Hutan Tempat Hantu Wewe Gombel

Assalamu’alaikum, semua ketemu lagi sama saya. Kita lanjut saja ya ke cerita hantu wewe gombel. Suatu ketika aku dan ke 2 temanku pergi memancing ikan baung ke sungai tepatnya di hutan. Perjalanan pun kami lakukan pada jam 5 sore sebut saja nama temanku dika dan andre. Singkat cerita akhirnya kami pun sampai. kami langsung memarkirkan motor kami di pinggir jalan. Tepatnya di sebuah gubuk milik seorang petani. Temanku andre langsung bertanya pada petani tersebut.

andre: pak di sini ikan baungnya emang banyak ya pak soalnya kata orang banyak ikannya?.
Petani: iya mas emang banyak.
andre: oh iya, pak kami nitip motor dulu ya disini
petani: iya gak apa apa mas.

Aku dan ke 2 temanku langsung pergi ke tujuan kami di tengah hutan lebat dengan sungai yang cukup besar, kami pun sampai di sungai tersebut. Dika dengan semangatnya langsung melemparkan umpannya ke sungai dan benar saja baru sebentar dia sudah dapat. Sementara aku pergi mengikuti aliran sungai untuk mencari tempat yang tepat.

Sampai juga pikirku jam menunjukkan pukul 6 sore, aku pun langsung melemparkan umpanku 10 menit kemudian umpanku sepertinya di makan ikan baung. dan dengan semangat aku menariknya tak di sangka ikan yang hampir saja kudapat lepas begitu saja, dengan rasa kesal kembali ku lemparkan cacing itu dan langsung di lahap lagi oleh ikan tersebut,namun apa daya ikan nya kembali lepas, hingga sampai ke 5 kalinya ikan yang kuburu lepas lagi.

loading...

Dengan rasa kesal aku berteriak di sungai itu. “Dasar ikan setan kalau gak mau dimakan gak usah begitu caranya”, aku terus mengomel di hutan itu tanpa ku sangka sudah malam menunjukkan jam 8 malam. Dan saat hendak berdiri ternyata di sampingku sudah ada mahkluk halus menyeramkan. Mata besar dan baju compang camping kuku yang panjang dan rambut yang panjang kusut.

Dia terus menatapku sedangkan aku hanya bisa terdiam dan tak bisa bergerak sama sekali dan ku ingat pesan guruku jika kalian bertemu makhluk halus segeralah tancapkan pisau di tanah. Aku langsung menancapkan pisau itu sambil berdoa dan benar saja dia langsung hilang aku yang sadar langsung lari dan berteriak untuk memanggil kawananku tetapi apa daya aku sudah terlalu jauh dari mereka dan tiba akhirnya teriakanku di sambut temanku itu yang sudah menungguku dari tadi.

Aku yang dari tadi takut sekali menceritakan kepada temanku dan petani itu, kebetulan petani itu masih di situ juga menungguku. Dia petani itu melanjutkan cerita seram yang ku alami ini. Ternyata sudah banyak korban yang hilang di hutan itu gara gara ulah wewe gombel. Kata petani tersebut di hutan itu memang terdapat 1 kuburan yang tak pernah di bersihkan. Sekian cerita ku ini, wassalam mohon maaf bila ada kesalahan.

Share This: