Helaian Rambut Seorang Wanita Part 2

Pemilik kost menarik nafas panjang dan memalingkan pandangan nya. “Saya tidak bisa bercerita apapun, kamu harus menyelesaikan masalahmu sendiri” jawab pemilik kost, setelah berbicara demikian dia pergi meninggalkan ku masuk ke dalam rumah. Aku semakin bingung. Apa ini? misteri apa sebenarnya? batinku bertanya-tanya. Tiba-tiba ponsel ku berdering, ternyata ibu ku yang berada di Semarang menelfon ku. Tumben? batinku. “Assalamualaikum bu, ada apa?” tanyaku. “Nak kamu lagi dimana?” tanya ibuku balik.

“Saya di kost bu, kenapa?” jawabku. “Nak tolong pulang sekarang juga, perasaan ibu tidak enak, pokoknya kamu pulang yah?” sergah ibuku. “Kenapa toh bu? Heri ndak bisa pulang bu, tugas kuliah masih banyak ee” jawabku. “Udah lee, pokoknya kamu pulang” jawab ibuku. “Kenapa toh bu? Ada apa sebenernya?” tanyaku penasaran. Terdengar ibuku menarik nafas panjang, kemudian berbicara dengan nada bergetar seperti menahan tangis.

“Hmm sebenernya, sekarang pak de mu ada disini, dia bilang hari ini juga kamu harus pulang, ibu tau belakangan ini kamu ada masalah toh di jakarta, di kost mu? lee sebelum terlambat cepat pulang, ibu tidak mau kamu kenapa-kenapa” terang ibuku sambil menangis. “Kalau sekarang Heri belum bisa bu, mungkin besok atau lusa, soalnya kan Heri harus pesan tiket kereta dulu bu, weekend gini stasiun mesti penuh” jawabku. Ibuku hanya menangis sesenggukan. “Ibu tenang aja, Heri tidak akan kenapa-kenapa, Heri pasti berhati-hati, ibu tidak usah khawatir” lanjut ku menenangkan ibu.

“Halo Her ini pak de, ibumu sudah tidak bisa ngomong dia nangis terus. Ya sudah Her kalau kamu belum bisa pulang, sampai hari dimana kamu bisa pulang, pak de akan dampingi kamu dari sini, pokoknya satu yang harus kamu ingat, ini penting, diatas jam 10 malam mulai malam ini, kamu jangan tidur, kamu harus wiridan, baca surat kursi dan surat-surat pendek yang kamu bisa sambil duduk bersila diatas sajadah, sebelum jam 4 pagi kamu jangan sampai tertidur” jelas pak de ku.

loading...

Aku menurut saja, karena aku tahu jika pak de ku sudah berbicara demikian, pasti dia mengetahui sesuatu, yah pak de ku memiliki kemampuan khusus. Dia orang yang disegani di kampungku karena kemampuan nya itu. Malam telah datang, sesuai petunjuk pak de saat pukul 10 malam aku sudah bersiap di atas sajadah sambil menghafal surah-surah yang aku bisa. 1 jam.. 2 jam.. tak ada apapun, sampai arloji ku menunjukkan pukul 00.25 malam, tak ada apapun. Hm apa yang akan terjadi sebenarnya? gumamku. Tiba-tiba “kicik.. kricik.. kkrriicciikk” suara keran air terdengar dari dalam kamar mandi, aku terkesiap.

Aku hanya terdiam, sejurus kemudian terlihat helaian rambut tiba-tiba ada di lantai kamar, satu dua lama-lama menjadi banyak. Aku semakin mempercepat istighfar ku. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka *brruuaakk. Aku terkejut, sambil mengelus dada aku istighfar. Terlihat sesosok wanita yang pernah muncul dalam mimpi ku kemarin. Dia mengulurkan tangan nya seperti ingin meraih kepalaku. Astaghfirullah, Masya Allah, dia semakin mendekat, aku gemetar ketakutan dibuatnya.

Tanpa pikir panjang aku berlari menuju pintu kamar hendak keluar dan melupakan peringatan pak de ku untuk tetap berada diatas sajadah sampai pukul 4 subuh. Ketika hendak keluar terasa ada tangan yang mencengkeram bahuku. Sebelum aku sempat menoleh tangan itu menarik ku dan membantingku hingga aku terjatuh ke lantai dan kepalaku membentur tembok. Aku berusaha bangkit, dengan mata berkunang-kunang aku merangkak menuju pintu, namun apalah daya, sosok itu mencekik ku hingga aku terangkat ke atas, aku berusaha melepaskan nya namun sia-sia, cengkeraman nya begitu kuat.

Dengan nafas terengap-engap aku berusaha mengucap takbir. Dengan susah payah aku berhasil. Aa.. a.. Allah.. hu.. akbar, sosok itu langsung melepaskan aku hingga aku terjatuh. Arghh, kaki ku terkilir. Belum sempat aku bangkit dia menarik leher kaos ku dan menyeretku ke kamar mandi. Dia menarik aku hingga aku berdiri, kemudian mendorongku sangat keras hingga aku jatuh tersungkur dan untuk kedua kalinya kepalaku terbentur, namun kali ini terbentur bathub hingga berdarah, dalam kondisi setengah sadar dari dalam kamar mandi aku melihat sepasang muda mudi berada di dalam kamarku.

Mereka terlihat sedang berdebat, saat ku lihat sepertinya aku pernah melihat pakaian yang dipakai oleh si perempuan. Tiba tiba si pria menampar sang perempuan hingga jatuh di kasur, tak ku dengar jelas apa yang mereka permasalahkan, si pria terus memukuli pasangan nya itu hingga babak belur, kemudian dia menjambak rambut si perempuan, yang membuat aku tercengang rambutnya sampai bodol yang membuat kulit kepalanya terkelupas, si perempuan terlihat menangis kesakitan namun si pria tak peduli dan terus menjambaki rambut pasangan nya.

Tak cukup sampai disitu, si perempuan kemudian diseret ke kamar mandi dan didorong ke dalam bathub dan si pria memutar keran air panas, aku hanya tercengang ingin menolong tapi apalah daya, tubuhku lemas terasa remuk seluruh tulang, ingin berteriak tapi suaraku tercekat. Si perempuan menangis sejadi-jadinya, kemudian si pria melangkah keluar, yang aku kira itu akhir dari semua ini, ternyata bukan, dia mengambil sebuah gunting dan tanpa basa basi menikam dada si perempuan, saat si perempuan sekarat, si pria menggunting bibir pasangan nya itu dan terlihat tersenyum puas. Di titik itu aku merasa sangat sesak dan mataku semakin berkunang-kunang.

Share This: