Helaian Rambut Seorang Wanita

Sungguh penat hari ini, tugas kuliah yang menggunung, yang mengharuskan aku selalu pulang terlambat. Berendam air hangat, itulah yang aku pikirkan saat ini. Betapa menyenangkan hal itu mengingat betapa lelah otak ini harus bekerja untuk berpikir sepanjang hari. Pukul 19.30 malam, hah ternyata aku sudah cukup lama berada di perpustakaan kampus. Meja yang berantakan dengan tumpukan buku di kanan kiri, alat tulis yang berserakan, laptop yang aku biarkan menyala sedari tadi karena mataku terlalu sibuk membaca buku untuk mencari bahan tugas-tugasku.

Tenyata arloji digital di tanganku sudah menunjukkan pukul 20.55 malam, pantas saja security sudah berdiri di depan pintu. Yah ini sudah waktunya perpustakaan ditutup, memang sejak 4 minggu lalu aktivitas di perpustakaan kampus dibatasi jam, hanya sampai pukul 21.00, itu dikarenakan ada insiden memalukan, sepasang mahasiswa dipergoki sedang melakukan hal yang tidak senonoh di dalam perpustakaan saat kondisi perpustakaan sedang sepi di malam hari.

Aku segera mengemasi barangku dan beranjak dari kursi yang sejak tadi aku duduki. “Maaf yah pak kelamaan, maklum tugas lagi numpuk, hehe” kata ku pada security yang sudah menungguku. Kulihat nama yang tertera pada seragamnya Slamet. P. Dia hanya tersenyum, aku segera berlalu menuju parkiran. Satu jam kemudian akhirnya aku sampai di kost. Aku lihat masih ada beberapa tetangga kamar kost ku yang sedang nongkrong di depan kost. “Baru pulang bro?” sapa salah satu dari mereka. “Iyah..” jawab ku singkat sambil melayangkan sedikit senyuman.

“Duluan yah, capek nih” lanjutku. “Oke!!” jawab mereka serentak. Tak sampai 5 menit aku sampai di depan pintu no. 06 yah tepatnya pintu kamarku. Aku segera membuka kunci dan masuk. Ku lempar begitu saja ranselku ke atas kasur, tapi sebelumnya ya aku keluarkan dulu laptop ku, hehe. Aku segera mengambil handuk dan ke kamar mandi, aku nyalakan keran air panas dan tak lama kemudian aku alihkan keran ke air dingin, setelah kurasa cukup aku segera melepas pakaianku dan nyemplung ke dalam bathub.

Betapa leganya rasanya, tunggu apa itu? Sesuatu terlihat menjuntai dari dalam keran air panas? rambut? bagaimaa bisa ada rambut muncul dari dalam keran? Oh mungkin tempat penampungan airnya yang kotor? Eh siapa juga yang nyemplumg ke tangki penampungan air? kurang kerjaan, tapi aku tak memusingkan hal itu, aku tarik helaian rambut itu dan ku lempar ke lubang pembuangan air. Segar, setelah berendam aku segera merebahkan tubuh, tak lupa aku pakai kaos oblong dan celana kolor dulu.

Tak butuh waktu lama untuk aku terlelap. Siapa wanita itu, duduk diam membelakangi aku di depan kost, hey kamu ngapain? tapi dia tak menjawab atau menoleh, tiba-tiba menghilang. “Teet.. teet.. teet” weker ku berbunyi, aku segera bangun, kumatikam weker ku, ternyata pukul 05.30 pagi. Aku terduduk sambil mengingat mimpiku yang aneh, siapa dia? Batinku bertanya, lagi-lagi tak ku pusingkan hal itu dan segera menuju kamar mandi, baru saja aku menutup pintu aku dibuat heran dengan helaian rambut di lantai kamar mandi, saat aku telusuri ternyata dari keran air panas lagi.

Apa-apaan ini? rambut siapa ini? disini kan kost putra, bagaimana bisa ada rambut-rambut sepanjang ini? aku harus komplain ke pemilik kost, rambut-rambut ini membuatku jijik menginjakan kaki di latai kamar mandi. Aku segera menghambur keluar dan menemui bapak pemilik kost yang kebetulan sedang menyiram tanaman di samping kost. “Pak?” sapa ku. “Eh kamu, gak kuliah? kok tumben jam segini belum mandi?” jawab pak kost yang sering ku sapa pak bro.

