Hutan Perkemahan Peminta Nyawa

Hai for all, baru kali ini aku ngepost cerita hantu. Oke langsung aja ke cerita inti ya! Cerita ini aku alami saat kelas 6 SD. Jadi saat itu aku sama teman-temanku pengen ekstrakurikuler pramuka, kebetulan kakak pembimbingnya ngajak berkemah di hutan di bukit “A”. Besoknya kita langsung pergi ke sekolah dulu, pastinya kita mau nunggu bus sekolah. Sudah berapa menit kemudian akhirnya kita sampai juga.

Tapi aku merasakan firasat aneh pada malam hari nanti, langsung saja kuberi tahu firasatku pada teman-temanku. “Kalian ngerasa ada yang janggal nggak di pikiran kalian?” begitulah yang ku sampaikan. “Ngaco aja lu, kebanyakan nonton film kali”. Ku lampiaskan amarahku di danau dekat tempat perkemahan, disitu tertera tulisan jangan mendekati danau namun aku pikir itu hanyalah mitos.

Aku sendiri di pinggir danau bermain air. Sontak aku terkejut melihat putih-putih dalam air mirip kayak guling. Karena penasaran aku ambil kayu besar dan mendorongnya. Ternyata itu bukan guling, melainkan pocong mengerikan yang sepertinya ditenggelamkan disitu. Aku langsung lari terbirit-birit menuju perkemahan, belum sampai situ aku sudah menabrak seseorang yang sepertinya sudah tua.

Dia menjual boneka kecil. “Berapa harganya nek?” kataku kepadanya. “Ini gratis, silahkan ambil yang kamu mau” kata nenek itu sambil mengembangkan senyum mencurigakan. Selesai mengambilnya aku langsung pergi ke tendaku, menjalankan acara perkemahan dan tidur malam. Sekitar jam 02.00 aku terbangun mendengar suara namaku dipanggil. Tidak ada seorangpun yang ada disampingku.

Aku hanya melihat secarik kertas bertuliskan”bawa temanmu ke danau atau aku yang akan datang kesana”. Aku biarkan saja tulisan itu disitu dan kembali tidur lagi. Saat akan terbang ke alam mimpi aku merasakan ada yang menarik kakiku. Langsung saja aku terbangun dan mendapatkan sebuah boneka yang kubeli tadi hidup dengan wajah buruk rupa bersama nenek penjual boneka tadi.

loading...

Nenek itu sepertinya sedang berbicara padaku namun aku hanya mendengar “Aku hanya minta nyawa temanmu, kalau tidak aku yang akan minta nyawamu”. Aku langsung memberitahu kejadian ini kepada guru patroli dan tentunya aku akan segera pulang. Semenjak itu aku keluar dari Ekskul pramuka dan tidak akan pernah berkemah disana lagi tentunya. Maaf kalau ceritanya kurang memuaskan. Wassalamualaikum wr. wb.

Share This: