, 2 jam pun sudah berlalu. Sekitar jam 8 baru bisa main dan 2 jam pun sudah terlewati. Karena hanya ngerental 2 jam saja, jam menunjukan 10 malam, saya pun bergegas mau pulang.

Tiba-tiba dua orang teman saya pun datang mau main, dan mau nantangin main smackdown pain, 1 jam pun berjalan, kami pun bergegas pulang. Rumah kami pun bertetangga, salah seorang kami bicara. “Dunk, pulangnya lewat jalan lain saja ya”.

“Terserahlah” jawab saya. Kami pun jalan beriringan, cuman pas jalan, sandal jepit yang saya pakai putus dan saya pun berhenti benerin dulu sandal. Karena saya tertinggal 5 – 7 meter, saya mempercepat langkah biar nggak terlalu jauh. Apesnya pas sudah dekat, nggak sengaja saya nengok ke arah kiri dan seketika itu pun, pemandangan yang nggak enak saya lihat dengan mata kepala sendiri.

Sesosok wanita berbaju putih serta rambut panjang sampai menyentuh tanah. Dengan wajah nggak karuan sambil matanya melotot. Seketika itu pula, kaki saya serasa nggak punya tulang dan pandangan saya hanya terpaku melihat sosok itu. Untunglah ketika pandangan saya tertutup pagar tembok rumah warga saya bisa mengalihkan pandangan kedepan.

Dengan berjalan setengah lari saya menabrak ke dua teman saya yang asik cerita permainan PS. Ketika sampai di rumah saya pun bercerita semuanya ke mereka. Sekian saya menceritakan kisah nyata yang berjudul hari rabu malam kamis, kalau nggak seram abaikan sob.

loading...
KCH

ozy

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

ozy has write 2,694 posts