“Gimana mau mandi pak bro? Saya kesini justru mau protes, tangki penampung air gak pernah dibersihin apa? masa dari kemarin dari keran kamar mandi saya ada helaian rambut keluar, mana pagi ini sampai berceceran di lantai, saya sampai jijik lihatnya pak bro!” seru ku. “Masa? penampung air kan rutin dibersihkan 2 minggu sekali, nah baru kemarin pagi dikuras dan dibersihkan? lagian mana mungkin keluar rambut” jawab pemilik kost. “Kalau pak bro gak percaya, ayo saya tunjukan” ajak ku.

Kami segera menuju kamarku dan saat aku buka pintu kamar mandi, bersih, tak ada sehelai pun rambut. “Mana? gak ada gitu, mungkin kamu salah lihat, maklum baru bangun tidur” kata pemilik kost, aku hanya menggaruk kepala keheranan. Saat di kampus pun aku masih memikirkan hal itu, rambut siapa gerangan? Tak terasa hari sudah menjelang malam, seperti biasa aku berkutat di dalam perpustakaan hingga malam, tapi hari ini aku merasa sangat lelah, biasanya juga lelah tetapi kali ini berbeda, pundak ku terasa berat sekali, seperti sedang mengangkat beras satu karung.

Akhirnya aku putuskan untuk pulang meskipun tugasku belum rampung dan jam masih menunjukkan angka 19.45 malam. Argh, sungguh berat tubuh ini, batinku bergumam. Sesampainya di kost terasa sepi, tak ada satupun orang diluar, tak seperti biasa. Ku langkahkan kaki menuju kamar, ku letakkan ransel ku, ku raih handuk dan segera masuk kamar mandi. Apa lagi ini?! Aku berteriak emosi, ku lihat banyak sekali rambut di kamar mandiku, di bathub, lantai, keran, shower, dimana-mana dipenuhi rambut. Sial, perbuatan siapa ini? tanpa pikir panjang karena aku pun lelah, segera ku bersihkan rambut-rambut itu, ku tarik keluar rambut yang berada dikeran dan shower.

Alhasil malam itu aku tidak mandi, karena rambut yang begitu banyak hingga aku kelelahan dan langsung tertidur. Hari demi hari ku lalui, teror rambut itu kian mengganas, bahkan bukan hanya di kamar mandi, bahkan terkadang di kasur pun ada. Aku mulai gerah dengan semua ini, kini setiap hari aku harus memunguti rambut tak bertuan itu, hingga pada suatu hari saat aku tidur di malam hari, dalam mimpiku seorang wanita memakai celana jeans biru dan jaket kulit hitam, berdiri di sebelah ranjangku membelakangiku.

Saat ku sapa dan ku tanya siapa dia, dia menoleh dan betapa terkejut aku melihat kepalanya gundul, bahkan kulit kepalanya banyak yang terkelupas seperti baru saja ada orang yang menjambak rambutnya secara paksa, hanya tinggal sedikit rambut yang tersisa di kepalanya itu, wajahnya menyeringai dengan senyum yang menunjukan giginya, lebih tepatnya tanpa bibir, yah tanpa bibir, dia mengulurkan tangan nya dan berusaha meraih kepalaku, namun tiba-tiba aku terbangun.

Ku lirik jam weker yang sengaja tak ku setel, ternyata pukul 08.10 pagi, aku sengaja bangun siang karena aku merasa kurang enak badan, jadi aku putuskan untuk tidak masuk kuliah hari ini. Aku masih terbayang mimpi buruk itu, aku memutuskan untuk menanyakan hal itu pada pemilik kos, tentang siapa wanita dalam mimpiku itu dan apa hubungan nya dengan teror rambut itu. Setelah mandi aku bergegas mencari pemilik kost, kebetulan dia sedang memandikan burung peliharaan nya.

“Pak bro?” aku memanggilnya dengan raut wajah tegang. “Kamu? Ada apa? Gak kuliah?” jawabnya santai. “Ada yang saya mau bicarakan sama bapak” jawabku masih dengan wajah serius. Sepertinya pemilik kost mengerti dengan maksud kedatanganku, karena raut wajahnya yang tadinya santai juga berubah menjadi serius. Dia langsung meletakan semprotan air nya dan duduk di kursi teras.

loading...

Aku pun lantas mengikutinya. Tanpa basa basi langsung aku serang dia dengan pertanyaan inti. “Pak, sebenarnya ada apa dengan kamar saya? sejak 3 minggu terakhir saya diteror rambut aneh, bahkan saya sering mimpi buruk yang paling menakutkan saat semalam saya bermimpi didatangi sosok wanita menyeramkan.” cercah ku. Pemilik kost hanya bisa menarik nafas panjang dan memalingkan pandangan nya dariku.

Share This: