History Keluargaku

Assalamualaikum dan salam sejahtera. Kembali lagi bertemu dengan saya (Wahid) ini kisah ketika saya berumur 12 tahun. Saya pernah mendengar cerita dari kerabat keluarga mengatakan bahwa ketika masih bayi saya menghilang dan di temukan di bawah kolom ranjang milik orang tua saya! Maka dari itulah saya sering mengalami kejadian-kejadian di luar nalar atau logika manusia, hal-hal yang berbau mistis/horor sering saya jumpai. Maka dari itu saya mengangkat sebuah judul cerita tentang sejarah keluargaku.

loading...

Next, waktu itu ketika umur saya beranjak 12 tahun keluarga kami sangat berkecukupan dalam hal materi, dan hanya orang tahu saya yang satu-satunya di kampung memiliki sebuah sepeda motor waktu itu kalau nggak salah pada waktu tahun 2006. Orang tua saya seorang pedagang, membuat keluarga kami menjadi seperti itu dan alhamdulillah rezeki orang tahu setiap hari mengalir dengan sangat lancar, cukup di bilang sukses dalam hal berdagang.

Tapi! Di balik kesuksesannya ada satu hal yang tersembunyi. Ternyata orang tua saya melakukan pesugihan dengan bangsa jin, tumbalnya sederhana anak pertama harus mati ketika sudah memiliki 3 anak. Kebetulan saya anak ke 2 dari 3 bersaudara. Waktu perjanjian sudah tiba. Jin itu datang menagih janji yang sudah di sepakati oleh kedua orang tua saya.

Tapi bapak saya yang bernama Syamsuddin tidak ingin menepati janji tersebut sebab mana ada orang tua yang rela memberikan nyawa anaknya. Jin itu tiba-tiba marah, dia berjanji akan datang untuk membawa kesialan dalam keluarga kami. Ketika kami sekeluarga pulang dari salah satu acara pesta yang di kampung kami, bapak saya (Syamsuddin) melihat seekor anjing yang mempunyai taring yang sangat besar turun melewati tangga rumah, sontak kaget melihat kejadian itu. Anjing itu berlari ke belakang rumah ketika dia tahu pemilik rumah sudah datang.

Jam telah menunjukkan pukul 23:00 Wita, tibalah saatnya kami tidur. Saya tidur di kamar saya sendiri, begitu pun dengan kakak saya (Eni) tidur di kamarnya sendiri dan adik saya (Anna) tidur bersama kedua orang tua saya. Entah mengapa waktu itu mata saya susah banget di pejamkan padahal sewaktu di pesta tadi saya malah mengantuk banget. Ini seakan-akan menandakan ada sesuatu yang bakal terjadi.

Dan pikiran saya benar! Jam 12 malam saya mendengar suara orang yang lagi mencakar-cakar kaca jendela rumah kami sambil mengeluarkan suara desis seperti ular. Awalnya saya abaikan saja tapi lama-kelamaan suara itu malah tambah keras, akhirnya saya keluar dari kamar saya untuk mengecek siapa sih yang di luar rumah (pikirku). Saya jalan secara pelan-pelan agar tak mengganggu kedua orang tua saya, yang sedang tidur!

Lampu dalam keadaan di matikan, hawa pun sungguh sangat peka membuat ketakutan saya memuncak, jujur saja saya waktu itu sangat takut tapi anehnya saya pengen banget mengetahui siapa yang ada di luar rumah. Ketika pas saya di depan jendela dengan perlahan-lahan saya membongkar gorden jendela rumah dan tiba-tiba saja (Allahu Akbar). Sesosok makhluk yang bertanduk dengan gigi panjang dan mata merah tapi kaki dan tangannya berbentuk seperti kucing pas berhadapan dengan saya di luar jendela.

Saya sontak kaget menangis teriak sekeras-kerasnya memanggil “Pa. Bapak. Bapak. Bapak” akhirnya kedua orang tua saya keluar menyalakan lampu dan berlari menanyakan apa sebenarnya yang terjadi “kenapa nak” ada orang bertanduk di luar rumah (kataku). Bapak saya langsung bergegas mengecek apa benar yang saya katakan, tiba di depan jendela, bapak saya melihat-lihat nggak ada apa-apa nak.

Mama saya langsung bilang “mungkin itu halusinasimu saja nak”. Saya bilang “nggak mah itu tadi orang bertanduk di luar”. Akhirnya bapak saya langsung menyuruh kami untuk kembali tidur lagi. Kejadian aneh itu tidak berhenti, sekitar 10 menit kemudian piring dan gelas pada pecah semua, akhirnya mama saya keluar mengeceknya nggak ada siapa-siapa kok.

Pas mama saya mau masuk ke kamarnya tiba-tiba ada yang memukul-mukul tiang tengah rumah kami, kalau orang makassar bilang (Benteng Polong). “*Prok, prok, prok” bunyinya. Tapi mama saya nggak berani menoleh ke belakang, dia hanya mampu bergegas masuk ke dalam kamar dan menceritakan semua yang terjadi. 30 menit tepatnya pukul 02:25 kakak saya langsung berteriak “*argh”. Next di history keluargaku part 2.

KCH

Wahid

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Wahid has write 2,694 posts